Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tokoh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 Mei 2011

Hobi Harun Hajadi Di Luar Kesibukan Urus Properti


Kalau sudah suka dengan sesuatu, Harun Hajadi bakal melakukan apa pun untuk mendapatkannya. Makanya, Managing Director Ciputra Group ini serius benar mengejar karya pelukis Richard Winkler.

Harun sudah nge-fans berat pada pelukis sekaligus pematung asal Swedia yang kini menetap di Pulau Dewata sejak 10 tahun lalu itu. Lukisan dan patung buatan Winkler punya karakter khas, yakni berupa gambar atau rupa manusia yang dituangkan dalam wujud yang tidak lazim. “Bentuknya justru unik dan saya suka,” ungkap dia.

Saking gandrungnya, menantu raja properti Ciputra ini rajin berburu karya-karya Winkler. Namun, Harun bilang, tak gampang membawa pulang lukisan dan patung itu. Alhasil, tak jarang ia melakukan pendekatan khusus secara personal untuk merayu Winkler.

Usaha Harun tentu tidak sia-sia. Tak percaya? Coba saja bertandang ke kediamannya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Saat memasuki halaman rumah, deretan patung warna hijau yang berjajar rapi di pinggir teras bakal menyambut para tamu. Ada satu patung yang berukuran agak jumbo nangkring di dekat kolam renang empunya rumah.

Sementara itu, koleksi lukisan karya Winkler dipajang manis di beberapa pojok ruangan. Cuma, Harun tak hafal betul berapa jumlah persis koleksi lukisan dan patungnya itu. Harganya? “Murah-murah kok,” kata jebolan University of California ini sambil tertawa, tanpa mau menyebut angka.

Meski tak bisa melukis dan memahat serta tidak mempunyai latar belakang ilmu seni, Harun doyan dengan dunia seni. “Mengoleksi lukisan dan patung wujud kegemaran saya pada seni,” ujar dia. Di samping itu, lukisan dan patung menjadi ajang untuk menghilangkan penat di luar kesibukannya menggarap proyek properti.

Sumber : www.properti.kompas.com/Hobi.Harun.Hajadi.Di.Luar.Kesibukan.Urus.Properti
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Rabu, 18 Mei 2011

Dunia Niki Nasr dan Tangan Perajin Jepara


Niki Nasr, desainer asal Denmark, telah lama mengetahui kualitas karya para perajin dari Jepara, Jawa Tengah. Selama sembilan belas tahun, karya-karyanya yang telah masuk pasar internasional tercipta dari tangan perajin kota ukiran itu.

Niki telah lama berkecimpung dalam pasar furnitur tingkat internasional, sebut saja Italia, Meksiko, Skandinavia, Jerman, Yunani, Spanyol, dan negara-negara lainnya. Niki melanjutkan bisnis produksi furnitur milik keluarganya.

Ketika menjalankan bisnis keluarganya, Niki, seorang sarjana lulusan antropologi sosial, telah mengetahui keunggulan para perajin di Jepara. Ia pun bekerja sama dengan para perajin dari Jepara untuk mengerjakan desain-desainnya yang mendunia. Apa yang membuat Niki begitu mengagumi para perajin dari Jepara ketimbang daerah lain di Indonesia, Bali misalnya?
Menurut Pincky S.R. Sudarman dari Alun-Alun Indonesia, kekaguman Niki akan perajin Jepara karena mereka memiliki tingkat kesabaran luar biasa dalam mengukir. "Mungkin karena kita ini sebenarnya bangsa agraris. Ketika musim tanam belum tiba, nenek moyang kita mengerjakan hal lain seperti mengukir. Lihat, alat panen seperti ani-ani saja diukir dengan indah. Betapa kesabaran dan kehalusannya terlihat. Itu yang menjadi alasan Niki memilih perajin Jepara," katanya.

