Jumat, 05 Oktober 2012

Investasi, Andika & Ussy Punya Kontrakan 20 Pintu


JAKARTA - Pasangan pengantin baru Ussy Sulistiawaty dan Andika Pratama mengaku mantap berbisnis properti. Hal tersebut dilakukan sebagai tabungan untuk masa depan.

Ussy mengaku, selain apartemen, saat ini pasangan yang menikah Januari lalu tersebut juga memiliki sebidang kebun dan juga rumah kontrakan.

"Rumah kontrakan ada di Ciputat, ada 20 pintu, udah ditempatin," katanya saat berbincang dengan Okezone di Kantor Redaksi Okezone, Jumat (5/10/2012).

Selanjutnya, selain rumah kontrakan, dia juga mengaku memiliki sebuah apartemen yang dibeli Andika sebelum mereka menikah. Apartemen tersebut terletak di bilangan Slipi dan dibeli Andika dengan cara mencicil. "Waktu itu Andika yang beli, cicilannya dua tahun," terangnya.

Dia menuturkan, apartemen tersebut nantinya akan disewakan dan menjadi salah satu investasi. Ussy mengaku tidak lebih memilih rumah sebagai tempat tinggal daripada tinggal di apartemen.

"Saya enggak suka, takut aja kalau tinggal di apartemen," tandasnya singkat. (nia) (rhs)


Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.

Follow Us : @Propertykitacom

Istana Andika-Ussy Padukan Warna Ungu dan Burgundi


JAKARTA - Ussy Sulistiawaty dan suaminya Andika Pratama mengaku lebih memilih tinggal di rumah daripada tinggal di apartemen. Pasangan yang baru menikah Januari lalu itu, kini tinggal di sebuah rumah yang berlokasi di Bona, Jakarta Selatan.

"Pas Andika beli,  rumah kita itu dulunya cluster. Akhirnya  dibongkar, ada yang digedein dan dikecilin," kata Ussy saat berbincang dengan Okezone di Kantor Redaksi Okezone, Jumat (5/10/2012).

Dia mengaku, tidak menggunakan jasa arsitektur dalam merombak tatanan rumahnya. Ide dirinya dan Andikalah yang menjadi acuan untuk menyulap rumahnya menjadi seperti sekarang.

"Warna dasar di dalam rumah ungu dan burgundi. Suka warna hitam juga, jadi perpaduan," jelasnya.

Rumah dengan tiga lantai tersebut dibuat Ussy senyaman mungkin dengan tidak terlalu banyak dekorasi. Ussy menyebutnya gaya minimalis. Dia menuturkan, lantai pertama adalah dapur, garasi, kamar pembantu dan kolam ikan. Menuju lantai kedua terdapat kamar mandi, ruang makan dan ruang keluarga.

Sementara lantai ketiga adalah kamar. Kamar emnjadi ruangan favorit untuk mereka berdua. Saking favoritnya, kadang semua aktivitas dilakukan di dalam kamar. "Sampai kadang makan juga di kamar," katanya tertawa.

Selain menggunakan warna dasar ungu dan burgundi, juga terdapat sedikti warna hitam, warna merah juga menjadi pilihan. Warna merah diakunya terdapat di area sekitar tangga.

Saat ditanya apakah ada ruang khusus untuk menyimpan pernak-pernik koleksi berdua, Ussy menegaskan tidak terlalu menyukai hal-hal detail seperti itu. "Pokonya di rumah tidak terlalu banyak barang-barang, minimlasi aja," tutupnya. (nia) (rhs)



Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.

Follow Us : @Propertykitacom

Kamis, 04 Oktober 2012

PERIZINAN PERUMAHAN: Mayoritas Pengembang Di Cimahi Bermasalah


CIMAHI: Mayoritas pengembang perumahan di Cimahi dianggap bermasalah terutama terkait perizinan dan rekomendasi pembangunan di kawasan Bandung Utara sebagai daerah konservasi alam. 

Ketua Komisi I DPRD Kota Cimahi Achmad Gunawan mengatakan para pengembang nakal itu mayoritas tidak mengantongi izin dari Pemkot Cimahi dan rekomendasi dari Pemprov Jawa Barat sesuai dengan Perda Kawasan Bandung Utara (KBU) No 1/2008.

"Belum apa-apa mereka sudah membuka lahan dan membangun seperti di Kelurahan Cipageran, Citeureup dan kawasan selatan. Pengembang ini seringkali melanggar perjanjian seperti pembangunan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum)," kata Achmad kepada wartawan, Senin (1/10/2012).

Dia menjelaskan banyak pengembang tidak menyediakan lahan khusus untuk pemakaman sebagaimana persyaratan yang telah ditetapkan dan mereka 'lari' setelah pembangunan perumahannya selesai.

Hal itu, sering menimbulkan masalah bagi masyarakat setempat sehingga legislatif selalu menjadi sasaran tembak masyarakat yang kesal terhadap pengembang nakal tersebut.

