Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Kabupaten Buton di Sultra Kekurangan 7.648 Rumah


JAKARTA, Kabupaten Buton di Provinsi Sulawesi Tenggara saat ini memiliki kekurangan sebanyak 7.648 rumah. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Buton saat ini telah menyediakan lahan seluas 5 hektar (ha) untuk kawasan siap bangun (Kasiba) khusus untuk pembangunan perumahan bagi masyarakat.

"Kebutuhan rumah atau backlog di Kabupaten Buton saat ini berjumlah sekitar 7.648 unit rumah. Untuk itu, kami berharap Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) bisa membantu untuk pembangunan rumah bagi masyarakat di daerah kami," ujar perwakilan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buton, Nurul Kudus, saat mendampingi Komisi I DPRD Kabupaten Buton ketika melakukan audiensi dengan perwakilan Deputi Bidang Perumahan Swadaya di kantor Kemenpera beberapa waktu lalu.

Menurut Nurul Kudus, adanya program bantuan stimulan perumahan swadaya sangat dibutuhkan oleh Pemkab. Pasalnya, kebutuhan rumah di daerah juga terus meningkat seiring dengan semakin pesatnya perkembangan pembangunan di daerah.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya juga berupaya memiliki data pasti terkait angka kebutuhan rumah masyarakat serta Rencana Pembangunan Perumahan dan Permukiman di Daerah (RP3D) yang mengacu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang ada. "Kebutuhan rumah baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) maupun para PNS di daerah kami juga cukup besar," terangnya.

Adanya data backlog perumahan tersebut, ungkapnya, tentu akan mempermudah kami dalam membuat program pembangunan perumahan dan permukiman. "Kami juga memiliki masterplan rumah serta lahan sekitar 5 ha yang nantinya disiapkan untuk Kawasan Siap Bangun (Kasiba) untuk perumahan masyarakat di daerah Kecamatan Gu," tandasnya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Buton Hasmin Ilimi menuturkan, pihak DPRD Kabupaten Buton sangat mendukung program pembangunan rumah bagi masyarakat miskin yang dilakukan oleh Kemenpera. Apalagi, saat ini ada program pembangunan rumah murah bagi masyarakat sehingga harganya bisa terjangkau oleh masyarakat yang berasal dari kalangan ekonomi menengah ke bawah.

"Adanya Kasiba di Kabupaten Buton merupakan salah satu persiapan daerah kami untuk membangun perumahan ke depan. Kami juga berharap ke depan Kemenpera bisa membantu dalam pembangunan rumah susun serta peluang pembangunan rumah masyarakat miskin dengan dana sharing antara APBN dan APBD," ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Sumber Daya Swadaya Deputi Bidang Perumahan Swadaya Kemenpera Bambang Murwono menjelaskan, saat ini Kemenpera juga memiliki program bantuan stimulan perumahan swadaya sebagai upaya memacu pembangunan rumah di daerah. Namun, karena jumlah bantuannya yang terbatas, maka bantuan itu tidak bisa mencapai semua kabupaten/kota di Indonesia.

"Tahun 2011 ini kami memiliki target sekitar 12.500 untuk program fasilitasi dan stimulasi pembangunan rumah swadaya. Tentunya program tersebut kami laksanakan untuk membantu masyarakat dalam membangun rumah secara swadaya," terangnya.

Lebih lanjut, Bambang menuturkan, adanya penyediaan lahan atau land banking oleh pemda setempat tentunya sangat dibutuhkan sebagai upaya antisipasi pengembangan daerah di masa yang akan datang. Namun, pemda juga perlu mengelola tanah yang dimiliki saat ini dengan baik sehingga aset tanah tersebut tidak hilang atau dibagi-bagi kepada masyarakat secara gratis.

"Pengawasan serta dukungan dari anggota DPRD di daerah juga diperlukan sehingga program perumahan dapat berjalan dengan baik," katanya.

Sumber : www.properti.kompas.com/Kabupaten.Buton.di.Sultra.Kekurangan.7.648.Rumah
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Kamis, 19 Mei 2011

Saran Memilih Kasur yang Tepat

Bukannya bugar saat bangun tidur, Anda malah merasa pegal bukan main. Ada yang salah? Mungkin yang bermasalah adalah kasur yang tidak tepat untuk menopang tubuh Anda.

Kalau Anda berencana membeli kasur baru, ada baiknya memperhatikan berat badan Anda. Karena berat badan berkaitan dengan tipe kasur yang baik untuk menopang di kala tidur. Timothy Purnomo dari Sleep Center mengatakan dari berat badan seseorang akan diketahui kasur yang tepat apakah yang empuk atau keras. "Kami di Sleep Center memiliki rumusan antara berat badan seseorang dengan produk kasur yang cocok untuknya," ujarnya.

Masing-masing tipe kasur memiliki kelebihan dan kekurangan, kasur yang terlalu keras akan membuat tubuh lurus selama tidur terlentang. Ketika menyamping, tubuh akan melekuk di bagian tengah karena ukuran tulang pinggul dan bahu lebih lebar dari ukuran pinggang. Akibatnya, rasa pegal di bagian pinggang dan tulang belakang akan Anda rasakan.

Kasur yang terlalu empuk juga kurang baik, meski sangat nyaman mendistribusikan berat tubuh namun kurang mampu menopang struktur tubuh secara lurus. Dengan kasur yang terlalu empuk, bagian terberat tubuh Anda seperti pinggul dan perut akan "tenggelam", baik ketika tidur terlentang maupun menyamping.

Timothy mengatakan orang dengan berat badan lebih berat membutuhkan kasur yang empuk agar berat tubuhnya dapat disebarkan secara merata. Kasur juga harus memiliki daya topang yang baik agar bagian tengah tubuh tidak tenggelam. Sementara untuk mereka yang suka sakit pinggang cocok memakai kasur yang keras.

Selain berat badan, perhatikan pula kebiasaan gaya tidur Anda. Orang yang suka terlentang biasanya suka kasur yang keras, orang yang menyamping suka kasur yang lebih empuk. Bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun disarankan memakai ranjang lebih keras karena biasanya lebih sedikit memproduksi zat kapur untuk tulang sehingga tulang kurang fleksibel bergerak-gerak di atas kasur.

Timothy menyarankan agar dalam memilih kasur, konsumen tidak terburu-buru memutuskan dengan melihat harga atau tampilan. Cara paling tepat ialah dengan mencoba. "Di Sleep Center tersedia banyak kasur, Anda bisa mencoba manakah yang cocok dengan tipikal tubuh Anda. Rebahlah di atasnya, dan rasakan kenyamanan dan kecocokan dengan tubuh Anda," ujarnya.