Kayu yang dipilih untuk desain Niki seperti kayu jati, mahoni, akasia, sungkai, mindi, dan kayu impor dari Perancis, kayu oak. Sementara untuk desain-desain karyanya, Niki terinspirasi desain dari Skandinavia, dengan gaya yang mempunyai napas sederhana, klasik, namun tak terbatas atau tak lekang oleh waktu. "Desain Skandinavia memiliki garis-garis murni yang utuh, jujur, sederhana, tidak terlalu rumit, dan bisa digunakan kapan saja, tak tergantung zaman," ungkap Pincky.

Keunggulan para perajin Jepara yang ditangkap jeli oleh Niki menjadi semacam pengingat bahwa bangsa ini kaya dengan talenta. "Ketika di tangan orang asing hasil kerajinan bisa menjadi indah seperti ini, tentu ini menjadi tantangan bagi desainer Indonesia untuk lebih maju. Jangan mau kalah karena ini adalah kekuatan kita," kata Pincky.

Niki Nasr mengadakan pameran pertamanya di Indonesia, bertajuk "Furnishing Your World by Niki Nasr", di galeri Alun-alun Indonesia Grand Indonesia pada 14 Mei-14 Juni 2011. Ada sekitar 80 karya yang dipamerkan.

 Sumber : www.properti.kompas.com/Dunia.Niki.Nasr.dan.Tangan.Perajin.Jepara.

  • Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

  • Selasa, 10 Mei 2011

    Gunarso S Margono: Selalu Bersyukur dalam Suka dan Duka


    Gunarso Susanto Margono, pendiri dan Presiden Komisaris PT Perdana Gapuraprima Tbk, memulai usahanya pada awal dekade 1980-an, mengelola perumahan sederhana untuk pensiunan Asabri di Lampung. Gunarso kemudian membangun rumah-rumah kecil di Cilegon, Bekasi, dan Bogor.

    Awal tahun 2000-an, pada saat pengembang properti lainnya masih terpuruk akibat krisis ekonomi 1998, Gapuraprima merambah properti menengah atas dengan membangun apartemen, perkantoran, dan mal di Mega Kuningan, Jakarta.

    "Masa depan bisnis properti di Indonesia tetap bagus. Tanah terbatas, penduduk terus bertambah. Kebutuhan akan tempat tinggal tak akan habis-habisnya," kata Gunarso dalam percakapan dengan Kompas.com di ruang kerjanya di The Bellezza Permata Hijau, di sela-sela perayaan  HUT ke-41 putra bungsunya, Rudy Margono, Senin (9/5/2011).

    Saat ini PT Perdana Gapuraprima Tbk membawahi sejumlah proyek properti mulai dari The Bellezza Permata Hijau, CBD Serpong, GP Plaza Gatot Subroto, mix-used project (proyek kawasan terpadu), hingga Bellagio Residence, Belmont Residence, Kebagusan City, Bellagio Mansion, The Mansion Mega Kuningan (apartemen).

    Gapuraprima menangani pula proyek-proyek perumahan Bukit Cimanggu City, Green Land Residence, Depok Maharaja, Taman Raya Citayam, Bukit Rivaria Sawangan, Taman Kota Bekasi, Jatiwaringin Garden, Taman Raya Bekasi, Green Leaf Residence, Metro Cilegon, Taman Raya Cilegon, Titian Asri, Pinewood Residence. Gapuraprima juga membawahi proyek-proyek komersial Marcopolo Water Adventure Park-Bukit Cimanggu City dan CBD Serpong, Bekasi Trade Center, Anyer Pallazo Boutique Resort.

    Dua proyek terbaru Gapuraprima adalah The Sun Heritage Kuta, The Heritage Seminyak Bali, dan Centrino Plaza at TB Simatupang. Pengembang ini juga akan membangun HIPMI Tower setinggi 40 lantai dan luas 50.000 meter persegi.

    Lahir di Jakarta, 15 Maret 1940, sebagai anak keenam dari tujuh bersaudara, Gunarso memulai usahanya dari hasil bumi beras, terigu, dan tekstil pada tahun 1960-an. Dua puluh tahun kemudian, Gunarso iseng-iseng mencoba masuk ke bisnis properti. Ia memulainya dengan membangun rumah-rumah kecil di Lampung, lalu Cilegon, Bekasi, dan Bogor.

