Rabu, 01 Februari 2012

Waspada, Pembersih Rumah Bisa Sebabkan Kanker

detail berita
Foto: Pembersih rumah/ daliahousecleaning.com
JAKARTA - Menjaga kebersihahan dalam rumah merupakan hal mutlak yang dilakukan setiap penghuni rumah. Terlebih jika memiliki anak balilta, tidak hanya kebersihan saja yang perlu dijaga, tetapi juga keamanan dalam rumah.

Menyoal kebersihan, pasti erat dengan penggunaan cairan pembersih dan alat kebersihan lainnya. Namun tahukah Anda ada kaitan yang erat antara pembersih rumah dan kesehatan penghuninya?

Anda sebagai penghuni rumah sebaiknya tidak hanya waspada di bagian-bagian kotor pada rumah yang berpotensi sebarkan penyakit. Tetapi harus berhati-hati juga terhadap produk pembersih rumah, yang kerap menimbulkan penyakit seperti kanker lantaran racun yang terpapar dan menyebar tanpa Anda ketahui.

untuk itu, ketahuilah produk pembersih rumah seperti apa yang berpotensi menyababkan kanker, seperti yang dikutip dari situs TLC, Selasa (31/1/2012):

1. Penyegar ruangan.
Penyegar ruangan atau yang lebih dikenal dengan air freshner ternyata cukup bahaya untuk kesehatan paru-paru. Satu kaleng air freshner mengandung zat kimia naphthelene dan formaldehyde. Untuk itu, hindari pemakaian penyegar ruangan secara berlebihan, jika memang harus menyemprot, lebih baik mencampurkan air yang telah dicampurkan essential oil sebelumnya agar tetap alami.

2. Perlengkapan seni.
Biasanya, rumah yang ditempati oleh balita penuh dengan peralatan seni seperti peralatan menggambar dan melukis. Perlu Anda ketahui, pada alat menggambar seperti lem, cat akrilik, spidol, dan alat lainnya terdapat racun Carcinogens yang berbahaya.

3. Perlengkapan Otomotif.
Kebanyakan dari perlengakapn otomotif, baik itu pembersih atau pun spare part, banyak mengandung racun. untuk itu, jauhkan mereka dari dalam rumah, kalau perlu, bikin tempat khusus untuk menyimpat perlatan tersebut diluar rumah agar potensi racun dihirup lebih rendah.

4. Lilin pewangi.
Siapa yang tahu, aksesoris yang memiliki efek menenangkan ini mengandung racun yang terdapat pada campuran pewangi artifisial ketika lilin dibakar? Anda bisa mengeliminir dampaknya dengan mengganti lilin pewangi dengan lilin biasa yang terbuat dari beeswax dengan kapas yang lebih alami.


Sumber : www.property.okezone.com/waspada-pembersih-rumah-bisa-sebabkan-kanker

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!


Pavilion Tiga Dimensi dari Tali Tambang

detail berita
foto: Eco Pavilion Mexico/Archdaily-Yoshihiro Kaitani
MEKSIKO - Meksiko sepertinya menjadi salah satu negara yang paling sering menyelenggarakan kompetisi dalam dunia desain arsitektur. Museum Eco Experimental di  Meksiko misalnya, setiap tahun mengadakan sebuah kompetisi mendesain paviliun yang ramah lingkungan.

Tahun lalu mereka mengadakan kompetisi yang sama untuk mendesain sebuah paviliun pada halaman kecil di sebuah bangunan rumah yang telah berdiri sejak tahun 1953. Rumah tersebut merupakan hasil rancangan seniman Matthias Goeritz. Pada perhelatan tersebut sebuah lembaga arsitek di Meksiko MMX Studio, berhasil memperoleh juara pertama. Demikian seperti dikutip dari laman Archdaily, Senin (31/1/2012).

Desain yang mereka buat tidak berusaha menciptakan sebuah karya paviliun baru yang berdiri tunggal di atas lahan yang luas, tetapi lebih memperkuat pemanfaatan aset berupa lahan kecil pada teras bangunan dan membuat percobaan arsitektur yang disesuaikan dengan bangunan aslinya.

