Tampilkan postingan dengan label referensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label referensi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Saran Memilih Kasur yang Tepat

Bukannya bugar saat bangun tidur, Anda malah merasa pegal bukan main. Ada yang salah? Mungkin yang bermasalah adalah kasur yang tidak tepat untuk menopang tubuh Anda.

Kalau Anda berencana membeli kasur baru, ada baiknya memperhatikan berat badan Anda. Karena berat badan berkaitan dengan tipe kasur yang baik untuk menopang di kala tidur. Timothy Purnomo dari Sleep Center mengatakan dari berat badan seseorang akan diketahui kasur yang tepat apakah yang empuk atau keras. "Kami di Sleep Center memiliki rumusan antara berat badan seseorang dengan produk kasur yang cocok untuknya," ujarnya.

Masing-masing tipe kasur memiliki kelebihan dan kekurangan, kasur yang terlalu keras akan membuat tubuh lurus selama tidur terlentang. Ketika menyamping, tubuh akan melekuk di bagian tengah karena ukuran tulang pinggul dan bahu lebih lebar dari ukuran pinggang. Akibatnya, rasa pegal di bagian pinggang dan tulang belakang akan Anda rasakan.

Kasur yang terlalu empuk juga kurang baik, meski sangat nyaman mendistribusikan berat tubuh namun kurang mampu menopang struktur tubuh secara lurus. Dengan kasur yang terlalu empuk, bagian terberat tubuh Anda seperti pinggul dan perut akan "tenggelam", baik ketika tidur terlentang maupun menyamping.

Timothy mengatakan orang dengan berat badan lebih berat membutuhkan kasur yang empuk agar berat tubuhnya dapat disebarkan secara merata. Kasur juga harus memiliki daya topang yang baik agar bagian tengah tubuh tidak tenggelam. Sementara untuk mereka yang suka sakit pinggang cocok memakai kasur yang keras.

Selain berat badan, perhatikan pula kebiasaan gaya tidur Anda. Orang yang suka terlentang biasanya suka kasur yang keras, orang yang menyamping suka kasur yang lebih empuk. Bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun disarankan memakai ranjang lebih keras karena biasanya lebih sedikit memproduksi zat kapur untuk tulang sehingga tulang kurang fleksibel bergerak-gerak di atas kasur.

Timothy menyarankan agar dalam memilih kasur, konsumen tidak terburu-buru memutuskan dengan melihat harga atau tampilan. Cara paling tepat ialah dengan mencoba. "Di Sleep Center tersedia banyak kasur, Anda bisa mencoba manakah yang cocok dengan tipikal tubuh Anda. Rebahlah di atasnya, dan rasakan kenyamanan dan kecocokan dengan tubuh Anda," ujarnya.

Sumber : www.properti.kompas.com/Saran.Memilih.Kasur.yang.Tepat
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Rumah Kayu Rakitan Diminati Timur Tengah

Rumah kayu rakitan atau knocked down mendapatkan pasar baru, yaitu Timur Tengah. Permintaan dari kawasan tersebut terus meningkat. Di saat permintaan naik pesat, pengusaha menghadapi kendala harga bahan baku dan teknologi.

Rumah kayu rakitan (knocked down), sekarang, semakin sering kita lihat berdiri kokoh di tengah kota-kota besar. Lazimnya, rumah-rumah tersebut terbuat dari kayu ulin, meranti, cempaka, maupun kelapa.

Modelnya beragam, mulai dari gazebo, rumah panggung, hingga rumah minimalis. Jenis yang paling banyak ditemukan berupa rumah panggung ala Palembang, Manado, serta Bali.

Sejak awal tahun 2000, bentuk indah rumah jenis ini memang memikat kian banyak orang. Gempa yang sering mengguncang membuat permintaan rumah ini cenderung naik. Sebab, rumah ini dianggap cukup tahan guncangan gempa.

Melihat beragam kelebihan itu, tak perlu heran jika banyak orang dari kalangan menengah atas di Padang, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Bandung, Semarang, Bali, sampai Balikpapan memesannya. Apalagi, rumah kayu ini lebih indah ketimbang rumah beton. “Tidak kalah dari rumah biasa, rumah knocked down juga bisa bertahan hingga puluhan tahun,” kata Direktur CV Woloan Permai Fickry Pantow. CV Woloan adalah salah satu produsen rumah knocked down di Tomohon, Sulawesi Utara.

Yang menarik, selain pasar dalam negeri, permintaan rumah knocked down pun banyak datang dari luar negeri. Kini, pasar ekspor itu kian bertambah lantaran permintaan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terus meningkat.

Sejak awal 2011, konsumen dari dua negara itu banyak memesan dan menjadikan rumah bergaya daerah Indonesia sebagai tempat peristirahatan seperti vila atau resor. Maklum, bisnis pariwisata di kawasan Arab tengah tumbuh pesat.