    Kini Gapuraprima makin besar. "Saya sudah 50 tahun bergelut dalam bisnis. Saya sudah capek. Jadi sekarang saya serahkan kepada anak, menantu, dan cucu-cucu untuk menekuni bisnis properti ini. Saya bersyukur mereka mampu mengembangkan perusahaan ini," kata Gunarso, yang menikah dengan Oey Widyawati (66), yang menjabat Komisaris PT Perdana Gapuraprima Tbk.

    Rudy Margono, satu-satunya anak lelakinya, kini menjabat presiden direktur. "Saya sekarang cukup menjadi penasihat. Tugas saya menyekolahkan mereka dan tugas anak-anak, menantu, cucu melanjutkan bisnis properti ini," kata Gunarso yang berharap perusahaan yang didirikannya itu terus berkembang.

    Gunarso, yang kini melewati usia 71 tahun, tetap rajin bermain golf seminggu dua kali dan tetap datang ke pusat kebugaran. Gunarso juga tidak makan berlebihan.

    "Filosofi hidup saya, selalu bersyukur dalam keadaan suka maupun duka. Dalam duka, saya menghayati kondisi ini dan mencari hikmahnya," ungkap Gunarso.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Gunarso.S.Margono.Selalu.Bersyukur.dalam.Suka.dan.Duka
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Jumat, 06 Mei 2011

    Bos Facebook Beli Rumah Senilai Rp 59 Miliar

    Jakarta - Pendiri Facebook Mark Zuckerberg dikabarkan membeli rumah baru yang harganya senilai USD 7 juta atau setara dengan Rp 59,5 miliar. Ini mungkin menjadi salah satu pembelian termahal Zuckerberg yang dikenal sederhana.

    Ya, meski julukan miliarder melekat pada dirinya, Zuckerberg memang dikenal low profile dalam kesehariannya. Penampilannya tak jauh dari kaus oblong, celana jeans dan sepatu kets. Sebelumnya, dia pun merasa cukup tinggal di sebuah apartemen kecil dengan kasur di lantai dan akses internet dial up.

    Dilansir Los Angeles Times dan dikutip detikINET, Jumat (6/5/2011), pria berusia 26 tahun itu kini membeli rumah yang berlokasi di Palo Alto, California, Amerika Serikat (AS).

    Terdapat lima kamar tidur, sebuah ruang makan dan ruangan kecil untuk bermusik. Rumah ini pun memiliki kolam renang dan paviliun luar yang dilengkapi perapian.

    Berdiri di atas lahan seluas 17.000 square foot ini dikelilingi pohon citrus yang menaunginya. Rumah ini kabarnya juga hanya perlu waktu tempuh 10 menit dari calon kantor pusat Facebook yang baru di Menlo Park.

    Sumber :  www.detikinet.com/bos-facebook-beli-rumah-senilai-rp-59-miliar?
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Kamis, 05 Mei 2011

    10 Pebisnis Real Estate Tersukses di AS (II)

    Donald Trump bisa jadi masuk dalam jajaran pebisnis real estate di New York, Amerika Serikat. Namun, ia tidak masuk dalam urutan pebisnis paling sukses. Sebab, konglomerat properti tersebut hanya berada di peringkat ke-14 dari 100 pebisnis yang masuk daftar tahunan yang dilansir The New York Observer.

    Sementara itu, pengembang seperti keluarga Durst, Marc Holliday, dan Andrew Mathias berada di posisi teratas dalam daftar pebisnis tersukses. Mereka berhasil menduduki peringkat tersebut karena tertolong membaiknya pasar real estate.

    Dalam daftar pebisnis real estate paling sukses di New York, terdapat pendatang baru, seperti Gary Barnett, Presiden Extell Development Company dan pemilik Nets, Mikhail Prokhorov. Bahkan, Presiden China, Hu Jintao, juga masuk dalam 10 besar pebisnis real estate tersukses di New York.