Sumber : www.properti.kompas.com/Saran.Memilih.Kasur.yang.Tepat
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Sinar Mas Bangun Mal Baru di BSD


Jakarta - Sinar Mas Land membangun mal baru di atas lahan seluas 24 hektar di BSD City tahap II. Mal bernama The Breeze ini rencananya akan mulai beroperasi sebelum Juni 2012.

Menurut Director Asset Management Sinar Mas Land Andreas Kartawinata, luas bangunan mal baru ini bakal mencapai 5.000 meter persegi.

"Mal ini dibangun di kawasan BSD Green Office Park di kawasan BSD City Tangerang," ujar Irawan dalam siaran pers, Kamis (19/5/2011).

Andreas mengatakan, Mal baru ini hanya akan memiliki 3 lantai saja. Namun manajemen bakal menyuguhkan pemandangan sungai Cisadane di mal tersebut.

"Semua cafe di The Breeze akan menghadap ke Danau buatan dan sungai Cisadane. Danau buatan ini dilengkapi dengan filterisasi air, sehingga air danau tetap jernih," katanya.

Namun Andreas tidak menjelaskan berapa dana yang dihabiskan oleh Sinar Mas Land untuk membangun mal baru yang katanya telah memenuhi standarisasi green building dari badan sertifikasi internasional yang berkantor pusat di Singapura tersebut.

The Breeze memiliki konsep penggabungan antara Entertainment and Leisure. Sejumlah 45% dari jumlah tenant untuk kategori Food and Beverage, dan 55% lainnya untuk Supermarket, Fitness Centre, Gadget, Accessories, Beauty & Pampering dan Cinema. Hero Supermarket dengan kelas Premium akan menempati lokasi seluas 3.000 m2 di The Breeze.

Sumber : www.detikfinance.com/sinar-mas-bangun-mal-baru-di-bsd
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Sinar Mas Bangun Mal Baru di BSD


Jakarta - Sinar Mas Land membangun mal baru di atas lahan seluas 24 hektar di BSD City tahap II. Mal bernama The Breeze ini rencananya akan mulai beroperasi sebelum Juni 2012.

Menurut Director Asset Management Sinar Mas Land Andreas Kartawinata, luas bangunan mal baru ini bakal mencapai 5.000 meter persegi.

"Mal ini dibangun di kawasan BSD Green Office Park di kawasan BSD City Tangerang," ujar Irawan dalam siaran pers, Kamis (19/5/2011).

Andreas mengatakan, Mal baru ini hanya akan memiliki 3 lantai saja. Namun manajemen bakal menyuguhkan pemandangan sungai Cisadane di mal tersebut.

"Semua cafe di The Breeze akan menghadap ke Danau buatan dan sungai Cisadane. Danau buatan ini dilengkapi dengan filterisasi air, sehingga air danau tetap jernih," katanya.

Namun Andreas tidak menjelaskan berapa dana yang dihabiskan oleh Sinar Mas Land untuk membangun mal baru yang katanya telah memenuhi standarisasi green building dari badan sertifikasi internasional yang berkantor pusat di Singapura tersebut.

The Breeze memiliki konsep penggabungan antara Entertainment and Leisure. Sejumlah 45% dari jumlah tenant untuk kategori Food and Beverage, dan 55% lainnya untuk Supermarket, Fitness Centre, Gadget, Accessories, Beauty & Pampering dan Cinema. Hero Supermarket dengan kelas Premium akan menempati lokasi seluas 3.000 m2 di The Breeze.

Sumber : www.detikfinance.com/sinar-mas-bangun-mal-baru-di-bsd
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Sinar Mas Bangun Mal Baru di BSD


Jakarta - Sinar Mas Land membangun mal baru di atas lahan seluas 24 hektar di BSD City tahap II. Mal bernama The Breeze ini rencananya akan mulai beroperasi sebelum Juni 2012.

Menurut Director Asset Management Sinar Mas Land Andreas Kartawinata, luas bangunan mal baru ini bakal mencapai 5.000 meter persegi.

"Mal ini dibangun di kawasan BSD Green Office Park di kawasan BSD City Tangerang," ujar Irawan dalam siaran pers, Kamis (19/5/2011).

Andreas mengatakan, Mal baru ini hanya akan memiliki 3 lantai saja. Namun manajemen bakal menyuguhkan pemandangan sungai Cisadane di mal tersebut.

"Semua cafe di The Breeze akan menghadap ke Danau buatan dan sungai Cisadane. Danau buatan ini dilengkapi dengan filterisasi air, sehingga air danau tetap jernih," katanya.

Namun Andreas tidak menjelaskan berapa dana yang dihabiskan oleh Sinar Mas Land untuk membangun mal baru yang katanya telah memenuhi standarisasi green building dari badan sertifikasi internasional yang berkantor pusat di Singapura tersebut.

The Breeze memiliki konsep penggabungan antara Entertainment and Leisure. Sejumlah 45% dari jumlah tenant untuk kategori Food and Beverage, dan 55% lainnya untuk Supermarket, Fitness Centre, Gadget, Accessories, Beauty & Pampering dan Cinema. Hero Supermarket dengan kelas Premium akan menempati lokasi seluas 3.000 m2 di The Breeze.

Sumber : www.detikfinance.com/sinar-mas-bangun-mal-baru-di-bsd
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tahun Ini, 3 Jalan Tol Baru Dibangun di Jawa Barat

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan akan ada pembangunan tiga tol baru di Jawa Barat tahun ini. Pembangunan tol ini dilakukan guna memperlancar transportasi di Bandung.

Dia menjelaskan untuk mengatasi kemacetan dalam jangka pendek tentu manajemen transportasi harus diperbaiki. Menurutnya, jumlah kendaran umum kecil jumlahnya sangat banyak, akan tetapi yang diangkut itu sedikit.

"Kita kedepan harus mengembangkan publik transportasi dimana mobilnya satu tapi yang diangkut banyak. Kita akan mengkoordinasi dengan walikota masing-masing," ujar Ahmad di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Namun menurutnya, yang menjadi perhatian khusus adalah rencana pembangunan tiga jalan tol baru di Jawa Barat, yang diklaim dapat memperlancar transportasi di Bandung, khususnya di Bandung Raya. "Satu tol Bandung intra Urban Tol Road (BUTR). Itu membentang dari Pasteur sampai ke Ujung Berung sampai ke Cileunyi membelah kota," jelasnya.

Kedua adalah jalan tol Cisumdau, Cileunyi Sumedang Dauwan, dia mengungkapkan dengan dibangunnya tol ini akan memperlancar arus pergerakan barang dan orang di wilayah Bandung kawasan cirebon.