Permintaan yang datang dari pembeli di kawasan Arab ini tergolong baru. Sebab, sebelumnya, peminat rumah jenis ini lebih banyak datang dari negara yang mengalami musim dingin, seperti Jepang, Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

Fickry mengaku mendapat pesanan 200 unit rumah ukuran 120 meter persegi (m²) dari Dubai dan Arab Saudi untuk kontrak selama satu tahun. Harga yang disepakati adalah Rp 2,15 juta per m². Dus, satu unit rumah ia banderol Rp 285 juta. Harga itu sudah termasuk ongkos kirim dan tukang. Padahal, di pasar lokal, harganya cuma Rp 1 juta per m².

Permintaan baru itu langsung mendongkrak omzet penjualan CV Woloan Permai. Jika tahun 2010 perusahaan asal Moroan, Tomohon ini menjual 60 unit rumah, di awal tahun ini, kapasitas produksi 100 rumah per bulan sudah mentok.

Apalagi, permintaan domestik juga tinggi, sekitar tiga sampai lima unit sebulan. “Permintaan sekarang melonjak 60%, kuota kami sudah habis,” sambung Fickry. CV Woloan menentukan kuota ini dengan mempertimbangkan kemampuan produksi rumah dan ketersediaan bahan baku. Dengan margin laba 40%–50% dari setiap unit rumah, Fickry mengakui, bisnis rumah knocked down ini menjanjikan.

Bahan baku langka Agus Shofyan, Direktur CV Balisky Indonesia yang berada di Singaraja, Bali, juga punya cerita tak jauh berbeda. Ia melihat, kini, konsumen Timur Tengah tengah butuh banyak rumah knocked down. Ia sempat mendapat pesanan 200 unit rumah ukuran 100 m² awal tahun ini.

Meski tidak menyebutkan jumlah, UD Gazebo-Production, produsen rumah knocked down di Palembang, sempat pula mendapatkan pesanan serupa. Gazebo-Creation sudah pernah mengirim rumah jenis ini ke Spanyol dan Malaysia.

Namun, di pasar Timur Tengah, nasib dua perusahaan ini tidak seberuntung CV Woloan Permai. Terkendala teknologi dan bahan baku, CV Balisky dan UD Gazebo terpaksa merelakan laba di depan mata melayang. Pasalnya, pasar Timur Tengah menuntut kualitas kayu lebih baik. Maklum, cuaca di kawasan itu sangat panas sehingga membutuhkan kayu dengan kadar air rendah.

Menjawab kebutuhan itu, kayu asal Indonesia harus diproses lagi. Di sinilah, masalah menghadang “Kami tidak punya teknologi untuk pengeringan (oven) kayu agar kadar airnya sedikit,” kata Zuhadi, pemilik UD Gazebo-Creation.

Selain teknologi, kenaikan harga kayu juga menjadi persoalan berat. Fickry bilang, selama ini, pengusaha di Tomohon mendapatkan pasokan bahan baku dari dua cara. Pertama, membudidayakan sendiri. Kedua, membeli dari pemasok di Kalimantan, Indonesia Timur, serta beberapa daerah lain.

Sayangnya, jumlah permintaan pengusaha rumah rakitan itu lebih banyak ketimbang stok bahan baku. Harga bahan baku kayu pun naik tinggi. Di 2009, harga satu meterkubik (m³) kayu meranti hanya Rp 850.000. Sekarang, harganya sudah mencapai Rp 2 juta lebih per m³.

Persoalan kian pelik sejak muncul kewajiban kayu ekspor kudu bersertifikasi demi menjamin kayu itu bukan hasil selundupan atau penebangan liar. “Ini kami siasati dengan memproduksi satuan-satuan dalam jumlah kecil,” terang Agus.

Sumber : www.properti.kompas.com/Rumah.Kayu.Rakitan.Diminati.Timur.Tengah
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Posisi Kolam Ikan Koi dan Keberuntungan