    Berikut lima lagi pebisnis real estate paling sukses di New York, dari sebelumnya lima lainnya seperti dikutip VIVAnews.com dari laman businessinsider:

    5. Mort Zuckerman
    Mort Zuckerman NY Real Estate
    Jabatan: Pemimpin Boston Properties

    Hartawan real estate ini fokus pada proyek perkantoran kelas atas, dengan ekspektasi imbal hasil atau keuntungan cukup besar. Ia sempat mempertimbangkan menantang Kristen Gillibrand untuk kursi Senat di Pemilu 2010, tetapi akhirnya menolak melaksanakannya.

    4. Steve Roth dan Michael Fascitelli
    Michael Fascitelli NY Real Estate
    Jabatan: Pemimpin dan presiden, serta CEO Vornado Realty Trust

    Kekuatan perusahaan real estate Vornado yakni tertarik pada 29 proyek properti perkantoran di tengah kota Manhattan, serta dua lusin properti ritel di wilayah lainnya.

    Selain di Manhattan, perusahaan juga memiliki lahan 1,3 juta kaki persegi di gedung kantor pusat Bloomberg dan 1.700 kamar Hotel Pennsylvania di Manhattan.

    3. Marc Holliday dan Andrew Mathias
    Marc Holliday and Andrew Mathias NY Real Estate
    Jabatan: CEO dan presiden SL Green

    Para eksekutif ini tercatat berada di balik layar pemilik atau tuan tahan pemilik properti komersial terbesar yang menjadi bagian dari  proyek real estate Manhattan. Per Desember 2010, SL Green diketahui memiliki ketertarikan pada 59 proyek properti di Manhattan dengan total luas lahan sekitar 31,5 juta kaki persegi.

    2. Andrew Cuomo
    Andrew Cuomo NY Real Estate
    Jabatan: Gubernur New York

    Gubernur Andrew Cuomo memang hidup di Albany, tetapi ia mempunyai pengaruh besar atas industri real estate di kota New York.

    Dia juga mendapat dukungan dari banyak penguasa real estate. Sementara itu, industri real estate tercatat sebagai penyumbang terbesar dalam pemilihan gubernur 2010.

    1. Dauglas dan Jody Durst
    Douglas and Jody Durst NY Real Estate
    Jabatan: Pemimpin dan Presiden Durst Organization

    Dua tokoh di belakang organisasi Durst ini diketahui memiliki sejumlah proyek real estate besar, termasuk sebuah bangunan perumahan di dekat Penn Station dan sebuah menara besar di 57th Street dan sungai Hudson.

    Mereka juga berjasa dalam menarik minat beli investor Si Newhouse's Conde Nast pada proyek 4 Times Square di Wall Street.

    Sumber : www.bisnis.vivanews.com/pebisnis-real-estate-tersukses-di-as--ii-
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Selasa, 03 Mei 2011

    Jaringan Hotel Centara dari Thailand Masuk ke Indonesia


     Centara Hotels & Resorts, yang sebelumnya bernama Central Hotels & Resorts, adalah jaringan hotel terkemuka dari Thailand dengan pengalaman lebih 30 tahun di industri hotel. Centara adalah unit bisnis utama The Central Group yang didirikan keluarga Chirathivat, salah satu pemilik utama perusahaan ini.

    "Centara berencana membangun empat sampai lima hotel setiap tahun. Kami akan mulai dua tahun ke depan. Dalam lima tahun ke depan, sudah ada 20 sampai 30 hotel dengan jaringan Centara di Indonesia."
    -- Kevin Wallace--

    Central Plaza Hotel Public Company Limited (Centel) yang didirikan tahun 1980 adalah nama resmi dari Centara Hotels & Resorts. Mereka mengoperasikan hotel-hotel kelas satu di Thailand dan internasional. Centel juga berperan sebagai pengembang serta operator mal-mal komersial, bisnis ritel, dan Central Department Store.

    Selain mengoperasikan jaringan hotel-hotel di Bangkok dan resor destinasi wisata di Thailand, Centel juga mengoperasikan lima restoran cepat saji di Negeri Gajah itu. Centel adalah pemain utama dalam industri travel dan wisata, serta sektor bisnis makanan. Rebranding Centara Hotels & Resort diumumkan pada 26 Juni 2007 lalu oleh Suthikiati Chirathivat, Chairman of The Executive Board of Centrap Plaza Hotel (Public) Co Ltd.

