Tampilkan postingan dengan label property unik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label property unik. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 April 2011

Marak, Bisnis Rumah Limasan Jati

Bagi penggemar rumah model limasan, kini marak banyak ditawarkan rumah khas rumah Jawa Tengah itu, baik yang baru maupun yang dilepas oleh pemiliknya. Rumah model limasan berbahan kayu jati atau kayu nangka ditawarkan dengan harga bervariasi,  Rp 90 juta hingga Rp 200 juta setiap unitnya.

Menurut Purwadi, salah satu warga Desa Jumo, Kecamatan Kedungjati, Kabupaten Grobogan, Kamis (25/11/2010), rumah limasan baru menjadi produk yang paling banyak dicari. Rumah baru itu memang dibuat oleh perajin. Meski baru, tetapi bahan baku seratus persen dari bahan kayu jati. "Bahan kayu jati itu masih ada meski terbatas. Pohon jati di kampung ataupun pohon jati hasil tebangan sistem penjarangan oleh instansi terkait juga ada," kata Purwadi.

Untuk rumah-rumah limasan model baru biasanya sudah dirakit dan dipajang di halaman dekat rumah pemiliknya atau pembuatnya. Hanya saja, rumah limasan yang siap jual ini berdiri dan  atap genteng sudah komplit, sedangkan bagian dinding, perabot, atau kelengkapan rumah lazimnya, seperti pintu atau jendela, belum ada.

"Kalau membeli rumah limasan tanpa kelengkapan harganya sekitar Rp 105 juta, dengan bahan baku jati. Kayu masih polos, belum dicat atau dipelitur supaya pembeli yakin kalau jatinya asli," ujar Purwadi.

Adapun kalau pembeli berasal dari Jakarta, tentunya harga pasti lebih dari Rp 105 juta karena harus ditambah dengan ongkos kirim. Sementara untuk rumah limasan yang sudah lama atau memiliki sejarah tetap saja ada yang mau menjualnya. Rumah limasan lama ini dijual dengan berbagai alasan, misalnya pemiliknya membutuhkan biaya untuk mengongkosi anaknya kuliah.

Menurut warga Desa Kreadenan, Purwodadi, harga rumah limasan lama yang biasanya ditandai dengan rangka kayu jati dan kayu tiang utamanya benar-benar merupakan jati pilihan dan tua karena usianya rata-rata sudah lebih dari 100 tahun. Untuk harga rumah limasan lama ini bisa di atas Rp 200 juta lebih dan komplet, kecuali gentengnya. Genteng rumah limasan lama sudah kuno dan kusam akibat termakan usia.

Rumah limasan khas Jateng, ciri khasnya bangunan ini punya 4 buah sisi yang ditopang tiang utama, 4 atau 16 tiang. Bagunan itu biasanya ditambah empat emper mengelilingi ruang atau bangunan utama. Rumah ini mempunyai wuwungan pada atapnya.

Keindahan bangunan khas ini terdapat di ruang interior tengahnya, yang terdapat konstruksi tiang bertumpuk sebagai penopang atap. Banyak rumah limasan yang ditawarkan oleh pemiliknya, terutama di Grobogan, Demak, Kudus, dan Pati.


Sumber : http://regional.kompas.com//Marak..Bisnis.Rumah.Limasan.Jati]
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Senin, 29 November 2010

Ruang Makan: Inspirasi Jeruk dan Lemon nan Segar

Biar mungil, diletakkan di sudut pula, area ini tetap tampil ceria dan segar. Paduan oranye dan kuning menyebabkan tampilan ruang makan ini sesegar sumber inspirasinya, jeruk dan lemon.

Ruang makan - mungkin lebih tepat disebut area sarapan - ini sederhana sekali, kan? Cuma ada sebuah meja kantilever sepanjang kurang lebih 90 cm, dan sebuah bar stool . Mirip bar? Yak, benar sekali! Inspirasi penataannya memang meja bar. Cocok untuk mereka yang masih lajang dan tinggal di unit apartemen studio.

Menilik konsep bar, Anda mungkin berpikir ide ini sudah banyak diaplikasikan, apalagi di apartemen. Tapi tunggu dulu, coba lihat paduan warna yang dilabur di sini. Segar sekali, kan ?

Saking segarnya mungkin tanpa sadar sampai meneteskan air liur. Oranye dan kuning, paduan warna menyegarkan ala jeruk dan lemon. Tak heran jika benar air liur Anda sampai menetes, karena dua warna ini, selain segar, juga diyakini mampu meningkatkan selera makan.

Itulah sebabnya dua warna tadi, ditambah merah, adalah warna-warna yang populer kita temukan di restoran dan cafe. Teori mengatakan ketiga warna ini berkorelasi erat dengan warna makanan.

Buah-buahan, kue, es krim, permen, hampir semua makanan memiliki unsur ketiga warna tadi. Jadi, saat kita berada di ruangan yang didominasi warna-warna tadi, otak secara otomatis membuat kita memikirkan makanan. Akibatnya, lapar pun menyerang.

Dari restoran kita adaptasi ke hunian. Soal mau pakai cat atau wallcover  sesuaikan saja dengan selera. Untuk ruang makan di foto ini, pilihan jatuh pada keramik. Area yang mudah kotor dan basah, seperti dapur, ruang makan, kamar mandi, dan sebagainya, memang pas pakai keramik. Pasalnya, keramik lebih mudah dibersihkan.

Siap segarkan ruang makan? Mungkin makanan favorit Anda bisa jadi inspirasi berguna. Selamat mencoba!


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!