Hasilnya cukup menakjubkan. Sebuah paviliun yang terbuat dari tali tambang yang saling dihubungkan, hingga dapat membentuk paviliun yang terkesan lapang meskipun dibuat di atas lahan sempit. Dengan menggunakan tali yang dijulur membentuk seperti tenda, berhasil mendorong perspektif baru akan sebuah paviliun yang mudah dibuat tapi tetap fungsional.

Desain ini juga disebut sebagai permukaan tiga dimensi baru, yang mana dikarenakan sinar matahari yang memantul ke dalam paviliun dapat menciptakan dua refleksi atau bayangan sekaligus dari orang-orang yang berjalan di dalamnya.


SUmber : www.property.okezone.com/pavilion-tiga-dimensi-dari-tali-tambang

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!


Siasati Ruang Sempit Agar Terasa Lega

JAKARTA - Urusan menata interior rumah yang berukuran kecil memang gampang-gampang susah. Banyak perabotan yang ingin Anda tempatkan di dalam rumah, tapi tidak mencukupi ruang. Atau, Anda tidak ingin menempatkan banyak perabotan, tapi barang-barang tersebut sangat dibutuhkan, misalnya untuk tempat penyimpanan atau fungsi lainnya.

Sebutlah sebuah kamar tidur ukuran pas-pasan 2×3 meter. Banyak fungsi harus diemban sekaligus dalam kamar mungil ini. Mulai dari kasur untuk tidur, pakaian, buku-buku sampai peralatan yang menyangkut pekerjaan dan hobi. Ataupun pada ruang tamu yang tidak luas, tetapi harus dijejali banyak perabotan seperti kursi dan meja tamu, televisi, rak buku, pajangan, dan lain-lain.

Bahkan mungkin saja untuk meja dan kursi makan di ruang makan pun Anda harus memilih yang sesimpel dan seminimalis mungkin dalam hal bentik dan ukurannya. Begitulah kira-kira kesulitan yang dialami para pemilik rumah kecil atau apartemen tipe studio. Tapi, Anda tidak perlu terlalu pusing dan khawatir, karena ada beberapa cara jitu yang bisa Anda terapkan. Seperti yang dijabarkan berikut ini dikutip dari laman Annahape, Senin (30/1/2012).

1. Menyiasati Sedari Awal
Anda perlu menyiasati sejak awal sebelum menghuni rumah yang kecil, yakni dengan memperhitungkan dan membuat daftar sejak awal apa saja barang-barang yang akan Anda izinkan masuk dalam rumah atau dalam sebuah ruangan. Yang dimaksudkan di sini adalah barang-barang non furnitur dan furnitur. Non furnitur misalnya pakaian, peralatan sekolah atau kantor dan peralatan dapur. Sedangkan furnitur adalah tempat dimana barang-barang non furnitur akan diletakkan, selain juga menampung fungsi lain.

Dengan begitu Anda tahu bahwa tidak ada barang yang tidak mempunyai tempat. Selain itu, Anda juga tahu lebih detail furnitur jenis apa, ukuran dan fungsinya yang memenuhi kriteria Anda. Misalnya, untuk lemari Pakaian. Dengan daftar yang telah Anda buat tersebut, Anda sudah dapat membayangkan kira-kira berapa ukuran lemari pakaian serta pembagian laci dan ruang di dalam lemari.

2. Mendesain Bagian Dalam dan Luar
Pada intinya adalah ketika Anda memikirkan sebuah furnitur, Anda harus mempertimbangkan dua hal, yaitu desain bagian dalam dan bagian luar. Menjatuhkan pilihan pada tampak luar saja, baru menyelesaikan setengah masalah. Anda juga harus mempertimbangkan fungsi pada bagian dalamnya.

Contohnya adalah ketika Anda ingin menggunakan kitchen set. Sebaiknya dibicarakan dengan arsitek rumah Anda mengenai desainnya yang sesaui dengan ukuran ruang. Banyak hal yang harus Anda bicarakan, seperti mengenai barang-barang yang akan disimpan di dalam kabinet lemari, mana yang sering dan jarang dipakai, serta, aktivitas memasak apa saja yang cukup sering dikerjakan. Dengan cara itu dapat dikatakan desain yang baik memenuhi dua unsur, yaitu indah di bagian luar, dan fungsional di bagian dalamnya.