    Saat ini terdapat tiga brand berbeda yang diciptakan dengan segmen berbeda. Hotel bintang lima disebut "grand", misalnya Grand Centara Hotels & Resorts. Centara Hotels dan Centara Resorts untuk hotel bintang empat, sedangkan produk vila diberi nama Centara Villas. Salah satu tempat terbaru yang mereka bangun adalah Bangkok Convention Centre (BCC) seluas 10.000 meter persegi yang mampu menampung 6.000 peserta.

    Di mancanegara, Centara beroperasi di Maldives, India, Mesir, hingga Himalaya. Di Indonesia, Centara mulai masuk dan mengelola Wuku Resort di Bali.

    Berikut ini wawancara dengan Kevin Wallace, President Centara International Management, bersama Robert Adhi Kusumaputra, Senin (2/5/2011).


    Bagaimana perkembangan Centara hingga saat ini (2011)?

    Sampai saat ini, Centara sudah memiliki 56 hotel dengan 9.000 kamar di seluruh dunia. Dari jumlah itu, sebanyak 13 di antaranya berlokasi di luar Thailand, dari Mesir, Bahrain, Malaysia, Maladewa, Vietnam, Filipina, dan India. Ada 14 hotel milik sendiri. Selebihnya kerja sama dengan investor. Centara saat ini masuk 25 besar operator hotel internasional.

    Mengapa memutuskan mengoperasikan kondotel di Bali?

    Kami melihat Wuku Resort properti mewah dan lokasinya dekat pantai. Atmosfer dan suasananya sangat pas dengan konsep Centara. Kami akan mengoperasikan Wuku Resort dengan atmosfer Indonesia. Ini di Bali, bukan di Thailand. Namun, antara Bali dan Thailand memiliki kesamaan budaya pada masa lalu.

    Kami membangun network di Indonesia, selain di negara-negara lainnya. Kami mengoperasikan hotel dengan segmen berbeda. Kami melihat iklim ekonomi di Indonesia kondusif dan positif.

    Apakah Centara punya rencana mengoperasikan hotel di kota lain di Indonesia, setelah Bali?

    Indonesia punya potensi besar bagi industri hospitality. Indonesia memiliki banyak penduduk, sekitar 250 juta orang. Benar, kami sudah berencana membangun empat sampai lima hotel setiap tahun. Kami akan mulai dua tahun ke depan.

    Kami akan membangun di Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, dan Bogor. Tidak semua hotel bintang lima, tetapi juga bintang empat dan bintang tiga. Dalam lima tahun ke depan, sudah ada 20 sampai 30 hotel dengan jaringan Centara di Indonesia.  Kami yakin tamu hotel datang untuk mendapatkan pengalaman baru, bukan sekadar tidur di kamar standar.


    Anda juga berencana mengoperasikan "budget hotel"?

    Saya mengamati budget hotel sangat sukses di Indonesia, sama seperti di India, China, dan Thailand. Centara akan mulai membangun budget hotel atau hotel bintang dua dengan brand Cosi and Easi. Kami akan mulai dari Bangkok tahun 2011 ini. Setelah itu, baru ke mancanegara, termasuk Indonesia.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Jaringan.Hotel.Centara.dari.Thailand.Masuk.ke.Indonesia
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Razie Abdullah: DW2 Kembangkan Properti Berdesain Unik


    Bagi Razie Abdullah, Presiden Direktur DW2 Property, terjun dalam bisnis properti merupakan passion-nya. "Produk-produk properti perusahaan kami bukan sekadar produk. Kami sangat peduli pada green property, pada desain, pada keunikan produk," kata Razie.

    "Kami membangun rumah tidak sekadar produk rumah. Kami membangun rumah butik dengan desain indah. Ini masalah passion. Jadi kami tidak sekadar mencari untung, tapi memberikan nilai tambah bagi pembeli."
    -- Razie Abdullah--

    Produk terbaru pengembang DW2 adalah Wuku Resort yang dibangun di kawasan Pecatu, Bali. Kombinasi kondotel dan villa ini, menurut Razie, menjadi produk signature DW2.