Perkembangan pecinta ikan Koi di Indonesia menunjukkan angka kemajuan yang sangat pesat. Dinaungi APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia) kini sudah memiliki 22 klub pecinta koi di berbagai provinsi yang tersebar di Indonesia.
Sebanyak 19 peternak ikan koi (koi Breeder), enam importir ikan koi asal Jepang (negara asli penghasil ikan jenis ini), serta 19 dealer ikan koi. Mereka berupaya keras menghasilkan jenis-jenis ikan koi terbaik.
Adapun beberapa varietas atau jenis ikan yang terkenal seperti corak Merah Putih dikenal dengan sebutan Kohaku, merah putih hitam dikenal dengan sebutan Taisho Sanshoku atau pun dengan pola hitam yang lebih agak dominan dikenal dengan sebutan Showa Sanshoku, serta corak Hitam Putih yang dikenal dengan sebutan Shiro Utsuri, yang mana di golongkan menjadi empat besar (Goyungke) hingga kerap menjadi Primadona dalam setiap Lomba Ikan Koi di Tanah Air.
Sebutlah Tancho. Varietas ini juga cukup dikenal karena memiliki pola bulat Merah dibagian kepala ikan koi ini saja, hal tersebut diindentikan dengan bendera kebangsaan negri asalnya Sakura (Jepang) .
Ada lagi Karashi dan Chagoi, jenis ikan koi ini dikenal karena memiliki warna yang unik yaitu kuning (coklat merah tembaga untuk jenis chagoi) sedang keunikan jenis ikan koi ini adalah cepat sekali mencapai ukuran besar serta lebih jinak ,dalam kurun waktu yang relatif singkat dengan rekor pencapaian panjang hingga 100 cm lebih ,yang kadang melewati ukuran panjang ikan koi pada umumnya.
Ikan Koi merupakan ikan komunitas dimana ikan ini hidup dalam satu kesatuan ,tidak saling memangsa menyerang satu sama laini. Julukan Living Jewellery pun di sandangnya karena Keindahan warna ,bentuk tubuh ,serta gaya renang yang elegan ikan Koi sangat menarik bila disimak terus menerus.
Tak dapat di pungkiri Ikan koi memang dapat merubah suasana menjadi indah rumah atau tempat dimana ikan koi ini di pelihara menuju kepada keindahan , keceriaan, serta estetika.
Beberapa tips untuk memilih ikan koi yang berkualitas, apabila hendak membeli dan memeliharanya di kediaman ( singgasana) kita yaitu:
1. Proporsional tubuh, hal mencakup keserasian / keseimbangan ikan koi mulai dari mulut ikan hingga ujung ekor, bentuk tubuh ideal pada ukuran besar menyerupai torpedo (kapal selam) yang menjadi tujuan akhir.
2. Komposisi warna, warna yang Cerah (terang) serta dan tajam (batas warna satu dengan yang lain) akan menjadikan ikan tersebut “eye catching”, hal ini mengundang mata kita untuk melihat dan melihat nya kembali.
3. Gerakan atau gaya renang ikan, gaya renang yang elegan turut mendukung tampilan ikan koi. Hal tersebut akan terlihat jelas apa bila mencapai ukuran sedang dan besar.
4. Usia dan size ikan, apa bila kita meminati Ikan koi yang berumur satu tahun, ukuran relatif cukup besar dan diatas rata-rata merupakan pilihan (jumbo tosai) ukuran jenis ini banyak diminati para pemelihara/pencinta ikan koi (favorit), makin besar makin bernilai tinggi tentunya.
Ketika jenis (varietas), kualitas, serta ukuran ikan koi telah dipilih, maka penerapan Koi Pond atau kolam Koi juga sangat menentukan. Ukuran kolam koi berbeda – beda disesuaikan dengan kondisi luas area di mana kolam koi ini akan ditempatkan sesuai dengan bentuk dan estetika tentunya.
Koi Pond ukuran “Medium” umumnya digemari hobiis koi. Sebagai contoh dengan luas area halaman taman sekitar 8m x 10m, Luas Koi Pond berukuran 3,5m x 3,5 persegi dengan kedalaman air 1,5 meter, dibangun sebagai pelengkap halaman rumah dan taman akan menjadikan komposisi estetika nan apik. Berbagai fasilitas pun diaplikasikan sebagai rangkaian pendukung kolam ikan koi yang diminati sesuai desain, fungsi, dan rasa aman bagi pemeliharanya.
Di antaranya panel automatic atau pengaturan otomatis, panel otomatis ini diaplikasikan untuk kebutuhan back wash kolam koi (pembuangan air serta pengisian kembali) guna mencapai kualitas air yang baik serta pertumbuhan ikan koi dalam pemeliharaannya, feeding koi food (pemberian pakan ikan secara otomatis) agar tidak berlebihan disesuaikan dengan kebutuhan pakan ikan koi yang dipelihara, pemusatan aliran listrik pada kolam ikan koi agar mencegah konsleting ( short cut ) hal ini sering dalami para hobiis hingga berakibat fatal pada ikan koi kesayangannya.
Banyak yang bertanya di antara kita, apakah memelihara ikan Koi membawa Hoki dalam kehidupan karir dan rumah tangga? Jawabannya benar. Karena perihal tentang penempatan Koi Pond atau kolam Koi telah diyakini dari jaman dahulu kala. Pada zaman kerajaan China dahulu kala, ikan Koi telah dipelihara dalam kerajaan untuk meningkatkan “chi” keberuntungan serta keabadian ,hal ini berkaitan dengan umur/ usia ikan koi ini bias dikatakan berumur relatif panjang.
Dua hal yang membawa keberuntungan ketika memelihara ikan Koi, yakni penempatan kolam yang berisi air dan corak warna tubuh ikan Koi diyakini membawa keberuntungan “hoki” kepada si pemilik, penghuni rumah/kantor, atau pun dimana kolam ikan koi ini dibangun/ditempatkan.
Hanya saja kolam ikan yang dibangun seyogyanya disesuaikan menurut aturan fengshui, serta kedalaman kolam yang digali semestinya melebihi permukaan kolam yang berada diatas permukaan tanah, seperti yang terlihat dalam foto.
Jumlah ikan Koi yang dipelihara dalam kolam umumnya delapan sampai dengan Sembilan ekor, dimana mengandung unsur-unsur pelambangan seperti, Delapan diartikan kaya ( kemakmuran ), sedangkan Sembilan mengandung arti forever ( selamanya). Unsur Air meningkatkan Chi atau energi positif dalam gedung yang ditempati, serta melambangan sumber kehidupan yang selalu dibutuhkan oleh manusia dan mahluk hidup lainnya.
Adapun posisi terbaik penempatan kolam Koi berada pada kutub Barat Daya, yakni 232,5° - 247,5° dan kutub Barat, yakni 247,5° - 262,5°. Posisi kutub Barat Laut dan Barat mengaktifkan kutub Logam atau Emas.
Emas menghasilkan energy positif untuk Air. Posisi terbaik meningkatkan karir dan rumah tangga yang harmonis. 2011 Happy Cuan 888.
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-) 