Dia meminta agar developer tidak membangun sebelum menyelesaikan kewajiban dan perizinan yang berlaku. "Tidak bisa dipungkiri, KBU menjadi sasaran semua pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, mereka tidak memerhatikan keseimbangan lingkungan."

Menurut dia, pemerintah daerah, pengusaha dan pemerhati lingkungan harus memerhatikan KBU sebagai kawasan reservasi yang harus dijaga, tidak bisa terus dieksplorasi untuk pengembangan bisnis.

Saat ini, lanjutnya, permasalahan tata ruang di KBU banyak bersinggungan dengan kawasan bisnis baik sektor wisata dan properti yang berdaya jual tinggi. Namun,  sebagian besar tidak memperhatikan kelestarian alam, bahkan sebagian cenderung merusak.

Peraturan Daerah (Perda) Jawa Barat Nomor 1/2008 tentang Kawasan Bandung Utara (KBU) dan Peraturan Gubernur Nomor 58/2011 jangan sekadar menjadi macan kertas yang berisi aturan-aturan yang galak namun minim tindakan tegas.(k6/msb)


Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.

INSENTIF PEMERINTAH: Pengembang Di Sumut Sulit Raih Dana Prasarana


MEDAN:Pengembang di Sumatra Utara kesulitan memenuhi persyaratan mendapatkan insentif dari pemerintah dalam bentuk dana prasarana, sarana, dan utilisasi pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah Rp4,25 juta per unit.
Ketua Persatuan Pengusaha RealEstate Indonesia (REI) Sumut Tomi Wistan mengatakan adapun persyaraat yang sulit dipenuhi pengembang untuk mendapatkan dana prasarana, sarana, dan utilisasi (PSU) antara lain pengurusan Surat Usaha Jasa Konstruksi (SUJK).
Kesulitan lain, paparnya, Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan daftar pembeli yang  sudah jelas karena pencairan dana PSU pada saat ini dilakukan dengan sistem reimburse atau ganti rugi, sehingga pengembang harus menggunakan dana sendiri.
"Tahun lalu sistem pemberian PSU dengan cara tender dengan kontraktor, tapi sekarang dengan sistem reimburse. Jadi pengembang lakukan dulu, baru di beri PSU," jelasnya, kepada Bisnis, Senin (1/10/2012).
Di sisi lain, dia mengakui persyaratan tersebut cukup aman dan mudah dipantau oleh Kementerian Perumahan Rakyat, sehingga penggunaan APBN guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) memiliki rumah sendiri tepat sasaran.
"Dari organisasi pengembang, saya juga menghimbau kepada teman-teman agar hati-hati dalam pengajuan PSU karena PSU mengunakan dana APBN. Jadi harus ada bukti untuk mempertangungjawabkanya serta ada sanksinya juga," tambahnya.
Mundur
Sulitnya memenuhi syarat PSU itu, ujar Tomy menyebabkan sejumlah pengembang di Sumut yang sudah mengajukan permohonan mendapatkan insentif dari Pemerintah melalui Kementerian Perumahan Rakyat itu akhirnya mengundurkan diri.
"Saya kira ada sekitar 50% pengembang dari total pengembang penerima dana PSU di Sumut yang mengundurkan diri kerena belum bisa memenuhi persyaratan. Ada sembilan pengembang sudah mendapatkan dana PSU," tambahnya.(k10/msb)




Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.

PROYEK APARTEMEN: The Bloomington Kemang Dijual Rp18 Miliar Per Unit


JAKARTA: The Bloomington, menara apartemen ketujuh di kawasan terpadu Kemang Village, Jakarta Selatan, dibanderol hingga Rp18 miliar per unit.

Jopy Rusli, Direktur PT Lippo Karawaci Tbk selaku pengembang Kemang Village, mengatakan harga jual per unit apartemen 40 lantai itu dimulai dari Rp7 miliar hingga Rp18 miliar, dengan luas unit dari 204 m2 sampai 457 m2.

The Bloomington  diklaim menjadi menara apartemen termewah dan terluas di Kemang Village untuk pembangunan tahap I. Sebagai perbandingan, enam menara sebelumnya hanya dibanderol sekitar Rp3 miliar-Rp4 miliar.

"Selain itu, standar internasional untuk luas apartemen dengan tiga kamar tidur rata-rata 120 m2. Dari sekitar 140 unit yang ditawarkan, pemesannya telah oversubscribed. Nilai proyeknya sendiri sekitar Rp1 triliun," ujarnya, Rabu (3/10/2012).

The Bloomington yang membidik segmen atas itu memiliki berbagai fasilitas seperti walk in wardrobe di tiap unit,  double private lift, cabriolet balcony (balkon yang bisa difungsikan sebagai ruang tambahan), hingga helipad.

Jopy menilai, tingginya minat calon konsumen terhadap The Bloomington ini ditunjang oleh banyaknya uang mengalir ke Indonesia, sedangkan harga properti di Indonesia masih yang termurah dibandingkan dengan Singapura atau Malaysia.

"Pembangunan infrastruktur dalam bentuk jalan layang Antasari-Blok M yang akan selesai pada akhir tahun ini juga menambah nilai Kemang Village di mata konsumen," ujarnya.