    Lahir di Jakarta, September 1972, Razie Abdullah anak kedua dari enam bersaudara ini, memyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Teknik Sipil Universitas Trisakti Jakarta (angkatan 1991). Ayah Razie, Ir Abdullah, pernah bekerja dengan Pak Ciputra di Grup Jaya, antara lain terlibat dalam pembangunan Ancol.

    Sebelum aktif di dunia properti, Razie menggeluti industri shipping sampai menjadi Kepala Cabang Maersk Sealand di Jawa Tengah. Lalu ia pindah ke perusahaan minyak dan gas, menjadi Direktur Radian Utama Interinsco Tbk (2002-2008).

    Tahun 2008, Razie mengikuti jejak adiknya Aliva Abdullah, master psikologi, yang sudah lebih dahulu terjun dalam bisnis properti. Aliva aktif di usaha properti sejak tahun 1998 lalu. Di Jakarta, pengembang DW2 sudah membangun lebih dari 10 proyek properti, terutama proyek perumahan. Salah satunya Nirvana Kemang, patungan bersama Loemongga Haoemasan.

    Berikut ini wawancara dengan Razie Abdullah, Presiden Direktur DW2 Property bersama Robert Adhi Kusumaputra, Senin (2/5/11).


    DW2 Property dikenal sebagai pengembang yang membangun produk-produk properti dengan desain unik dan berkelas. Produk terbaru mana saja yang dikembangkan DW2?

      Kami membangun empat proyek properti baru di Bali. Proyek pertama di Bali adalah Villa Paya-paya di kawasan Seminyak, yang kami bangun tahun 2007-2007. Villa ini sudah kami jual. Setelah itu tahun 2010, kami membangun proyek kondotel dan villa Taum, juga di Seminyak, dan akan dibuka tahun 2011 ini. Kami membangun 90 unit kondotel dengan 120 kamar di lahan seluas 7.500 meter persegi di tengah-tengah sawah. Meski demikian, suasana Taum tetap hip sesuai suasana Seminyak.

    Tahun 2011 ini, kami memulai proyek properti baru, Wuku Resort di lahan seluas 1,5 hektar di Pecatu. Proyek ini akan dibangun bulan Agustus 2011 dan dijadwalkan beroperasi pada 12-12-12. Saya suka banget dengan lokasi Wuku Resort di Pecatu, bersebelahan dengan lapangan golf dan kawasan hijau, dan pemandangannya ke arah laut. Lokasinya premium.

    Bagaimana dengan proyek-proyek DW2 Property di Jakarta dan sekitarnya?

    Di Jakarta, kami membangun klaster-klaster dengan jumlah rumah antara 8 unit dan 34 unit, sebagian besar di Kemang dan Kebayoran Baru. Yang terbesar, kami bangun klaster Alea di Cilandak dengan 34 unit rumah. DW2 juga ikut patungan proyek Senopati Suites bersama Loemongga Haoemasan.
    Di masa depan, kami akan membangun kompleks perumahan di daerah Serpong, angerang dengan lahan lebih luas, 4 hektar sampai 5 hektar.

    Apa keunikan produk properti DW2?

    Kami membangun rumah tidak sekadar produk rumah. Kami membangun rumah butik dengan desain indah. Ini masalah passion. Jadi kami tidak sekadar mencari untung, tapi memberikan nilai tambah bagi pembeli. Kalau memang desainnya memang banyak lahan kosong, ya dikosongkan. Jadi ini tergantung filosofi perusahaan. Kami menikmati proses ini.

    Di Bali, Anda memilih konsep kondotel. Mengapa?

      Saya kira ini strategi pengembang. Kami berbagi dengan orang lain. Jangan semua dipegang sendiri. Tapi tentu tidak seratus persen produk ini kami jual. Kami senang dengan kondotel karena kami senang berbagi keberhasilan properti.

    Proses pemerataan. Bayangkan, dengan uang sekitar Rp 1 miliar, orang sudah memiliki unit kondotel. Proyek hotel Sunset Road di Kuta tidak dijual. Konsepnya beda, bukan resort, dan di bawahnya ada lifestyle center.
     