Rabu, 18 Mei 2011

Enam Tanaman Ampuh Pengusir Nyamuk

Serangan nyamuk terhadap penghuni rumah baik di siang hari maupun malam pasti sangat mengganggu. Beragam upaya telah dilakukan sampai menggunakan obat nyamuk semprot atau bakar yang memiliki resiko karena kandungan kimiawinya.

Bagaimana bila menggunakan upaya alami yakni dengan menanam tanaman yang kandungan kimianya cukup ampuh mengusir jauh-jauh nyamuk?

Ada banyak tanaman yang dibenci oleh nyamuk. Dari tanaman ini ada yang cukup ditanam saja atau dimanfaatkan dengan mengambil bunganya. Berikut tanaman-tanaman ampuh pengusir nyamuk:

1. Geranium atau Tapak Dara Tanaman ini mengandung geraniol dan sitronelol yang dapat mengusir nyamuk. Kedua zat yang dimiliki Geranium dapat dengan mudah terbang memenuhi udara. Tanam saja Geranium ke dalam pot atau langsung di tanah. Tempatkan di tempat yang mudah terkena tiupan angin, saat daun-daun Geranium bergesakan, aroma zat yang ada di tanaman ini akan tercium, membuat nyamuk menjauh dari ruangan.

2. Zodia Tanaman ini asli dari Indonesia berasal dari Papua, dimana orang-orang Papua akan menggosok-gosokkan daun ini sebelum masuk hutan agar terlindung dari serangga terutama nyanuk. Zodia memiliki dua zat yang dapat membuat nyamuk kabur, yaitu Evodiamine dan Rutaecarpine. Untuk merasakan manfaatnya, Zodia visa ditanam di ruang yang banyak tertiup angin agar aromanya tercium dan mengusir nyamuk.

3. Serai wangi Serai akrab dikenal sebagai salah satu bumbu dapur, tapi ia memiliki zat Geraniol dan Sitronelal yang tidak disukai nyamuk. Menanam serai cukup mudah, tinggal tempatkan di pekarangan rumah saja.
4. Akar Wangi Tanaman ini dapat mengeluarkan aroma menyengat yang tidak disukai nyamuk Aedes Aegypti. Tanam akar wangi de pekarangan rumah untuk merasakan manfaatnya.

5. Lavender Tanaman ini aslinya dari Swiss, dan telah dimanfaatkan sebagai bahan pembuat lotion anti nyamuk. Bunga Lavender yang berwarna ungu memiliki zat Linalool dan Lynalyl acetate yang tidak disukai nyamuk. Tanam Lavender dalam pot atau tanah, untuk merasakan manfaatnya ambil bunganya dan gosok-gosokkan ke kulit.

6. Rosemary Bunga Rosemary menghasilkan bau seperti aroma minyak kayu putih. Aroma yang tidak disukai oleh nyamuk karena mengacaukan penciumannya. Tanaman ini dapat ditanam ke dalam pot atau tanah. Di dekat jendela. Untuk pemanfaatannya, ambil daunnya yang berbentuk jarum dan digosokkan ke kulit.

Selamat mencoba!

Sumber : www.properti.kompas.com/Enam.Tanaman.Ampuh.Pengusir.Nyamuk 

  • Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

  • Memetik Untung Dari Jasa Broker

    Kalau dulu, perantara penjual rumah dikenal dengan "makelar" atau "calo". Namun, sekarang dikenal dengan nama agen properti atau broker. Dimana dalam perkembangannya berbentuk perusahaan formal dan profesional baik berlabel internasional, lokal ataupun sistem waralaba dengan asing.

    Lalu apa manfaat yang bisa Anda petik dengan menggunakan jasa seorang broker? Ali Hanafia dari Century 21 Pertiwi, ketika dihubungi Kompas.com mengatakan, jika Anda bukanlah seorang yang sibuk dengan rutinitas, maka dalam menjual rumah tak perlu jasa broker. Namun, bagi mereka yang sangat sibuk dengan segudang rutinitas dan pekerjaan, serta menghemat waktu untuk bertransaksi, broker bisa "dimanfaatkan".