Lagipula, dia menambahkan, Kemang sebagai salah satu area favorit ekspatriat hanya berjarak kurang dari 4 km dari pusat bisnis Jakarta ataupun TB Simatupang yang kini menjelma sebagai The New CBD.

Saat ini, terdapat 1.500 unit apartemen di Kemang Village, yang dihuni oleh sekitar 4.500 orang. 25% di antaranya merupakan warga negara asing yang berasal dari berbagai negara seperti Korea, Jepang, Australia, hingga Belanda. (bas)


Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.

HUNIAN LANSIA: Jababeka Luncurkan D’Khayangan


JAKARTA: Ingin menghabiskan masa tua bersama dengan teman-teman seusia, dengan berbagai kegiatan dan fasilitas? Menghilangkan rasa kesepian karena anak dan cucu sudah punya rumah masing-masing?

Salah satu solusinya adalah tinggal bersama komunitas yang dibangun bersama di suatu lokasi yang tenang dan damai. Seperti yang dipersiapkan oleh manajemen PT Jababeka Tbk., yang menghadirkan sebuah kawasan hunian bagi para lansia (retirement home).

Kawasan bagi lansia yang diberia nama Senior Living at D'Khayangan tersebut, didirikan atas kerja sama Medical City dan JV Longlife Holding dari Jepang. Medical city merupakan kawasan terintegrasi dari Jababeka, yang menghadirkan fasilitas dan layanan kesehatan seperti di negara lain.

S.D. Darmono, Presdir PT Jababeka Tbk., menuturkan Jababeka dengan tagline beyond property, selalu berusaha menjadi pengembang kota yang berinovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Dengan hadirnya D'Khayangan sebagai hunian para lansia, diharapkan mampu memberikan fasilitas dan pelayanan lebih dari yang diharapkan," ujar Darmono usai menandatangani kerja sama (MoU) bersama Presdir Longlife Holding Masakazu Endoh, Rabu (3/10/2012) di Jakarta.

Dia menuturkan D'Khayangan mengimplementasikan konsep gerontology dan dikelola oleh JV Longlife Holding, yang telah berpengalaman dalam mengelola senior housing di Jepang, dan mengerti berbagai kebutuhan mulai dari fasilitas hingga aktifitas harian para lansia.

"Hunian ini merupakan proyek pembangunan retirement home dengan konsep terintegrasi, dan one stop service dimana para lansia mendapatkan perawatan, dan fasilitas kesehatan selama 24 jam." ungkap Darmono. 

Pembangunan hunian tersebut, tambahnya, sudah dimulai pada pertengahan tahun ini, dan ditargetkan beroperasi pada 2014.
"Untuk tahap pertama dengan luas 8 hektar, yang mungkin perluasan hingga 24 hektar pada tahap selanjutnya, D'Khayangan akan dibangun sebanyak 210 unit Senior Care, 102 unit Senior Village, dan 4 fasilitas lain seperti function building," ujarnya.  (sut)


Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.

BISNIS PROPERTI: Penyewaan Kondominium Gerus Apartemen


JAKARTA: Banyaknya investor yang menyewakan unit kondominiumnya menyebabkan tingkat okupansi apartemen sewa di Jakarta tergerus.
David Cheadle, Managing Director Cushman&Wakefield Indonesia, mengatakan meskipun jumlah penyewa apartemen di Jakarta terus meningkat, namun pasar kondominium yang dibanjiri para investor memperketat persaingan yang ada.
"Dengan demikian, tingkat okupansinya jadi tertekan karena suplai baru terus bermunculan. Permintaannya sendiri cukup bagus karena ada pertumbuhan positif hampir dua kali lipat dibandingkan dengan tahun lalu," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (4/10/2012).
Lembaga riset properti Cushman&Wakefield Indonesia mencatat sepanjang kuartal III/2012 okupansi apartemen sewa hanya sebesar 62,94%, turun tipis 3,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Padahal,  tingkat penyerapan secara kumulatif sejak Januari-September tahun ini  mencapai 2.859 unit, naik 250% dibandingkan dengan periode yang sama pada 2011 yang hanya sebanyak 816 unit. Secara total, apartemen yang telah tersewa di Jakarta menyentuh angka 29.660 unit.

adapun  pasokan kumulatif total apartemen sewa di Jakarta saat ini mencapai 47.125 unit, naik 5,6% secara q-to-q atau terdapat tambahan 5.585 unit sepanjang kuartal III/2012 saja.q

Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman&Wakefield Indonesia, menambahkan serviced apartemen, atau apartemen yang memang dibangun dan dikelola untuk disewakan, memiliki karakter berbeda dengan kondominium strata title yang dibeli investor kemudian disewakan untuk mendapat imbal hasil.

"Serviced apartment pada umumnya menawarkan full furnished units (lengkap dengan perabotan) sementara kondominium tanpa furniture atau hanya semi-furnished. Keduanya memiliki peminat tersendiri," terangnya. (if)


Cari RumahDijual Bekasi   ?? 

Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.