"Jadi kepadatan kota akan berkurang. Karena kota Bandung menjadi padat karena dilewati. Orang mau ke cirebon lewat bandung, orang ke tasik dan ke Garut juga kan lewat Bandung. Kalau ada tol kan tidak lewat kota Bandung jadi lewat tol, sehingga itu akan mengatasi kepadatan," tuturnya.

Terakhir adalah pembangunan tol Saroja. Soreang Pasir Koja. Dia menuturkan, Soreang adalah kabupaten Bandung, karenannya banyak kawasan industri, kawasan perekonomian, sehingga perlu ada jalur yang menghubungkan antara kawasan industri kabupaten Bandung ke kota Bandung nya.

"Itu cukup padat. Kalau tol jadi, ini jadi cukup lancar. Kemudian kereta api seperti Bandung Rancaekek, Bandung-Garut, itu akan ada revitalisasi. Pembangunan ketiga tol tersebut. Insya Allah tahun ini mulai," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi berapa anggaran yang harus dikeluarkan, dia mengaku tidak mengetahui secara detailnya. "Yang jelas untuk tol BUTR saja anggaran pembebasan lahan ditambah untuk kontruksi sampai Rp8 triliun. Itu baru satu," ucap dia.

Anggaran tersebut, tambahnya, berasal dari APBN dan tidak ada intervensi pihak swasta di dalamnya. "Melibatkan konstruksi itu APBN, pembebasan lahannya BUMD Jawa Barat. PT Jasa Sarana. Ga ada (pihak swasta) BUMD kan swasta-nya pelat merah lah," tukasnya.

Sumber : www.economy.okezone.com/tahun-ini-3-jalan-tol-baru-dibangun-di-jawa-barat
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tahun Ini, 3 Jalan Tol Baru Dibangun di Jawa Barat

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan akan ada pembangunan tiga tol baru di Jawa Barat tahun ini. Pembangunan tol ini dilakukan guna memperlancar transportasi di Bandung.

Dia menjelaskan untuk mengatasi kemacetan dalam jangka pendek tentu manajemen transportasi harus diperbaiki. Menurutnya, jumlah kendaran umum kecil jumlahnya sangat banyak, akan tetapi yang diangkut itu sedikit.

"Kita kedepan harus mengembangkan publik transportasi dimana mobilnya satu tapi yang diangkut banyak. Kita akan mengkoordinasi dengan walikota masing-masing," ujar Ahmad di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Namun menurutnya, yang menjadi perhatian khusus adalah rencana pembangunan tiga jalan tol baru di Jawa Barat, yang diklaim dapat memperlancar transportasi di Bandung, khususnya di Bandung Raya. "Satu tol Bandung intra Urban Tol Road (BUTR). Itu membentang dari Pasteur sampai ke Ujung Berung sampai ke Cileunyi membelah kota," jelasnya.

Kedua adalah jalan tol Cisumdau, Cileunyi Sumedang Dauwan, dia mengungkapkan dengan dibangunnya tol ini akan memperlancar arus pergerakan barang dan orang di wilayah Bandung kawasan cirebon.

"Jadi kepadatan kota akan berkurang. Karena kota Bandung menjadi padat karena dilewati. Orang mau ke cirebon lewat bandung, orang ke tasik dan ke Garut juga kan lewat Bandung. Kalau ada tol kan tidak lewat kota Bandung jadi lewat tol, sehingga itu akan mengatasi kepadatan," tuturnya.

Terakhir adalah pembangunan tol Saroja. Soreang Pasir Koja. Dia menuturkan, Soreang adalah kabupaten Bandung, karenannya banyak kawasan industri, kawasan perekonomian, sehingga perlu ada jalur yang menghubungkan antara kawasan industri kabupaten Bandung ke kota Bandung nya.

"Itu cukup padat. Kalau tol jadi, ini jadi cukup lancar. Kemudian kereta api seperti Bandung Rancaekek, Bandung-Garut, itu akan ada revitalisasi. Pembangunan ketiga tol tersebut. Insya Allah tahun ini mulai," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi berapa anggaran yang harus dikeluarkan, dia mengaku tidak mengetahui secara detailnya. "Yang jelas untuk tol BUTR saja anggaran pembebasan lahan ditambah untuk kontruksi sampai Rp8 triliun. Itu baru satu," ucap dia.

Anggaran tersebut, tambahnya, berasal dari APBN dan tidak ada intervensi pihak swasta di dalamnya. "Melibatkan konstruksi itu APBN, pembebasan lahannya BUMD Jawa Barat. PT Jasa Sarana. Ga ada (pihak swasta) BUMD kan swasta-nya pelat merah lah," tukasnya.

Sumber : www.economy.okezone.com/tahun-ini-3-jalan-tol-baru-dibangun-di-jawa-barat
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tahun Ini, 3 Jalan Tol Baru Dibangun di Jawa Barat

JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan akan ada pembangunan tiga tol baru di Jawa Barat tahun ini. Pembangunan tol ini dilakukan guna memperlancar transportasi di Bandung.

Dia menjelaskan untuk mengatasi kemacetan dalam jangka pendek tentu manajemen transportasi harus diperbaiki. Menurutnya, jumlah kendaran umum kecil jumlahnya sangat banyak, akan tetapi yang diangkut itu sedikit.

"Kita kedepan harus mengembangkan publik transportasi dimana mobilnya satu tapi yang diangkut banyak. Kita akan mengkoordinasi dengan walikota masing-masing," ujar Ahmad di kantor Menko Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (19/5/2011).

Namun menurutnya, yang menjadi perhatian khusus adalah rencana pembangunan tiga jalan tol baru di Jawa Barat, yang diklaim dapat memperlancar transportasi di Bandung, khususnya di Bandung Raya. "Satu tol Bandung intra Urban Tol Road (BUTR). Itu membentang dari Pasteur sampai ke Ujung Berung sampai ke Cileunyi membelah kota," jelasnya.

Kedua adalah jalan tol Cisumdau, Cileunyi Sumedang Dauwan, dia mengungkapkan dengan dibangunnya tol ini akan memperlancar arus pergerakan barang dan orang di wilayah Bandung kawasan cirebon.

"Jadi kepadatan kota akan berkurang. Karena kota Bandung menjadi padat karena dilewati. Orang mau ke cirebon lewat bandung, orang ke tasik dan ke Garut juga kan lewat Bandung. Kalau ada tol kan tidak lewat kota Bandung jadi lewat tol, sehingga itu akan mengatasi kepadatan," tuturnya.

Terakhir adalah pembangunan tol Saroja. Soreang Pasir Koja. Dia menuturkan, Soreang adalah kabupaten Bandung, karenannya banyak kawasan industri, kawasan perekonomian, sehingga perlu ada jalur yang menghubungkan antara kawasan industri kabupaten Bandung ke kota Bandung nya.