    "Karena broker bisa mengurus semua hal. Ketika kunci rumah diserahkan, broker mengurus rekening listrik, PBB, mengantar konsumen untuk melihat rumah, ke notaris, mengurus KPR ke bank, bernegosiasi sampai mencapai keputusan semuanya agen properti atau broker bisa urus. Ini memudahkan mereka yang sibuk dan tak punya banyak waktu mengurus penjualan rumahnya," kata Ali.

    Sementara dari sisi pembeli, tetap bisa memanfaatkan jasa broker. Pembeli dapat bertanya kepada broker tentang rumah yang akan dijual tanpa dipungut biaya. Biaya gratis karena broker mendapatkan komisi dari penjual bukan pembeli. Informasi dari broker ini akurat karena ia pasti memiliki data-data properti yang akan dijual.

    "Broker atau agen akan memberikan panduan kepada pembeli terkait pertanyaan mereka. Untuk bertanya tidak ada biayanya, kalaupun nanti tidak tercipta kata sepakat pun tidak masalah, karena agen adalah penjual jasa. Yang penting adalah pelayanan dan memberi data dengan baik," jelas Ali.

    Meski demikian, kata Ali, baik penjual maupun pembeli rumah harus mewaspadai dalam memilih broker. Menurutnya, mencari agen properti yang bagus itu banyak, namun mencari agen properti yang profesional dan jujur itu tidak banyak. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengenali agen properti atau broker yang baik:

    1. Agen properti atau broker yang Anda pilih terkenal atau tidak. Apakah ia memiliki nama atau citra yang baik atau tidak. Broker yang memiliki nama dan terkenal bisa dibilang lebih profesional karena memiliki standarisasi dalam hal komisi, juga pelatihan dan pelayanan.

    2. Agen properti atau broker yang profesional memberikan harga optimal kepada pengguna jasanya, dan tidak boleh mengakali (mark up) harga. Ini terkait dengan masalah kepercayaan pengguna jasa. Biasanya harga komisi penjualan yang diterima broker 2-3 persen, sementara harga komisi untuk sewa sebesar 5 persen.

    3. Meskipun tidak dipublikasikan, ketika Anda mendatangi kantor agen properti atau broker bisa diketahui bagaimana penampilannya, marketingnya, pelayanannya, cara ia menjelaskan. Anda juga bisa menguji broker dengan melontarkan pertanyaan untuk menguji profesionalitasnya.

     Sumber : www.properti.kompas.com/Memetik.Untung.Dari.Jasa.Broker.

  • Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

  • Ruang Makan Beraksen Floral Bergaya Retro

    Sentuhan floral dengan furnitur retro klasik membuat ruang makan tampil feminin. Tema floral dipilih untuk mempercantik ruang makan di foto ini. Terlihat dari pemilihan motif kain penutup kursi, dan dua buah lukisan bunga. Motif bunga membuat ruang makan tampil feminin. Karakter demikian membuat ruangan terasa lebih lembut dan ramah.

    Ruang makan ini menyatu dengan dapur. Ia menempati lahan berukuran sekitar 2,5mx2,5m. Untuk membuat ruangan ini terasa lebih luas, diciptakanlah ilusi pandangan, menggunakan cermin. Tak hanya berfungsi untuk "meluaskan" ruang, cermin besar berbingkai tersebut juga berfungsi sebagai elemen dekoratif. Dinding yang semula polos, menjadi lebih menarik dengan kehadirannya.

    Furnitur Bergaya Retro
    Penggunaan furnitur dan aksesori bergaya retro klasik, terlihat sangat pas berpadu dengan motif floral. Meski berkesan tempo dulu, namun ruangan ini tidak tampak kuno. Untuk membuatnya tetap tampil modern, pemilihan desain dan warna furnitur menjadi pertimbangan penting.

    Motif floral berupa bunga berukuran besar sendiri merupakan salah satu ciri gaya klasik. Pemilihan warna biru muda dan krem membuatnya tetap tampil modern.

    Begitu pula dengan desain furnitur. Gaya retro klasik atau klasik tempo dulu, tidak melulu furnitur-furnitur berukuran besar dan tampak berat. Anda bisa memilih furnitur atau aksesori bergaya retro klasik, namun berdesain lebih sederhana dan ramping. Seperti kursi makan di foto ini. Bentuk sandaran kursi yang membulat di bagian atas, khas gaya retro klasik. Meski demikian, secara keseluruhan kursi ini berdesain sederhana.

    Kaki-kakinya dibuat ramping. Tidak seperti kursi-kursi bergaya klasik pada umumnya, yang kaki-kakinya cenderung besar dan berhias berbagai ornamen.

    Begitu pula dengan pilihan aksesori. Sekali lihat, kita sudah tahu bahwa lampu gantung di atas meja makan di foto ini, bergaya klasik. Namun dengan meminimalisasi penggunaan ornamen dan warna-warna keemasan, lampu gantung ini tampil lebih modern.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Ruang.Makan.Beraksen.Floral.Bergaya.Retro.

  • Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

  • Yuk, Merawat Keran Air

    Keran air mungkin terlihat sepele sebagai bagian dalam perlengkapan rumah tangga. Namun, kalau keran air macet atau rusak, bisa dibayangkan bagaimana resahnya kita.

