Senin, 03 Januari 2011

Konstruksi Tol Semarang-Solo Dikaji Ulang

Dinas Bina Marga Jawa Tengah terus "mereview" rancangan konstruksi lanjutan proyek Jalan Tol Semarang-Solo untuk rute Ungaran hingga Bawen, Kabupaten Semarang.

Review ini bertujuan sebagai antisipasi agar kendala yang terjadi pada seksi sebelumnya tidak terulang.
-- Danang Atmodjo

Kepala Dinas Bina Marga Jawa Tengah, Danang Atmodjo, di Semarang, Minggu, mengatakan, review ini bertujuan untuk menyesuaikan konstruksi yang akan dibangun dengan perkembangan kondisi terkini. "Review ini bertujuan sebagai antisipasi agar kendala yang terjadi pada seksi sebelumnya tidak terulang," kata Danang.

Pada seksi sebelumnya, yakni rute Kota Semarang hingga Ungaran, Kabupaten Semarang, terdapat sejumlah kendala yang menyebabkan target pembangunan tol ini tidak sesuai target, seperti pengeprasan dua bukit serta kondisi tanah yang labil. Kondisi tersebut diperparah dengan anolami cuaca yang terjadi di sepanjang 2010. Meski demikian, kata Danang, berbagai permasalahan tersebut telah diselesaikan.

Sementara itu, menurut dia, penyediaan lahan untuk rute lanjutan proyek jalan tol ini telah menyampai 90 persen dari keseluruhan kebutuhan lahan. Dengan kondisi tersebut, lanjut dia, proses lelang pengerjaan konstruksi dapat segera dilakukan. "Paling tidak, dalam waktu dekat ini proses lelang rute Ungaran-Bawen segera dilaksanakan," katanya.

Ia menuturkan, pelaksanaan lelang yang akan segera dilanjutkan dengan pengerjaan konstruksi ini akan dilakukan secara parsial. "Pengerjaan seksi lanjutan ini tidak perlu menunggu seksi sebelumnya tuntas, jika kebutuhan lahan sudah tercukupi, rute Ungaran-Bawen bisa dimulai," katanya.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

BTN Targetkan Kucurkan Kredit Baru Hingga Rp 30 Triliun

Tahun 2011 mendatang, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) optimistis bisa terus mengucurkan kreditnya. Bank berpelat merah ini menargetkan untuk bisa mengucurkan kredit baru hingga Rp 30 triliun di tahun 2011 atau tumbuh 17 persen dibandingkan tahun 2010.

Tahun 2010 kucuran kredit sebesar Rp 21 triliun, untuk kredit baru tahun 2011 ini kita akan optimistis bisa lebih besar.
-- Iqbal Lantaro

Menurut Direktur Utama Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Iqbal Latanro, rencana ini sudah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2011 yang telah disampaikan ke Bank Indonesia (BI). Tahun ini BTN pun lebih berani untuk berekspansi dengan pengucuran kredit baru tahun yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Tahun sebelumnya sebesar Rp 21 triliun, maka untuk kredit baru tahun ini kita akan optimistis bisa lebih besar," kata Iqbal Latanro, di Bursa Efek Indonesia, Senin (3/1).

Salah satu pendukung dana dari ekspansi kreditnya, menurut Iqbal diperoleh melalui sekuritisasi aset Kredit Investasi Kolektif-Efek Beragunan Aset (KIK-EBA) yang ditargetkan akan mencapai Rp 1 triliun.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Laba Bersih Summarecon Rp 230 Miliar

Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Johanes Mardjuki memperkirakan proyeksi laba bersih pada akhir 2010 mencapai Rp230 miliar, karena perseroan aktif melakukan penjualan rumah di tiga kawasan.

Aktifnya penjualan rumah di Summarecon Kelapa Gading, Serpong, dan Bekasi akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik.
-- Johanes Mardjuki

"Aktifnya penjualan perumahan di Summarecon Kelapa Gading, Serpong dan Bekasi akibat pertumbuhan ekonomi nasional yang terus membaik," katanya di Jakarta, Jumat.