3. Storage dan Lemari Built-in (rakitan)

Lemari built in atau rakitan adalah lemari yang dipasang pada ceruk sebuah tembok, sehingga permukaan lemari sejajar dengan keseluruhan dinding atau tembok. Lemari built-in yang di desain sampai langit-langit rumah akan menyediakan ruang yang cukup besar, namun kehadirannya tidap perlu membuat ruangan menjadi sempit.

Anda dapat menggunakan seperti karya seorang desainer Jerman, Wogg yang mana dia mencoba memperlihatkan sebuah lemari built-in yang dipasang di ruang tamu atau ruang keluarga pada sebuah rumah kecil. Lemari itu difungsikan sebagai storage atau tempat penyimpanan barang-barang yang sering dipakai ke luar rumah, seperti sepatu, topi dan jas hujan atau payung. Semuanya barang-barang remeh temeh yang kerap mengganggu interior karena tidak ditata dengan baik.

4. Jangan Membeli Furnitur Jadi
Memanfaatkan jasa desainer interior mungkin di luar pertimbangan Anda, sementara mengisi dan menata rumah sudah mendesak. Sebaiknya Anda tidak pergi ke toko furnitur yang siap menjual barang jadi. Anda dapat mencari pengrajin furnitur atau pembuat lemari. Diskusikanlah dengannya  mengenai detail fungsi-fungsi bagian dalam dari furnitur yang Anda pesan. Sampaikanlah ukuran dan jumlah barangnya secara tepat.

Dengan demikian  tidak ada barang yang tercecer karena tidak punya tempat. Atau ukuran furniturnya serba tanggung sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal. Rumah mungil Anda pun tetap terlihat rapi, fungsional dan tentu saja nyaman.


Sumber : www.property.okezone.com/siasati-ruang-sempit-agar-terasa-lega

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!


Djan Faridz: Tanpa BTN, Targetnya Tetap 170 Ribu Rumah!



JAKARTA, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz dengan penuh optimistis menjawab kekhawatiran banyak pihak ihwal program KPR dengan FLPP jika berjalan tanpa BTN. Menpera Djan Faridz mengatakan, target 170 ribu unit rumah tetap bisa tercapai dengan atau tanpa BTN.

"Dengan atau tidak dengan BTN, penambahan atau tidak dengan penambahan, kita targetnya ada 170 ribu unit rumah, dan akan terus dinaikkan sampai 200 ribu unit rumah," kata Djan Faridz, seusai rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Djan Faridz menambahkan, bila ada kekhawatiran bank lainnya tidak bisa menjalankan FLPP, hal itu hanya persoalan pemahaman sistem penyalurannya.

"Bank itu belum mengerti bagaiman penyalurannya. Tapi, sudah kami beri tahu dan mereka siap dengan bunga sekitar 6-7 persen. Semuanya seragam," lanjutnya.

Menpera berharap, dalam waktu dekat proses PKO (Perjanjian Kerjasama Operasional) dengan empat bank BUMN, yakni BTN, BRI, BNI 46, dan Bank Mandiri segera selesai.

"DPR meminta akhir Februari penundaan FLPP segera berakhir. Sekarang masih tahap negosiasi proposal, kalau besok selesai, ya, FLPP bisa jalan lagi," ujarnya.

Selama ini, BTN dikenal sebagai bank penyalur FLPP terbesar sebanyak 90 persen. Menurut Ali Tranghanda, Direktur Indonesia Property Watch (IPW), apabila FLPP berjalan tanpa melibatkan BTN, dikhawatirkan kesiapan bank lain belum ada.

Ali mengatakan, apabila FLPP berjalan dua minggu lagi, maka FLPP baru dapat aktif tiga bulan kemudian untuk menunggu kesiapan bank-bank lain menyiapkan infrastruktur. Bagi BTN, lanjut Ali, bila tak ikut terlibat dalam FLPP, maka mengalami kolaps.