    Keran air bermasalah bisa macam-macam sebabnya, misalnya karena kotor, noda kapur, atau mampet. Untuk mengatasinya, mari lakukan langkah-langkah perawatan berikut ini:

    Masalah pertama yang paling banyak dikeluhkan adalah keran mampet. Keran mampet ditandai dengan bunyi-bunyian saat keran diputar. Penyebabnya? Bisa karena kotoran air menumpuk dan jarang membersihkan kepala keran. Solusinya, lepaslah kepala keran, rendam dengan air cuka semalaman, lalu bilas dengan air bersih.

    Masalah kedua air yang keluar dari keran kotor. Ini dikarenakan pasokan air tanah memang tidak jernih, misalnya perumahan Anda dulunya bekas rawa. Solusinya, ambillah kapas dan selembar plastik bening. Lubangi plastik sebesar lubang keran. Tempelkan kapas, rekatkan plastik dan ikat di mulut keran.

    Masalah ketiga, jika keran air memiliki noda kapur yang membandel. Solusinya, ambil cuka, tuang secukupnya. Oleskan di keran air dengan kapas selama beberapa menit. Diamkan selama 1-2 jam, noda kapur yang bandel akan larut. Kalau keran air hanya sekadar kotor, ambil air panas dan pembersih stainless steel. Gosokkan dengan lap bersih secara merata hingga noda menghilang. Bilaslah dengan air panas, kemudian lap sampai keran kering.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Yuk.Merawat.Keran.Air.


  • Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

  • Kamis, 12 Mei 2011

    Ayo Menghemat Air!


    Air merupakan kebutuhan vital bagi kehidupan. Tanpa air, wah bisa dibayangkan aktifitas kita akan seperti apa. Sudah banyak contohnya di belahan dunia yang lain, di mana orang akhirnya menderita karena kekurangan pasokan air.

    Di Jakarta sendiri, penggunaan air tanah berlebihan dan maraknya pembangunan menyebabkan permukaan tanah menurun. Ini mengakibatkan pasokan air tanah untuk kebutuhan hidup berkurang. Akibatnya? Kita kekurangan air bersih.

    Solusinya ialah penghematan air sejak dini. Anda bisa menjadi bagian dari gerakan penghematan ini. Mari dimulai dari yang paling mudah:

    Periksa kondisi sambungan antara pipa air dan keran air, pada setiap titik saluran air di dalam rumah. Jika ada kebocoran segera ambil langkah-langkah untuk mengatasi seperti menambal.

    Simpan air bekas mencuci piring. Bila Anda menggunakan bak cuci piring "double sink" akan lebih hemat air karena air keran tak perlu selalu mengucur saat mencuci. Gunakan satu ember di salah satu bak cuci piring, buang air bekas cucian untuk menyiram tanaman.

    Masukkan botol air di tangki WC. Ini merupakan cara efektif, mudah, dan murah mengurangi penggunaan air saat mengguyur. Dalam 1 hari, sebanyak 2,5 botol galon air bersih dibuang untuk membilas toilet. Dengan cara ini jadi irit 15 - 20 liter per hari.

    Mandi dengan pancuran lebih irit daripada mandi di bathtub. Mandi dengan bathtub bisa menghabiskan air sampai 60 liter.

    Gosok gigi dengan keran tertutup. Bila membiarkan keran terbuka sepanjang satu menit saja artinya membuang 1 botol galon air bersih dalam sehari.

    Pakailah keran otomatis atau keran sekali sentuh. Dengan keran ini bisa menghemat air sampai 85 persen per hari.

    Membuat lubang biopori. Lubang ini akan mengikat air saat hujan. Air kemudian diikat sebagai sumber air tanah dan bisa menjadi suplai air bersih.

    Memasang talang air. Dengan adanya talang, air hujan dapat disalurkan ke bidang yang lebih rendah misalnya selokan. Atau lebih baik lagi masuk ke sumur resapan.

    Pakailah toilet dengan sistem "dual flush" dimana sistem pembilasannya terdiri atas dua pilihan sesuai dengan kebutuhan.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Ayo.Menghemat.Air.
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Sentuhan Elemen Air di Ruang Keluarga


    Bila mendengar gemericik air, bagaimana perasaan Anda? Tenang dan sejuk jawabannya. Nuansa tenang dan sejuk ini bisa Anda aplikasikan dalam ruang keluarga. Acara berkumpul bersama keluarga akan semakin menyenangkan.

    Seperti Anda ketahui, elemen air sebagai salah satu cara kedekatan dengan alam di dalam hunian memiliki karakter kuat. Dari segi estetika, air membawa nilai keindahan. Sementara dari sisi psikologis, air membawa efek menentramkan dan meneduhkan.

    Aplikasi elemen air di dalam rumah biasanya diwujudkan lewat kolam ikan atau kolam dengan air mancur. Di kedua bidang ini pastinya memerlukan lahan yang cukup untuk kolamnya. Maka penempatannya bisa di lahan belakang rumah atau halaman depan.