Menurut Johanes Mardjuki, penjualan rumah di kawasan Summarecon Bekasi mencatat fenomena baru, permintaan sangat besar sehingga penawaran 475 unit rumah sudah habis terjual. "Selain itu perusahaan properti itu juga mencatat prestasi penjualan rumah di Summarecon Serpong, sekurangnya sebanyak 1.300 orang antre memperebutkan 450 unit rumah dari dua klaster, yaitu Canary dan Grisea," katanya.

Proyeksi laba bersih perusahaan itu pada kuartal tiga mencapai Rp170 miliar, dan jumlah ini meningkat sekitar 40 persen dari periode tahun lalu Rp121 miliar. "Karena itu potensi pendapatan dari penjualan kali ini akan berkisar di atas angka Rp200 miliar," ujarnya.

Menurut dia, penjualan Summarecon di kuartal kedua 2010 mencapai angka Rp938 miliar, tertinggi dibanding angka penjualan properti dari para kompetitor lainnya. "Melihat fakta ini, tidak salah jika pada akhir tahun nanti, target penjualan sebesar Rp1,6 triliun akan terlewati," tegasnya.

Perusahaan itu juga memperoleh keuntungan dari bisnis pusat perbelanjaan, dengan posisi terbesar masih dipegang oleh Sentra Kelapa Gading yang menghimpun Mal Kelapa Gading, Gading Food City, dan La Piazza.

Pada tahun 2011, perusahaan itu akan meluncurkan Menara Satu Sentra Kelapa Gading, sebuah gedung perkantoran modern dengan luas total 29.335 meter persegi.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Hiramsyah S Thaib: Padukan Properti dan Infrastruktur

Di tangan Hiramsyah S Thaib, Bakrieland makin berkibar. Bahkan Bakrieland kini memadukan bidang properti dan infrastruktur.

Kami membangun kawasan properti terpadu, terintegrasi. Mengapa? Kalau kita lihat saat ini Bandung dan Puncak sudah tak mampu lagi menampung masyarakat yang berakhir pekan. Karena itulah perlu kawasan properti wisata terpadu.
-- Hiramsyah S Thaib

Hiramsyah lahir di Jakarta 7 Mei 1962 sebagai anak pertama dari enam bersaudara. Kakek Hiramsyah seorang perintis kemerdekaan, yaitu Mr Budhyarto Martoatmodjo. Ia mengenyam pendidikan TK, SD Besuki, SMP Negeri I, SMA Negeri III di Jakarta. Hiramsyah melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Arsitektur ITB pada tahun 1981.

Hiramsyah menjabat Presiden Direktur dan CEO PT Bakrieland Development Tbk sejak April 2007. Sebelumnya HIramsyah menjabat CEO PT Bakrie Capital Indonesia (Maret 2005-April 2007), Komisiaris Bakrieland (Mei 2006-April 2007).

Sebelum bergabung di Grup Bakrie, Hiramsyah menjabat Presiden Direktur PT Bank Tabungan Pensiunan Nasiona (September 2004-Maret 2005)l, Presiden Komisaris PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (2003-September 2004), Presiden Direktur dan CEO PT Bakrie Nirwana Resort (1997-2004), dan Wakil Presiden Bakrieland (1997). Hiramsyah juga pernah menjadi Senior Business Manager RegionalCommercial Banking Area 1 PT Bank Niaga Tbk (1997).

Sebagai Presiden Direktur dan CEO PT Bakrie Nirwana Resort (BNR), Hirmasyah berhasil menyelesaikan restrukturisasi keuangan PT BNR di IBRA (Indonesia Banking Restructuring Agency) 1 Juni 2001 dengan memberi jalankeluar atas obligasi finansial PT BNR yang berkaitan dengan kreditor, kontraktor, supplier, dan pihak ketiga lainnya. Di sini, Hiramsyah melakukan restrukturisasi operasionalisasi perusahaan, termasuk mengembangkan penjualan dan keuntungan perusahaan, program efisiensi biaya, memecahkan problem dan masalah hukum.