"Itu cukup padat. Kalau tol jadi, ini jadi cukup lancar. Kemudian kereta api seperti Bandung Rancaekek, Bandung-Garut, itu akan ada revitalisasi. Pembangunan ketiga tol tersebut. Insya Allah tahun ini mulai," tegasnya.

Ketika dikonfirmasi berapa anggaran yang harus dikeluarkan, dia mengaku tidak mengetahui secara detailnya. "Yang jelas untuk tol BUTR saja anggaran pembebasan lahan ditambah untuk kontruksi sampai Rp8 triliun. Itu baru satu," ucap dia.

Anggaran tersebut, tambahnya, berasal dari APBN dan tidak ada intervensi pihak swasta di dalamnya. "Melibatkan konstruksi itu APBN, pembebasan lahannya BUMD Jawa Barat. PT Jasa Sarana. Ga ada (pihak swasta) BUMD kan swasta-nya pelat merah lah," tukasnya.

Sumber : www.economy.okezone.com/tahun-ini-3-jalan-tol-baru-dibangun-di-jawa-barat
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

St Moritz Gelar "Topping Off" Menara The Royal Suite

 Dari kiri ke kanan: Ivan Setiawan Budiono (CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk), Drs. H. Burhanuddin MM (Walikota Jakarta Barat) dan Budhi Gozali (Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences) bersama-sama menekan tombol sirene penanda simbolis topping off menara apartemen The Royal Suite Tower The St. Moritz Penthouses & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat. Menara apartemen The Royal Suite Tower The St. Moritz Penthouses & Residences terdiri dari 37 lantai dan meliputi 227 unit dan seluruh unit sudah terjual habis

JAKARTA, PT Lippo Karawaci Tbk. (“LPKR”) hari Kamis (19/5/11) melaksanakan topping off menara apartemen The Royal Suite Tower @ The St. Moritz Penthouses & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat.

Pelaksanaan seremonial topping off The Royal Suite Tower tersebut dilakukan Burhanuddin (Walikota Jakarta Barat), Ivan Setiawan Budiono (CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk) dan Budhi Gozali (Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences) serta pimpinan Lippo Group lainnya.

“Ini merupakan topping off menara apartemen yang kedua di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences setelah The Ambassador Suite Tower. Ini merupakan bukti komitmen Lippo Group untuk secepatnya menghadirkan kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) dengan konsep global city di CBD Jakarta Barat,” jelas Ivan Setiawan Budiono, CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk.

Menara apartemen The Royal Suite Tower terdiri dari 37 lantai dan meliputi 227 unit. “Seluruh unit telah terjual habis karena memang unit-unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences sangat diminati oleh masyarakat karena sesuai kebutuhan dan keinginan pembeli,” kata Budhi Gozali, Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences.

“Selain itu, sekarang ini harga unit-unit apartemen di The Royal Suite Tower sudah naik pesat dibandingkan pada saat launching. Ini tentu saja menjadikan proyek The St. Moritz Penthouses & Residences bukan hanya sangat nyaman untuk ditinggali karena kelengkapan fasilitas 11–1 world class, tapi juga investasi yang luar biasa menguntungkan,” tambah Budhi Gozali.

Seperti diketahui, pembangunan kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences membawa dampak yang sangat signifikan terhadap nilai tambah properti di kawasan CBD Jakarta Barat dan sekitarnya.

Hingga saat ini, harga tanah di kawasan CBD Jakarta Barat dan sekitarnya telah mengalami kenaikan mencapai Rp 15 juta per meter persegi. Dibandingkan dengan harga unit apartemen di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences, maka harga apartemen di The St.

Moritz Penthouses & Residences terhitung sangat terjangkau karena mampu memberikan nilai tambah yang sangat banyak lewat kehadiran berbagai fasilitas dengan standar internasional.

Indikatornya adalah kenaikan harga penjualan unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, saat kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences pertama kali diluncurkan, harga penjualan berkisar pada harga Rp 12 juta per meter persegi.

Tiga tahun berselang, persisnya pada tahun 2011, harga penjualan telah mencapai pada harga Rp 20 juta per meter persegi. Saat keseluruhan proyek selesai pada tahun 2015, harga apartemen diperkirakan akan mencapai Rp 40 juta per meter persegi.

Lebih dari itu, ke depan, para calon pembeli dipastikan akan memperoleh banyak keuntungan, prestise dan nilai tambah properti karena pada tanggal 5 Mei 2011, telah ditandatangani perjanjian kerjasama dengan JW Marriott yang akan membuka hotel di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences: The JW Marriott Hotel West Jakarta St. Moritz. Hotel mewah tersebut akan menjadi hotel internasional berbintang lima pertama dan satu-satunya di luar area segitiga emas CBD.

“Harga unit–unit apartemen di The St. Moritz Penhouses & Residences akan naik terus dengan semakin komplitnya fasilitas dunia di The St. Moritz Penhouses & Residences dan pembangunan infrastruktur jalan yaitu JORR W2. Jadi, sekarang ini merupakan kesempatan terbaik untuk membeli unit-unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences. Unit-unit yang masih tersedia yaitu di The New Royal Suite Tower dan The New Ambassador Suite Tower. Jangan sampai ketinggalan,” saran Budhi Gozali.

The St. Moritz Penthouses & Residences merupakan satu–satunya kawasan hunian dan bisnis prestisius di Indonesia yang memiliki 11 fasilitas dunia di dalam 1 lokasi. Fasilitas tersebut antara lain Luxury Living Condominiums, 500 Suites Five-Star Hotel, Clubhouse, Exotic Spa, 6.000 meter persegi Convention Center, 450.000 meter persegi Luxury Shopping Mall, Sea World, Wedding Chapel, 65 Stories Office Landmark dengan bonus fasilitas helicopter, School by Pelita Harapan Foundation dan Siloam Hospital.

Kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk., perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan aset, pendapatan, laba bersih dan kapitalisasi pasar, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan didukung oleh landbank yang luas dan basis recurring income yang kokoh.

Unit-unit usaha PT Lippo Karawaci Tbk. terdiri dari Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. PT Lippo Karawaci Tbk. tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 16,65 triliun atau USD 1,95 miliar.