"Ia akan mati supply dan demand-nya, karena dia penyalur paling besar. Bisnis dia 90 persen dari subsidi penyaluran rumah rakyat. Jika benar, maka ini akan mengganggu stabilitas pertumbuhan rumah nasional," ujarnya.



Sumber : www.properti.kompas.com/Djan.Faridz.Tanpa.BTN.Targetnya.Tetap.170.Ribu.Rumah.

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!

DPR: Kemenpera Tak Mau Rakyat Berumah Layak?



JAKARTA, DPR meminta Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera) untuk benar-benar mendengarkan dan memperhatikan keluhan masyarakat yang kini tengah mengajukan kepemilikan rumah serta para pengembang yang tengah membangun perumahan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Kebijakan Kemenpera menunda Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) hingga akhir Januari ini membuat masyarakat terhambat memiliki rumah yang laik sebagai tempat tinggalnya.Demikian dikatakan anggota Komisi V DPR Hetifah Sjaifudian dalam Rapat Kerja Komisi V DPR RI de

ngan Kemenpera, Selasa (31/1/2012). Di satu sisi, kata Hetifah, pemerintah mengehendaki agar bank menetapkan bunga kredit yang tidak jauh dari tingkat suku bunga SBI. Di sisi lain, masih ada beberapa bank yang menetapkan bunga kredit hingga bahkan 8,22 persen seperti bank BTN.

Hetifah berpendapat, penundaan tersebut menghambat mayoritas masyarakat yang sedianya akan difasilitasi oleh FLPP, terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Demikian pula dengan pengembang, yang terpaksa harus menghentikan sementara pembangunan karena ketiadaan kucuran dana dari bank.

"Ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi. Penundaan FLPP berdampak luas, menghilangkan pekerjaan karena proyek terhenti, pengembang rugi, masyarakat kecewa dan mengeluh," kata Hetifah kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (1/2/2012).

"Menpera harus memperhatikan ini agar kepercayaan publik tidak terus menurun. Apalagi, sudah mulai ada keluhan dan tuduhan, apakah Menpera tidak ingin MBR memiliki rumah yang layak? Apakah Menpera sudah berbohong dengan janjinya akan menyediakan fasilitas pembiayaan untuk kepemilikan rumah?," kata anggota Fraksi Partai Golkar ini.

Menurutnya, ada masalah dalam komunikasi antara Kemenpera dengan bank-bank yang harus segera diselesaikan. Perundingan juga semestinya sudah dapat dilakukan dan dirampungkan sejak Desember tahun lalu agar FLPP dapat cepat bergulir lagi.

Akibat berlarut-larutnya penyelesaian kesepakatan ini, masyarakat dan kelompok pengembang dirugikan.

"Jika demikian, mengapa tidak dipakai PKO (perjanjian kerjasama operasional) tahun lalu untuk menghindari backlog?" katanya.


Sumber : www.properti.kompas.com/DPR.Kemenpera.Tak.Mau.Rakyat.Berumah.Layak.

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!


DPR Bakal Panggil BTN



JAKARTA,Komisi V DPR RI mengagendakan akan memanggil PT. Bank Tabungan Negara (BTN), Tbk untuk menyampaikan alasannya tidak mau menurunkan suku bunga KPR untuk Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Hal itu dikatakan anggota Komisi V DPR RI Epyardi Asda, saat rapat koordinasi DPR dengan Kemenpera di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

"BTN itu Perseroan Terbatas, jadi mereka punya tanggung jawab kepada pemerintah. Mereka perlu memberikan penjelasan, karena ikon mereka sebagai bank yang fokus pada perumahan. BTN diharapkan memberi hal-hal yang meringankan, tidak berorientasi pada bisnis saja," ujat Epyardi.

Pemanggilan BTN ini terkait suku bunga FLPP yang belum sejalan antara pihak bank dan Kemenpera. Dalam penjelasan kepada DPR, Menpera Djan Faridz meminta suku bunga FLPP sebesar 6 - 7 persen. Sementara, bank BTN masih menawarkan suku bunga 8,22 persen.  