Di Bakrieland, Hiramsyah dan tim bisnisnya sukses memenangkan penghargaan nasional dan internasional dalam bidang properti.

Hiramsyah juga aktif dalam organisasi. Saat ini ia menjabat Wakil Presiden Komite Regulasi Bidang Properti dan Kawasan Industri KADIN sejak tahun 2008. Sebelumnya Hiramsyah juga anggota kelompok kerja Komite Standarisasi Sumber Daya Manusia Pariwisata, Kementerian Budaya dan Pariwisata (2002-2008), Ketua Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia (2001-2005), Dosen Tamu di ITB, Universitas Gunadharma, UI, Universitas Pembangunan Nasional, dan Sekolah Manajemen Bakrie (1999-2007).

Hiramsyah pernah meraih penghargaan Outstanding Entrepreneurship - Asia Pacific Entrepreneurshiop Award (2009), Rising Star CEO, Potential CEO Category - Business Review Award (2008), Outstanding Entrepreneur Award - Asia Pacific Entrepreneur Award (2008), The Best CEO - Bisnis Indonesia (2008), Essential Who's Whi of Top Personality List 2004 - Maria Lukito's Bureau Chief, Society, Indonesia Tatler, Jakarta (2004).

Hiramsyah juga membawa perusahaannya meraih penghargaan, yaitu 2009 Best GCG Most Improved Category, Indonesia Institute for Corporate Directorship (IICD) & Business Review – 2009 GCG Award (2009), Rank # 1, Environment Category in Property & Infrastructure Sector (Bali Nirwana Resort) (2009), Social Department of RI & Corporate Forum for Community Development (CFCD) – Indonesia CSR Award (2008), The Best 3 in Real Estate Category – Indonesian Financial Report Award (IFRA) 2008, Top Rank, 2007 Annual Report Award for Listed Private Non Finance Company Category - Capital Market Supervisory Agency, in cooperation with Indonesia Stock Exchange, Bank Indonesia, Ministry of State-Owned Enterprise.

Hiramsyah juga membawa Bakrieland meraih National Committee for Good Corporate Governance, The Indonesian Institute of Accountants and Directorate General of Tax (2008), The Best Listed Company of Property and Real Estate Category 2008 – Bisnis Indonesia Award (2008), The Best Apartment Concept Based on Independent Survey - Strategic Property Intelligence Centre (PSIP) (2007), Nirwana Bali Golf Course as the Best Golf Course in Asia – Asian Golf Monthly Awards, Singapore (2004).

Berikut wawancara Robert Adhi Ksp dari Kompas.com dengan Hiramsyah S Thaib, Presiden Direktur dan CEO Bakrieland Development.

Sejak kapan Anda bergabung di Grup Bakrie?

Saya bergabung di Grup Bakrie sejak tahun 1997. Sebelumnya saya di Bank Niaga. Spesialisasi saya melakukan rekapitalisasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Ketika pada tahun 1997 terjadi krisis ekonomi, saya sebagai CEO Bali Nirwana berhasil membangkitkan kembali Bali Nirwana dan berhasil.

Setelah itu saya diminta menjadi CEO Bakrie Capital, membantu melakukan rekapitalisasi banyak perusahaan lainnya di Grup Bakrie. Alhamdullilah, banyak hasilnya. Sebelumnya saya juga jadi CEO BTPN melakukan hal seperti ini. Jadi spesialisasi saya memang melakukan rekapitalisasi untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

Apa yang Anda benahi?

Tahun 2007, saya diminta membenahi Bakrieland, menjadi CEO Bakrieland Development. Kondisinya pada saat itu, tidak terlalu terpuruk tapi tidak optimal. Pada Desember 2006, posisi Bakrieland di urutan ke-10. Dalam satu tahun, setelag proses rights issue, posisi Bakrieland nomor satu.

Apa kiat Anda membuat Bakrieland berkibar?