Sumber : www.properti.kompas.com/St.Moritz.Gelar.Topping.Off.Menara.The.Royal.Suite
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

St Moritz Gelar "Topping Off" Menara The Royal Suite

 Dari kiri ke kanan: Ivan Setiawan Budiono (CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk), Drs. H. Burhanuddin MM (Walikota Jakarta Barat) dan Budhi Gozali (Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences) bersama-sama menekan tombol sirene penanda simbolis topping off menara apartemen The Royal Suite Tower The St. Moritz Penthouses & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat. Menara apartemen The Royal Suite Tower The St. Moritz Penthouses & Residences terdiri dari 37 lantai dan meliputi 227 unit dan seluruh unit sudah terjual habis

JAKARTA, PT Lippo Karawaci Tbk. (“LPKR”) hari Kamis (19/5/11) melaksanakan topping off menara apartemen The Royal Suite Tower @ The St. Moritz Penthouses & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat.

Pelaksanaan seremonial topping off The Royal Suite Tower tersebut dilakukan Burhanuddin (Walikota Jakarta Barat), Ivan Setiawan Budiono (CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk) dan Budhi Gozali (Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences) serta pimpinan Lippo Group lainnya.

“Ini merupakan topping off menara apartemen yang kedua di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences setelah The Ambassador Suite Tower. Ini merupakan bukti komitmen Lippo Group untuk secepatnya menghadirkan kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) dengan konsep global city di CBD Jakarta Barat,” jelas Ivan Setiawan Budiono, CEO Housing & Land PT Lippo Karawaci Tbk.

Menara apartemen The Royal Suite Tower terdiri dari 37 lantai dan meliputi 227 unit. “Seluruh unit telah terjual habis karena memang unit-unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences sangat diminati oleh masyarakat karena sesuai kebutuhan dan keinginan pembeli,” kata Budhi Gozali, Direktur The St. Moritz Penthouses & Residences.

“Selain itu, sekarang ini harga unit-unit apartemen di The Royal Suite Tower sudah naik pesat dibandingkan pada saat launching. Ini tentu saja menjadikan proyek The St. Moritz Penthouses & Residences bukan hanya sangat nyaman untuk ditinggali karena kelengkapan fasilitas 11–1 world class, tapi juga investasi yang luar biasa menguntungkan,” tambah Budhi Gozali.

Seperti diketahui, pembangunan kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences membawa dampak yang sangat signifikan terhadap nilai tambah properti di kawasan CBD Jakarta Barat dan sekitarnya.

Hingga saat ini, harga tanah di kawasan CBD Jakarta Barat dan sekitarnya telah mengalami kenaikan mencapai Rp 15 juta per meter persegi. Dibandingkan dengan harga unit apartemen di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences, maka harga apartemen di The St.

Moritz Penthouses & Residences terhitung sangat terjangkau karena mampu memberikan nilai tambah yang sangat banyak lewat kehadiran berbagai fasilitas dengan standar internasional.

Indikatornya adalah kenaikan harga penjualan unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences dari tahun ke tahun. Pada tahun 2008, saat kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences pertama kali diluncurkan, harga penjualan berkisar pada harga Rp 12 juta per meter persegi.

Tiga tahun berselang, persisnya pada tahun 2011, harga penjualan telah mencapai pada harga Rp 20 juta per meter persegi. Saat keseluruhan proyek selesai pada tahun 2015, harga apartemen diperkirakan akan mencapai Rp 40 juta per meter persegi.

Lebih dari itu, ke depan, para calon pembeli dipastikan akan memperoleh banyak keuntungan, prestise dan nilai tambah properti karena pada tanggal 5 Mei 2011, telah ditandatangani perjanjian kerjasama dengan JW Marriott yang akan membuka hotel di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences: The JW Marriott Hotel West Jakarta St. Moritz. Hotel mewah tersebut akan menjadi hotel internasional berbintang lima pertama dan satu-satunya di luar area segitiga emas CBD.

“Harga unit–unit apartemen di The St. Moritz Penhouses & Residences akan naik terus dengan semakin komplitnya fasilitas dunia di The St. Moritz Penhouses & Residences dan pembangunan infrastruktur jalan yaitu JORR W2. Jadi, sekarang ini merupakan kesempatan terbaik untuk membeli unit-unit apartemen The St. Moritz Penthouses & Residences. Unit-unit yang masih tersedia yaitu di The New Royal Suite Tower dan The New Ambassador Suite Tower. Jangan sampai ketinggalan,” saran Budhi Gozali.

The St. Moritz Penthouses & Residences merupakan satu–satunya kawasan hunian dan bisnis prestisius di Indonesia yang memiliki 11 fasilitas dunia di dalam 1 lokasi. Fasilitas tersebut antara lain Luxury Living Condominiums, 500 Suites Five-Star Hotel, Clubhouse, Exotic Spa, 6.000 meter persegi Convention Center, 450.000 meter persegi Luxury Shopping Mall, Sea World, Wedding Chapel, 65 Stories Office Landmark dengan bonus fasilitas helicopter, School by Pelita Harapan Foundation dan Siloam Hospital.

Kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-use) The St. Moritz Penthouses & Residences dibangun oleh PT Lippo Karawaci Tbk., perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan aset, pendapatan, laba bersih dan kapitalisasi pasar, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia dan didukung oleh landbank yang luas dan basis recurring income yang kokoh.

Unit-unit usaha PT Lippo Karawaci Tbk. terdiri dari Residential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels dan Asset Management. PT Lippo Karawaci Tbk. tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp 16,65 triliun atau USD 1,95 miliar.

Sumber : www.properti.kompas.com/St.Moritz.Gelar.Topping.Off.Menara.The.Royal.Suite
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Lippo Kini Pemilik dan Pengelola Mal Terbesar di Indonesia


JAKARTA, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hari Kamis (19/5/11) mengumumkan menerbitkan Rp957 miliar atau US$112 juta saham baru melalui penempatan kepada Lippo Group (LIPPO) untuk mendanai sebagian besar akuisisi 27,24 persen kepemilikan di Lippo-Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang tercatat di Bursa Efek Singapura dan 40 persen kepemilikan asset manager Lippo Mapletree Indonesia Retail Trust Management Ltd (LMIRT Mgt) yang akan mendorong nilai mal dan manajemen aset LPKR menjadi US$4 miliar (Rp34triliun) dalam 3-4 tahun.

"Dengan prospek ke depan yang jauh lebih cemerlang di industri ritel, Lippo Malls telah menjalin kerja sama dengan beberapa peritel ternama di Indonesia untuk mengisi celah yang ada, menawarkan pilihan yang bervariasi dan layanan yang lebih baik kepada par"

Sebagai bagian dari rencana tersebut, LIPPO telah melaksanakan penempatan 1,45 miliar saham yang dimiliki oleh afiliasinya, Pacific Asia Holdings Limited (PAH) pada harga yang sama,dengan total US$112 juta (Rp957 miliar), kepada investor institusionalstrategis yang diatur oleh CLSA, Singapore Pte. Ltd. (CLSA).