    Inspirasi elemen air seperti terlihat pada gambar, adalah waterfall mini di area ruang keluarga. Ruang keluarga ini seolah memadukan area basah dan kering. Area basah menempatkan meja kursi berbentuk balok dilengkapi waterfall mini. Air yang jatuh kebawah akan membasahi batu-batu alam dan lantai kayu. Jadi Anda bisa bersantai dengan duduk-duduk di area basah ini.

    Sementara untuk tatanan ruang keluarga yang kering, tetap terlihat hangat lewat pencahayaan dan interior di dalamnya. Sofa empuk dan karpet putih semakin menguatkan kesan hangat. Meski sedikit terpisah, Anda tetap dapat menikmati gemericik air meski di area ruang keluarga yang hangat.


    Sumber : www.roperti.kompas.com/Sentuhan.Elemen.Air.di.Ruang.Keluarga
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Rabu, 11 Mei 2011

    Pelapis Kasur Melindungi Buah Hati dari Kutu Debu


    Rasanya pasti lelah, kalau setiap hari mengurusi kasur yang basah karena buah hati masih suka mengompol. Selain bau tak enak menyebar di kamar, ternyata air seni dapat menyebabkan banyaknya bakteri di tempat tidur.

    Bila Anda sudah memakai tempat tidur dengan sistem pegas, air seni secara terus menerus akan meresap sampai ke bagian paling dalam dari tempat tidur dan menyebabkan korosi pada sistem pegasnya. Tempat tidurpun akan keropos dan tidak bisa bertahan lama. Tentunya mempengaruhi kualitas tidur buah hati.

    Frustasi? Jangan dulu! Karena ada sebuah solusi pelapis kasur yang dapat menghambat meresapnya air seni ke bagian dalam kasur. Menurut Timothy Purnomo dari Sleep Center, solusi ini dinamakan Protect A Bed, yakni pelapis tambahan di tempat tidur yang dapat dilepas dan direkatkan ulang. "Bahkan pelapis ini bisa dicuci dengan mesin cuci setelah terkena kotoran seperti air seni," ujarnya.

    Timothy menambahkan, Protect A Bed sebagai investasi tempat tidur karena mampu menghambat cairan dari tubuh manusia seperti ompol, haid, keringat, tumpahan makanan atau minuman, dan lainnya. "Pelapis ini mnenggunakan teknologi mutakhir yang tetap mengalirkan udara sehingga tidur tetap nyenyak," katanya.

    Selain menghambat cairan, pelapis kasur ini melindungi Anda dan buah hati dari serbuan kutu Debu (Tungau). Tungau merupakan sejenis kutu yang ukurannya sangat kecil dan baru terlihat dengan mikroskop. Tungau hidup dengan memakan serpihan sel kulit mati manusia. Kutu ini mengeluarkan kotoran setiap hari dalam bentuk debu yang sangat halus. Menyebar dan beterbangan di tempat tidur. Karena kotoran Tungau, 30 persen orang dewasa dan anak-anak bisa terkena asma, pilek, alergi, gatal-gatal, dan bengkak pada kulit.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Pelapis.Kasur.Melindungi.Buah.Hati.dari.Kutu.Debu
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Tanaman Sawah, Dulu Diabaikan Kini Diperhatikan

    Anda mengenal tanaman seperti terlihat pada gambar? Nama tanaman tersebut Alocasia macrorrhiza, dalam bahasa Jawa dikenal sebagai tanaman senthe. Senthe adalah tanaman sawah yang kini mudah dijumpai di halaman taman-taman di perkotaan.

    Tanaman Alocasia sendiri ada beragam jenisnya, seperti Alocasia golden, Alocasia stingray, Alocasia loterbachiana metallica, keladi tengkorak, senthe wulung, alokasia perak, dan lainnya. Yang membuat tanaman sawah ini menarik karena memiliki corak daun unik dan berbeda-beda.

    Senthe juga gampang dipelihara dan mudah peranakannya. Ketika umbi-umbi kecil senthe menjadi anak dan tumbuh, ia akan memisahkan diri dari induknya. Untuk tempat tumbuh, senthe membutuhkan tanah yang gembur dan tidak boleh terlalu padat. Tanaman yang menjadi tanaman hias ini tak harus ditanam di dalam pot karena seperti awalnya ia biasa hidup di sawah, pinggiran rawa, atau daerah yang lembab.

    Senthe yang bagus perawatannya akan menghasilkan daun yang lebar dan hijau. Bahkan, harga jualnya pun lumayan fantastis apabila menghasilkan warna daun yang cemerlang. Harga yang dibandrol bisa mencapai Rp 250.000.

    Tanaman sawah lain yang kini menjadi tanaman hias adalah pegagan atau Centella asiatica. Pegagan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di pematang sawah, perkebunan, dan tepi jalan. Sejak dulu tanaman ini dimanfaatkan untuk obat kulit, gangguan saraf, dan memperbaiki peredaran darah.