Tugas CEO itu sebetulnya ada tiga. Yaitu membuat visi dan misi perusahaan, membentuk winning team, dan memiliki networking.

Jadi tugas saya adalah membuat visi misi. Setelah itu membentuk winning team. Jadi saya harus mampu membentuk tim yang tangguh dan memiliki jaringan yang kuat. Kalau tiga tugas itu sudah dikerjakan dengan baik, perusahaan sudah bisa terbang.

Khusus Bakrieland, perusahaan ini tidak hanya tumbuh, tapi melesat secara ekstrem. Bukan hanya 10 persen, kalau cuma itu artinya biasa-biasa saja, tapi tumbuh hingga dua digit.

Kiat sukses perusahaan juga ada pada winning team dan CEO-nya. Leadership itu sangat penting. Seorang CEO akan memberi warna sangat besar pada perusahaan. Jadi CEO dan winning team sangat dibutuhkan dalam perusahaan. Tugas utama saya membentuk tim tangguh. CEO yang andal saja tidak cukup, karena itu dibutuhkan juga tim yang kuat.

CEO yang dibutuhkan bukan CEO betipe star atau bintang, tapi CEO transformator. Sebab jangan sampai CEO pensiun atau meninggalkan perusahaan, perusahaan itu redup lagi.  Tantangan CEO saat ini adalah bagaimana ketika meninggalkan perusahaan, ia memberi kemudahan kepada penggantinya untuk tetap menghidupkan perusahaan.

Bakrieland menggabungkan konsep properti dan infrastruktur. Bagaimana konsep ini sebenarnya?

Bakrieland merupakan model yang unik. Kita tak sekadar pemain properti tradisional, tetapi juga pemain properti terintegrasi karena kami menggabungkan jalan tol dengan bisnis properti. Mungkin pengusaha lain tidak terpikir soal ini, tapi Bakrieland melakukannya.

Kalau dulu orang selalu menyebut kunci sukses bisnis properti adalah lokasi prima, lokasi prima, lokasi prima. Tapi saat ini, saya kira lokasi menjadi prima jika aksesnya bagus. Jadi Bakrieland harus dapat mengontrol akses sehingga dapat mengontrol properti yang dibangun. Infrastruktur transportasi seperti jalan tol, yang kami jalankan.

Bayangkan, lahan di sepanjang jalan tol, saat dibebaskan harganya Rp 10.000 per meter persegi. Kita diamkan saja dalam tiga tahun harganya sudah naik 10 kali lipat. Apalagi kalau kami kembangkan menjadi sesuatu yang punya nilai tambah untuk masyarakat setempat.

Memang Jasa Marga juga masuk bisnis properti. Mereka membangun jalan tol, lalu membangun perumahan di sekitar jalan tol. Jasa Marga belajar dari Bakrieland. Saya memang pernah bicara di depan Jasa Marga. Tapi bagi saya itu tak masalah. Saya menganut paham mentalitas kelimpahruahan. Kalau kita bagi ilmu, harga kita tidak berkurang, tapi malah akan bertambah.

Jadi tak usah takut berbagi ilmu. Jasa Marga bukan saingan Bakrie Toll Road karena Indonesia masih butuh sepuluh perusahaan seperti Jasa Marga. Indonesia butuh banyak investor jalan tol.

Mengapa Bakrielad menggarap jalan tol?

Mengapa Bakrieland masuk bisnis jalan tol, karena kami ingin membuktikan Bakrieland membangun secara terpadu. Selama ini pembangunan jalan tol dianggap parsial. Padahal jika dibangun secara terintegrasi, akan menaikkan nilai tambah. Misalkan kami membebaskan lahan untuk jalan tol, kami akan membangun potensi yang ada di sana, ekonomi setempat tumbuh sehingga masyarakat sekitar jalan tol dapat menikmati manfaatnya.

Selama ini kan hanya lewat saja. Nah, kami punya pendapat berbeda. Jika kami bangun jalan tol, maka masyarakat sekitar harus menikmati nilai tambahnya.