Dalam rencana tersebut, DewanKomisaris dan Direksi LPKR menyetujui rencana untuk menerbitkan 1,45 miliar saham baru tersebut sesuai dengan rencana direct placement yang telah disetujui para pemegang saham sebelumnya, kepada PAH senilai Rp957 miliar atau US$112 juta, untuk mendanai 70,4 persen akuisisi 27,24 persen kepemilikan diLippo-Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang tercatat di Bursa Efek Singapura dan 40 persen kepemilikan asset manager LMIRT Mgt. Transaksi ini akan menjadikan LPKR sebagai pemilik/pengelola mal terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Sisanya sebesar US$47,1juta (Rp403 miliar) atau 29,6 persen dari akusisi tersebut akan didanai oleh kas internal LPKR, yang pada 31 Maret 2011 berjumlah US$383,2 juta (Rp3,277triliun).

Sebanyak 18,2 persen dari total 27,24 persen kepemilikan pada LMIRT akan diakusisi dari perusahaan afiliasi LIPPO, sedangkan sisanya sebesar 9,02 persen dari unit LMIRT dan 40 persen saham pada LMIRT Mgt akan diakuisisi dari masing-masing Mapletree LM Pte. Ltd and Mapletree Capital Management Pte.Ltd.

Setelah transaksi yang direncanakan ini terlaksana, kepemilikan LPKR di LMIRT akan meningkat menjadi 29,5 persen dari 2,26 persen yang saat ini dimiliki melalui 60 persen LMIRT Mgt, anak perusahaan. Proses akuisisi ini akan mengikuti semua ketentuan dan peraturan yang berlaku baik menyangkutdokumentasi dan persetujuan para pihak yang berwenang.

Unit-unit LMIRT akan dinilai sesuai harga pasar, pada SGD56 sen (US$45 sen) per unit dan 40 persen dari LMIRT Mgt.dinilai SGD31.9 juta (US$25,7 juta atau Rp220 miliar) atau setara dengan 14.74x proyeksi EBITDA 2011 dari LMIRT Mgt.

Penerbitan 1,45 miliar saham baru oleh LPKR pada harga Rp660/saham senilai Rp957 miliar telah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris dan Direksi dan proses ini diperkirakan akandilaksanakan dalam waktu empat minggu dan akan mengikuti semua peraturan yangb erlaku. Transaksi direct placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10 persen saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu telah mendapat persetujuan dari pemegang saham LPKR. Saham-saham baru yang dikeluarkan tidak akan dapat diperdagangkan untuk jangka waktu 12 bulan.

Seluruh dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk mensinergikan LMIRT dan LMIRT Mgt untuk memperkuat pilarketiga dan keempat dari strategi LPKR sesudah pilar pertama dan keduamasing-masing kelompok Homes (Perumahan) dan Hospitals (Rumah Sakit). Ini akan menempatkan LPKR sebagaipemegang saham pengendali LMIRT terbesar dan pemilik 100 persen dari LMIRT Mgt.

Penempatan saham langsung LPKRdidahului dengan penempatan 1,45 miliar saham LPKR yang dimiliki oleh PAH kepada investor global pada harga per saham yang sama dan dengan jumlah nilai total yang sama, dan dikoordinasikan oleh CLSA. Dengan demikian PAH memfasilitiasi penempatan ini dengan menempatkan saham lama yang tidak dibatasi perdagangannya kepada investor global, dan sebagai gantinya membeli saham-saham baru yang dibatasi perdagangannya untuk periode 12 bulan. Kepemilikan saham PAH di LPKR tidak akan berubah.

Inisiatif ini akan menempatkanLMIRT dan LMIRT Mgt seiring dengan Lippo Malls Group milik LPKR yang memungkinkan LPKR melaksanakan rencana memasukkan dan memfasilitasi US$2miliar (Rp17 triliun) aset mal-mal kepada LMIRT dalam tiga tahun ke depan. Hal ini akan menambah aset mal LMIRT yang telah dimiliki dan dibangun saat ini senilai US$798 juta (Rp6,8 triliun) menjadi US$4 miliar (Rp34 triliun) di bawah manajemen dalam 5 tahun. Ini membuat landasan dari pilar ketiga LPKRyaitu Lippo Malls Group lebih kokoh bersamaan dengan landasan-landasan bisnis lain yang dimiliki.

Transaksi ini juga akan mentransformasi pilar bisnis Asset Management LPKR menjadi salah satu dari empat penghasil laba terbesar dan mendorong prosentasi recurring income lebih tinggi lagi dengan aset-aset di bawah manajemen yang saat ini bernilai di bawah US$1,6 miliar (Rp13,7 triliun) untuk tumbuh menjadi US$4 miliar (Rp34triliun) dalam tiga sampai empat tahun ke depan. LPKR melalui LMIRT Mgt andBowsprit Capital Corp. Ltd. mengelola 2 REITs yang tercatat di Bursa EfekSingapura yaitu LMIRT dan FREIT (First Real Estate Investment Trust).

15 Mal dalam Tiga Tahun LPKR belum lama ini mengumumkan akan menambah 15 mal baru dalam 3 tahun ke depan untuk menjadikan 50 mal di bawah portofolionya pada tahun 2016. Saat ini LPKR mengelola 25 mal yang mewakili 25 persen pangsa pasar retail mall di Indonesia.

Mal-mal baru ini akan dibangun di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bali,Surabaya, Medan dan Palembang dan akan merupakan mal-mal utama di Jabodetabek dan area metropolitan Surabaya seperti St. Moritz Mall seluas 142.000m², Cempaka Putih seluas 71.000m², Kemang Village Mall seluas 79.000m², Salemba seluas 56.000m² dan Surabaya Junction Mall seluas 59.000m².


LPKR juga merencanakanpembangunan mal di Kuta, Bali seluas 31.300m² dan kompleks ritel berkisar10.000m² - 50.000m² di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Sidoarjo, Medan, Palembang dan Yogyakarta.

Strategi LPKR adalah untukmembangun dan mengakuisisi mal untuk selanjutnya mendivestasikan aset-aset mal tersebut ke dalam LMIRT. Tingkat hunian leased mall-leased mall tersebut pada kuartal pertama 2011 telah meningkat menjadi 93,2 persen dari tingkat hunian 86,7 persen di tahun sebelumnya. Tren yang positif ini diharapkan akanterus berlanjut sejalan dengan peningkatan basis konsumen Indonesia.