    Pegagan merupakan tanaman menjalar yang berbunga sepanjang tahun. Jenis yang kerap dijumpai adalah pegagan merah dan hijau. Pegagan merah banyak ditemui di daerah bebatuan, kering dan terbuka. Sementara pegagan hijau banyak dijumpai di area persawahan dan sela-sela rumput. Sebagai tanaman hias, pegagan dijadikan penutup tanah atau menutupi tanah dalam pot.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Tanaman.Sawah.Dulu.Diabaikan.Kini.Diperhatikan
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Selasa, 10 Mei 2011

    Dilarang Bekerja di Atas Tempat Tidur!

    Anda seorang pekerja keras, yang kadangkala harus mengerjakan pekerjaan kantor sampai di kamar tidur? Kalau iya, sebaiknya kebiasaan ini segera dihilangkan. Pasalnya, kebiasaan bekerja di atas tempat tidur akan mempengaruhi kualitas tempat tidur, juga kualitas tidur Anda.



    Menurut Timothy Purnomo dari Sleep Center Central Park , alas tidur seperti kasur atau matras memiliki peranan besar dalam menjamin kualitas tidur seseorang. "Dari skala 100 persen, alas tidur mendominasi sampai 50 persen. 50 persen lagi bisa macam-macam pengaruhnya, seperti atmosfer tingkat kebisingan, suasana hati atau partner tidur mendengkur," katanya.

    Untuk mereka yang suka bekerja di atas tempat tidur, ujar Timothy, akan mempengaruhi kualitas si tempat tidur. "Ada kasus seseorang mengeluh tempat tidurnya tidak nyaman yang mengakibatkan sakit pinggang, keluhan yang sama sampai empat kali. Setelah diusut, ternyata orang ini suka bekerja di atas tempat tidur," katanya.

    Timothy menyarankan agar setiap ruang dikembalikan pada fungsinya. Bila terpaksa masih harus bekerja di rumah, sebaiknya bekerja di ruang kerja atau setidaknya di tempat duduk yang memiliki meja.

    Misalnya Anda memang lebih senang mengerjakan pekerjaan di kamar tidur, tak ada salahnya membuat meja kerja di salah satu sudut ruangan. "Kalau selalu menghabiskan waktu di atas tempat tidur, lama-lama fungsi ruangnya juga berubah. Kalau berubah pola tidur yang berujung pada kualitas tidur pun kemungkinan bisa berubah," ujarnya.


    Sumber : www.properti.kompas.com/Dilarang.Bekerja.di.Atas.Tempat.Tidur. 
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Ini Tiga Jenis Taman Favorit

    Hadirnya taman melengkapi keindahan hunian kini menjadi kebutuhan dan gaya hidup. Taman menjadi satu sentuhan kedekatan akan alam, yang sulit didapatkan di kota-kota besar seperti ibukota Jakarta.

    Permintaan akan taman di dalam hunian kini marak. Banyak penghuni yang membutuhkan taman sebagai sarana relaksasi setelah seharian bekerja. Untuk tren taman dewasa ini, menurut Hari Harjanto dari Wongtani Landscape ialah taman yang tidak banyak membutuhkan sentuhan perawatan ekstra. Taman yang dipilih seperti taman tropis, taman minimalis, dan taman kering.

    Taman Tropis cocok dibuat di Indonesia yang beriklim tropis. Pembuatannya akan mudah karena didukung ketersediaan jenis tanaman. Pengaturan taman Tropis dibuat sangat alami, dimana seolah-olah tidak dibuat manusia. Tanaman yang tumbuh dibiarkan menyerupai vegetasi alam.

    Tanaman yang cocok digunakan untuk taman jenis ini seperti Philodendron, Dracena, Homalomena, Singonium, Costus. Biasanya dalam taman ini turut dipadukan juga tanaman merambat. Untuk menonjolkan kesan alam juga ditambah dengan material hardscape seperti batu-batu alam, batu kali, atau memakai Gazebo.

    Taman Minimalis, erat kaitannya dengan rumah minimalis yang terkendala lahan terbatas. Taman ini mudah perawatannya untuk Anda yang sibuk bekerja. Tak perlu banyak beraktifitas di dalam taman ini, karena konsep taman ini bersih dan rapi. Nah, untuk jenis tanamannya bisa menggunakan jenis tanaman tropis. Namun, agar terkesan menarik jangan menambah banyak material hardscape.

    Taman Kering, seperti namanya tanaman di taman ini tidak membutuhkan banyak air. Taman ini cocok untuk Anda yang tak sempat melakukan perawatan dan penyiraman setiap hari. Karena cenderung kering, taman ini bisa diletakkan di dalam rumah. Untuk jenis tanaman yang cocok seperti Agave, Kaktus, Agronema, Diffen, Anthurium.

    Hari mengatakan selain tiga taman yang tengah tren ini, Wongtani Landscape yang berkantor di Grand Depok City ini menangani taman-taman dengan sentuhan yang berbeda. "Kami membuat taman hutan, taman sungai, taman lumut, juga taman yang menyerupai taman jaman Keraton dulu," ujar Hari.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Ini.Tiga.Jenis.Taman.Favorit
     Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)