"BTN ini masih ngotot tak mau turun karena manja jadi partner kita terlalu lama," kata Djan Faridz.

Anggota Komisi V DPR Riswanto Tony DK juga mengungkapkan, jika BTN tidak mau menurunkan suku bunga, maka Kemenpera dapat melepas BTN dan menawarkan kepada bank penyalur lainnya.

"Bank BRI saja berani 7,12 persen, lalu BNI berani di suku bunga 6,35 persen," kata dia.

Sementara, Ali Tranghanda, Direktur Indonesia Property Watch (IPW) berpendapat, apabila FLPP berjalan tanpa melibatkan BTN, dikhawatirkan kesiapan bank lain belum ada. Menurutnya, apabila berjalan 2 minggu lagi, maka FLPP baru dapat aktif tiga bulan lagi menunggu kesiapan bank-bank lain menyiapkan infrastruktur.

Bagi BTN, bila tak ikut terlibat dalam FLPP maka akan mengalami kolaps. "Ia akan mati supply dan demand-nya. Karena dia penyalur paling besar. Bisnis dia 90 persen dari subsidi penyaluran rumah rakyat. Jika benar, maka ini akan mengganggu stabilitas pertumbuhan rumah nasional," ujarnya.


Sumber : www.properti.kompas.com/DPR.Bakal.Panggil.BTN

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!


Menpera Janji Hapus Biaya Perumahan



JAKARTA, Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz menjanjikan penghapusan biaya-biaya perumahan yang muncul dalam penjualan rumah. Penghapusan biaya ini sekaligus menjawab protes para pengembang mengenai harga rumah tipe 36 bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Masalah rumah tipe 36 itu adalah masalah harga. Ada biaya-biaya diluar harga jual, itu memang memberatkan pengembang dan dibebankan konsumen. Maka, saya akan berusaha menghapus biaya-biaya tersebut," ujar Djan Faridz dalam rapat kerja bersam Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Ia memaparkan, untuk rumah ukuran 36 dengan harga Rp 70 juta, jika harganya naik tetaplah terjangkau. Hal ini disebabkan biaya lain seperti asuransi jiwa dan asuransi kebakaran akan dihilangkan.

"Tadinya asuransi dibebankan ke pembeli sampai Rp 1 juta, belum uang muka mencapai Rp 6 juta, belum harga notarisnya," ujarnya.

Mengenai ukuran rumah tipe 36 yang dikeluhkan pengembang, Djan tetap bersikukuh dengan ketentuan yang tercantum dalam UU No 1 tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman.

"Ini enggak adil buat masyarakat. Masak tidak pernah maju dengan ukuran rumah 21, 28, 32. Saya kira ukuran 36 itu sudah layak," katanya.

Sebelumnya diberitakan, pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) mengajukan judicial review atau peninjauan kembali UU PKP No 1 tahun 2011. Apersi meminta penghapusan pasal 22 ayat 3 tentang pelarangan pembangunan rumah di bawah tipe 36.

Gugatan ini telah diajukan Apersi pada Kamis (26/1/2012) ke Mahkamah Konsitusi. Menurut Ketua DPP Apersi Eddy Ganefo, aturan pasal 22 ayat 3 tersebut menggantung dan tidak menerangkan pasal apapun.

"Saya menganggap ini ayat kecelakaan, karena seharusnya di dalam undang-undang tidak boleh menyebutkan angka. Tapi, di sini disebutkan batasan pembangunan rumah di bawah tipe 36," jelasnya.

Eddy juga tidak bisa menerima alasan pemerintah menerapkan aturan tipe 36 dengan alasan demi kesejahteraan dan keadilan masyarakat.

"Sekarang, kalau rumah tipe 36 anaknya 4, apakah disebut sejahtera, sementara tipe 22 baru menikah? Ini tidak bisa dilihat seperti itu. Harusnya, dalam undang-undang tidak menyebut angka sehingga peraturan pelaksanaan bisa disesuaikan di daerah masing-masing," terang Eddy.


Sumber  : www.properti.kompas.com/Menpera.Janji.Hapus.Biaya.Perumahan

Cari rumah..?? Propertykita Lebih banyak pilihanya...!!