“Permintaan dari konsumendi Indonesia akan barang dan layanan yang berkualitas terus berkembang di pasar ritel,” kata Michael Riady, Chief Executive Officer (CEO) LPKR Divisi Retail Malls. “Dengan prospek ke depan yang jauh lebih cemerlang di industri ritel, Lippo Malls telah menjalin kerja sama dengan beberapa peritel ternama di Indonesia untuk mengisi celah yang ada, menawarkan pilihan yang bervariasi dan layanan yang lebih baik kepada para konsumen di seluruh Indonesia," kata Michael.

Presiden Direktur LPKR, Ketu tBudi Wijaya mengatakan, “Saya sangat gembira pada dukungan para investor memperkokoh bisnis Mal danAsset Management LPKR sebagai penggerak utama. Pilar pertama kami, Lippo Homes memberikan hasil yang baik dengan penjualan (marketing sales) yang terus bertumbuh. Pilar kedua kami Siloam Hospitals sedang dalam trek pertumbuhan transformasional. Perseroan berada pada posisi strategis untuk memenuhi aspirasi gaya hidup konsumen di Indonesia," katanya.

LPKR belum lama ini mengumumkanhasil kuartal I yang berakhir 31 Maret 2011, Pendapatan dan Laba Bersihmasing-masing Rp882 miliar dan Rp136 miliar didukung oleh penjualan rumah yang kuat sebagai hasil dari peningkatan pendapatan masyarakat kelas menengah Indonesia yang memicu peningkatan permintaan yang lebih besar bagi kepemilikan rumah dan peningkatan konsumsi. Recurring Income LPKR terus meningkat dan tumbuh 20 persen menjadi Rp471 miliar dan merupakan 53,4 persen dari total Pendapatan Perseroan di kuartal I.

LPKR berada di garis depan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditandai dengan kenaikan PDB sebesar 6 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir, penurunan angka pengangguran, kenaikan tingkat upah dan peningkatan arus urbanisasi.

Hal ini tercermin melalui hasil kinerja yang kuat dari seluruh unit usaha strategis Perseroan. Pendapatan per kapita yang melebihi US$3.000 sangat mendorong penjualan Residential/Township,belum terpenuhinya permintaan akan layanan kesehatan yang berkualitas terus mendorong pertumbuhan Divisi Hospitals dan juga kegiatan operasional retailmalls milik Perseroan.

Unit-unit Usaha LPKR terdiri dariResidential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels and AssetManagement. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp16,2 triliun atau USD1,9 miliar.

Sumber : www.properti.kompas.com/Lippo.Kini.Pemilik.dan.Pengelola.Mal.Terbesar.di.Indonesia
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Lippo Kini Pemilik dan Pengelola Mal Terbesar di Indonesia


JAKARTA, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hari Kamis (19/5/11) mengumumkan menerbitkan Rp957 miliar atau US$112 juta saham baru melalui penempatan kepada Lippo Group (LIPPO) untuk mendanai sebagian besar akuisisi 27,24 persen kepemilikan di Lippo-Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang tercatat di Bursa Efek Singapura dan 40 persen kepemilikan asset manager Lippo Mapletree Indonesia Retail Trust Management Ltd (LMIRT Mgt) yang akan mendorong nilai mal dan manajemen aset LPKR menjadi US$4 miliar (Rp34triliun) dalam 3-4 tahun.

"Dengan prospek ke depan yang jauh lebih cemerlang di industri ritel, Lippo Malls telah menjalin kerja sama dengan beberapa peritel ternama di Indonesia untuk mengisi celah yang ada, menawarkan pilihan yang bervariasi dan layanan yang lebih baik kepada par"

Sebagai bagian dari rencana tersebut, LIPPO telah melaksanakan penempatan 1,45 miliar saham yang dimiliki oleh afiliasinya, Pacific Asia Holdings Limited (PAH) pada harga yang sama,dengan total US$112 juta (Rp957 miliar), kepada investor institusionalstrategis yang diatur oleh CLSA, Singapore Pte. Ltd. (CLSA).

Dalam rencana tersebut, DewanKomisaris dan Direksi LPKR menyetujui rencana untuk menerbitkan 1,45 miliar saham baru tersebut sesuai dengan rencana direct placement yang telah disetujui para pemegang saham sebelumnya, kepada PAH senilai Rp957 miliar atau US$112 juta, untuk mendanai 70,4 persen akuisisi 27,24 persen kepemilikan diLippo-Mapletree Indonesia Retail Trust (LMIRT) yang tercatat di Bursa Efek Singapura dan 40 persen kepemilikan asset manager LMIRT Mgt. Transaksi ini akan menjadikan LPKR sebagai pemilik/pengelola mal terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.

Sisanya sebesar US$47,1juta (Rp403 miliar) atau 29,6 persen dari akusisi tersebut akan didanai oleh kas internal LPKR, yang pada 31 Maret 2011 berjumlah US$383,2 juta (Rp3,277triliun).

Sebanyak 18,2 persen dari total 27,24 persen kepemilikan pada LMIRT akan diakusisi dari perusahaan afiliasi LIPPO, sedangkan sisanya sebesar 9,02 persen dari unit LMIRT dan 40 persen saham pada LMIRT Mgt akan diakuisisi dari masing-masing Mapletree LM Pte. Ltd and Mapletree Capital Management Pte.Ltd.

Setelah transaksi yang direncanakan ini terlaksana, kepemilikan LPKR di LMIRT akan meningkat menjadi 29,5 persen dari 2,26 persen yang saat ini dimiliki melalui 60 persen LMIRT Mgt, anak perusahaan. Proses akuisisi ini akan mengikuti semua ketentuan dan peraturan yang berlaku baik menyangkutdokumentasi dan persetujuan para pihak yang berwenang.

Unit-unit LMIRT akan dinilai sesuai harga pasar, pada SGD56 sen (US$45 sen) per unit dan 40 persen dari LMIRT Mgt.dinilai SGD31.9 juta (US$25,7 juta atau Rp220 miliar) atau setara dengan 14.74x proyeksi EBITDA 2011 dari LMIRT Mgt.

Penerbitan 1,45 miliar saham baru oleh LPKR pada harga Rp660/saham senilai Rp957 miliar telah mendapat persetujuan dari Dewan Komisaris dan Direksi dan proses ini diperkirakan akandilaksanakan dalam waktu empat minggu dan akan mengikuti semua peraturan yangb erlaku. Transaksi direct placement dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 10 persen saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu telah mendapat persetujuan dari pemegang saham LPKR. Saham-saham baru yang dikeluarkan tidak akan dapat diperdagangkan untuk jangka waktu 12 bulan.