Jalan tol mana saja yang akan digarap Bakrieland?

Kami akan membangun jalan tol Bogor-Sukabumi-Bandung. Jalan tol ini akan melewati properti yang dbangun Bakrieland, yaitu Bogor Nirwana dan Lido. Kami juga sudah menggarap Kanci-Pejagan.

Apa yang akan dikembangkan Bakrieland di sekitar jalan tol itu?

Potensi yang akan dikembangkan di sana adalah sektor pariwisata, perkebunan, dan kehutanan. Kami akan mendesain kawasan ini sehingga tertata dengan baik. Kami tak mau mengulangi kegagalan Puncak, di mana pembangunan di Puncak merusak DAS Citarum. Kami membuat masterplan di sana, termasuk rencana membangun destinasi wisata.

Dan karakter yang tepat adalah semacam Disney Mountain. Selama ini yang kita kenal adalah Disney Land dan Disney Sea. Tapi di kawasan Lido, kami punya mimpi membangun semacam Disney Mountain dengan theme park. Luasnya bisa mencapai 5.000 hektar. Selama ini kan rata-rata sekitar 200 hektar sampai 200 hektar. Tapi di Lido, luasnya sampai lima ribu hektar, terluas di dunia. Kami akan bangun dari Bogor Nirwana terus ke Lido dan Sukabumi.

Mengapa Bakrieland membangun properti wisata di sini?

Bakrieland saat ini memiliki bank tanah terbesar di Indonesia. Kami memang punya rencana membangun kawasan properti wisata dari Bogor Nirwana ke Sukabumi. Kami bangun jalan tolnya, sekaligus kawasan propertinya. Ini akan dikembangkan dari Ciawi, Sukabumi hingga Bandung. Kami mengambil alih tanggung jawab Puncak dan Bandung . Jadi perlu dibangun destinasi baru untuk wisata.

Kami membangun kawasan properti terpadu, terintegrasi. Mengapa? Kalau kita lihat saat ini Bandung dan Puncak sudah tak mampu lagi menampung masyarakat yang berakhir pekan. Karena itulah perlu kawasan properti wisata terpadu. Dan saya kira hiburan merupakan salah satu kebutuhan manusia modern saat ini, selain kesehatan dan pendidikan. Kebutuhan dasar manusia sandang, pangan, papan, harus ditambah tiga poin ini.

Kita tidak ingin kecolongan dari Singapura. Saya sedih ketika tahu Singapura bangun Universal Studio. Pangsa pasar mereka kan orang-orang Indonesia juga. Jadi sudah waktunya Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbanyak di Asia Tenggara, memberdayakan ekonomi rakyat.

Dan kebutuhan hiburan masyarakat Indonesia harus dipenuhi, salah satunya dengan membangun kawasan ini. Pasarnya tetap masyarakat Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi ditambah Puncak, Sukabumi, Cianjur. Konsep megapolitan ini tak bisa dilawan karena tren dunia ke arah sana, seperti Tokyo, Los Angeles, London dan lainnya.

Bakrieland sudah membangun The Jungle, water park di Bogor. Perhitungan awal, payback sampai lima tahun. Tapi ternyata dalam dua tahun sudah payback. Jadi saya optimistis ini akan berhasil karena kebutuhan hiburan merupakan kebutuhan dasar.

Ini bagian dari tanggung jawab kepada bangsa untuk menyediakan hiburan yang mendidik. Jadi kami akan membangun edutainment, gabungan edukasi dan hiburan. Edutainment masih sangat kurang. Kalau kami hanya membangun kawasn hiburan saja tapi tidak edukatif, sayang sekali.

Lokasinya strategis, berada di antara dua hutan lindung, Pangrango dan Salak Halimun. Kami bertujuan mendukung pelestarian lingkungan.

Bakrieland kini makin agresif, termasuk mengembangkan superblok Rasuna Epicentrum di Kuningan Jakarta...