Seluruh dana yang diperoleh akan dipergunakan untuk mensinergikan LMIRT dan LMIRT Mgt untuk memperkuat pilarketiga dan keempat dari strategi LPKR sesudah pilar pertama dan keduamasing-masing kelompok Homes (Perumahan) dan Hospitals (Rumah Sakit). Ini akan menempatkan LPKR sebagaipemegang saham pengendali LMIRT terbesar dan pemilik 100 persen dari LMIRT Mgt.

Penempatan saham langsung LPKRdidahului dengan penempatan 1,45 miliar saham LPKR yang dimiliki oleh PAH kepada investor global pada harga per saham yang sama dan dengan jumlah nilai total yang sama, dan dikoordinasikan oleh CLSA. Dengan demikian PAH memfasilitiasi penempatan ini dengan menempatkan saham lama yang tidak dibatasi perdagangannya kepada investor global, dan sebagai gantinya membeli saham-saham baru yang dibatasi perdagangannya untuk periode 12 bulan. Kepemilikan saham PAH di LPKR tidak akan berubah.

Inisiatif ini akan menempatkanLMIRT dan LMIRT Mgt seiring dengan Lippo Malls Group milik LPKR yang memungkinkan LPKR melaksanakan rencana memasukkan dan memfasilitasi US$2miliar (Rp17 triliun) aset mal-mal kepada LMIRT dalam tiga tahun ke depan. Hal ini akan menambah aset mal LMIRT yang telah dimiliki dan dibangun saat ini senilai US$798 juta (Rp6,8 triliun) menjadi US$4 miliar (Rp34 triliun) di bawah manajemen dalam 5 tahun. Ini membuat landasan dari pilar ketiga LPKRyaitu Lippo Malls Group lebih kokoh bersamaan dengan landasan-landasan bisnis lain yang dimiliki.

Transaksi ini juga akan mentransformasi pilar bisnis Asset Management LPKR menjadi salah satu dari empat penghasil laba terbesar dan mendorong prosentasi recurring income lebih tinggi lagi dengan aset-aset di bawah manajemen yang saat ini bernilai di bawah US$1,6 miliar (Rp13,7 triliun) untuk tumbuh menjadi US$4 miliar (Rp34triliun) dalam tiga sampai empat tahun ke depan. LPKR melalui LMIRT Mgt andBowsprit Capital Corp. Ltd. mengelola 2 REITs yang tercatat di Bursa EfekSingapura yaitu LMIRT dan FREIT (First Real Estate Investment Trust).

15 Mal dalam Tiga Tahun LPKR belum lama ini mengumumkan akan menambah 15 mal baru dalam 3 tahun ke depan untuk menjadikan 50 mal di bawah portofolionya pada tahun 2016. Saat ini LPKR mengelola 25 mal yang mewakili 25 persen pangsa pasar retail mall di Indonesia.

Mal-mal baru ini akan dibangun di lokasi-lokasi strategis di seluruh Indonesia seperti Jakarta, Bali,Surabaya, Medan dan Palembang dan akan merupakan mal-mal utama di Jabodetabek dan area metropolitan Surabaya seperti St. Moritz Mall seluas 142.000m², Cempaka Putih seluas 71.000m², Kemang Village Mall seluas 79.000m², Salemba seluas 56.000m² dan Surabaya Junction Mall seluas 59.000m².


LPKR juga merencanakanpembangunan mal di Kuta, Bali seluas 31.300m² dan kompleks ritel berkisar10.000m² - 50.000m² di Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Sidoarjo, Medan, Palembang dan Yogyakarta.

Strategi LPKR adalah untukmembangun dan mengakuisisi mal untuk selanjutnya mendivestasikan aset-aset mal tersebut ke dalam LMIRT. Tingkat hunian leased mall-leased mall tersebut pada kuartal pertama 2011 telah meningkat menjadi 93,2 persen dari tingkat hunian 86,7 persen di tahun sebelumnya. Tren yang positif ini diharapkan akanterus berlanjut sejalan dengan peningkatan basis konsumen Indonesia.

“Permintaan dari konsumendi Indonesia akan barang dan layanan yang berkualitas terus berkembang di pasar ritel,” kata Michael Riady, Chief Executive Officer (CEO) LPKR Divisi Retail Malls. “Dengan prospek ke depan yang jauh lebih cemerlang di industri ritel, Lippo Malls telah menjalin kerja sama dengan beberapa peritel ternama di Indonesia untuk mengisi celah yang ada, menawarkan pilihan yang bervariasi dan layanan yang lebih baik kepada para konsumen di seluruh Indonesia," kata Michael.

Presiden Direktur LPKR, Ketu tBudi Wijaya mengatakan, “Saya sangat gembira pada dukungan para investor memperkokoh bisnis Mal danAsset Management LPKR sebagai penggerak utama. Pilar pertama kami, Lippo Homes memberikan hasil yang baik dengan penjualan (marketing sales) yang terus bertumbuh. Pilar kedua kami Siloam Hospitals sedang dalam trek pertumbuhan transformasional. Perseroan berada pada posisi strategis untuk memenuhi aspirasi gaya hidup konsumen di Indonesia," katanya.

LPKR belum lama ini mengumumkanhasil kuartal I yang berakhir 31 Maret 2011, Pendapatan dan Laba Bersihmasing-masing Rp882 miliar dan Rp136 miliar didukung oleh penjualan rumah yang kuat sebagai hasil dari peningkatan pendapatan masyarakat kelas menengah Indonesia yang memicu peningkatan permintaan yang lebih besar bagi kepemilikan rumah dan peningkatan konsumsi. Recurring Income LPKR terus meningkat dan tumbuh 20 persen menjadi Rp471 miliar dan merupakan 53,4 persen dari total Pendapatan Perseroan di kuartal I.

LPKR berada di garis depan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang belum pernah terjadi sebelumnya yang ditandai dengan kenaikan PDB sebesar 6 persen per tahun dalam 5 tahun terakhir, penurunan angka pengangguran, kenaikan tingkat upah dan peningkatan arus urbanisasi.

Hal ini tercermin melalui hasil kinerja yang kuat dari seluruh unit usaha strategis Perseroan. Pendapatan per kapita yang melebihi US$3.000 sangat mendorong penjualan Residential/Township,belum terpenuhinya permintaan akan layanan kesehatan yang berkualitas terus mendorong pertumbuhan Divisi Hospitals dan juga kegiatan operasional retailmalls milik Perseroan.

Unit-unit Usaha LPKR terdiri dariResidential/Township, Retail Malls, Hospitals, Hotels and AssetManagement. LPKR tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar senilai Rp16,2 triliun atau USD1,9 miliar.

Sumber : www.properti.kompas.com/Lippo.Kini.Pemilik.dan.Pengelola.Mal.Terbesar.di.Indonesia
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)