Bakrieland sebagai perusahaan properti terpadu, yang menggabungkan properti dengan infrastruktur jalan tol dan air bersih.

Kalau kita bicara soal properti, Bakrieland fokus ke perumahan baik vertikal maupun horisontal. Pembangunan perumahan vertikal pada saat ini tak bisa dihindari mengingat jumlah penduduk terus bertambah, sementara harga tanah makin mahal. Apalagi di Jakarta, kebutuhan perumahan vertikal mendesak.

Saat ini berkembang pembangunan superblok, one stop living di satu kawasan yang memiliki fasilitas lengkap, sejak bangun tidur, pergi ke sekolah, ke kantor, ke mal, sampai ke rumah sakit dan lainnya. Ini tuntutan zaman sekarang, terutama di kota besar seperti di Jakarta. Daripada berangkat kerja butuh dua jam, lalu pulang ke rumah dua jam, lebih baik tinggal di apartemen di tengah superblok dengan fasilitas lengkap. Pergi ke kantor butuh 10 menit, pulang 10 menit. Ini meningkatkan kenyamanan.

Sebenarnya Bakrieland sudah mulai membangun superblok Rasuna ini sejak tahun 1980-an. Kami yang pertama di Jakarta yang membangun superblok. Sampai sekarang kami sduah membangun 17 menara yang dihuni 12.000-an warga. Ini superblok terbesar dan terluas di Jakarta, bahkan di Indonesia, dengan luas 60 hektar. Tapi saat krisis ekonomi 1997, pembangunan terhenti. Setelah mulai sehat kembali, pembangunan superblok Rasuna Epicentrum dimulai lagi.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Sentul City Bangun Jalur Khusus Sepeda

Sentul City tengah membangun jalur khusus bersepeda di jalan utama kawasan dan jalan utama klaster-klasternya. Pengerjaan jalur tersebut sudah dilakukan sejak dua hari lalu. Saat ini juga tengah disurvai jalan untuk jalur sepeda ekstrem untuk penggemar bersepeda cross country.

Sentul City mengembangkan "bike ride park" yang terintegrasi dengan "eco-park".
-- Andrian Budiutama

Direktur Perencanaan Pengembangan Sentul City Andrian Budiutama, Rabu menjelaskan, bersamaan dengan peningkatan jalan-jalan utama kawasan, memang sekaligus dibuat jalur bersepeda. Sekarang ini marka-marka jalur sepeda sedang dikerjakan di Jalan Thamrin dari depan kantor pemasaran kami sampai gerbang utama kawasan perumahan, kurang lebih sepanjang 20 kilometer kiri kanan jalan katanya.

Ia menjelaskan, jalur sepeda itu akan dibuat sampai masuk jalan utama kawasan perumahan dan jalan utama di klaster-klaster-nya. Tujuan pembuatan jalur sepeda ini agar semua pengguna jalan dapat nyaman dan aman saat melintas.

"Warga masyarakat penggemar sepeda makin banyak yang bersepeda di jalan-jalan Sentul City. Nanti jalur sepeda ini sampai ke klaster Habiture. Berkaitan dengan ini juga, peningkatan jalan, selain berupa pengaspalan ulang, juga ada yang akan dilebarkan," katanya.

Andrian menambahkan, Sentul City memang akan mengembangkan bike ride park yang terintegrasi dengan eco park, yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan.

Selain tengah dibuat jalur sepeda di jalan raya, jalur sepeda ekstrem down hill sudah ada. Namun memang tidak terlalu dipublikasikan ke masyarakat karena jalurnya masuk ke klaster pemukiman, yaitu diklaster Taman Venesia. Panjang jalurnya sekitar 1,2 kilometer, dengan sejumlah rintangan.

"Kalau yang akan mengunakannya rombongan atau untuk pertandingan, silakan menghubungi kami di Taman Budaya. Kalau cuma satu dua orang, memang agak sulit diizinkan untuk menggunakannya karena menyangkut keamanan," kata Edo Marbun dari Taman Budaya Sentul City.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!