    Bagaimana Anda melihat properti di Indonesia saat ini?

    Yang kami lakukan adalah masuk ke segmen berbeda dengan membangun kondotel. Dan menuruts aya, tugas pemerintah adalah membangun infrastruktur di banyak daerah sehingga pihak swasta bisa membangun berbagai proyek properti.

    Anda menggaet Centara, operator hotel dari Thailand, untuk mengoperasikan kondotel ini. 
    Mengapa?

    DW2 adalah pemain di properti butik, demikian pula dengan Centara. Jadi klop ketika bicara soal konsep. Centara sangat berpengalaman dalam pengelolaan spa, restoran, dan industri hospitality. Centara mengelola hotel butik dan resort dari Himalaya sampai Mauritius.

    Sumber : www.properti.kompas.com/Razie.Abdullah.DW2.Kembangkan.Properti.Berdesain.Unik 
    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Jumat, 29 April 2011

    Soegianto Nagaria: Buka Tepat Waktu, Gratis Sewa 3 Bulan


      Soegianto Nagaria adalah generasi kedua keluarga Soetjipto Nagaria, pendiri perusahaan pengembang PT Summarecon Agung Tbk. Soegianto, Direktur PT Summarecon Agung ini lebih banyak menangani ritel dan berhubungan dengan para penyewa mal. Keberhasilan Summarecon Mal Serpong (SMS) di kawasan Gading Serpong, Tangerang, menggaet penyewa dan pengunjung, sedikit banyak berkat tangan dingin Soegianto.

    "Jadi kalau Anda tanya apa kiat sukses Summarecon Mal Serpong, saya tegaskan bahwa mengajak penyewa membuka serentak pada hari pembukaan, itu hal yang sangat penting."
    -- Soegianto Nagaria--

    "Kami ingin menciptakan suasana di mana pengunjung merasa enjoy, menikmati waktu berbelanja, menghabiskan malam di tempat ini," kata Soegianto yang belajar arsitektur di Taiwan dan rajin mengikuti seminar properti di mancanegara.

    Berikut ini wawancara khusus dengan Soegianto Nagaria, Direktur PT Summarecon Agung Tbk bersama Robert Adhi Kusumaputra.

    Setelah sukses dengan Summarecon Mal Serpong I, kini Summarecon Mal Serpong II dibangun dan dibuka pada tahun 2011 ini juga. Apa kiat Anda membuat Summarecon Mal Serpong sukses?

    Kiat utama adalah memperhatikan apa yang dibutuhkan konsumen. Kami beruntung karena sudah berpengalaman mengelola Mal Kelapa Gading I, II, III, IV. Kami mendapatkan kepercayaan dari konsumen yang tahu bahwa Mal Kelapa Gading itu bagus.

    Ketika mengajak kawan-kawan peritel yang sebelumnya menyewa di Mal Kelapa Gading ke Summarecon Mal Serpong, kami berhasil membuat mereka percaya sehingga mau ikut ke Serpong. Ini awal yang penting. Jadi kalau Anda tanya apa kiat sukses Summarecon Mal Serpong, saya tegaskan bahwa mengajak penyewa membuka serentak pada hari pembukaan, itu hal yang sangat penting.

    Untuk itu kami memberikan insentif tiga bulan gratis kepada para penyewa Summarecon Mal Serpong II yang membuka tepat pada 27 Oktober 2011. Insentif ini bisa membuat penyewa buru-buru buka on time. Memang saat membuka SMS I, insetif diberikan enam bulan karena daerah ini masih baru. Membuka pada hari yang sama sangat penting karena jaminan sukses akan lebih tinggi. Yang penting, Summarecon dan penyewa mal sama-sama happy, sama-sama senang.

    Summarecon Agung sukses dipimpin oleh orangtua Anda, Pak Soetjipto Nagaria sehingga menjadi perusahaan properti yang disegani. Bagaimana Anda mempersiapkan diri agar dapat menerima tongkat estafet, dan juga sukses memimpin Summarecon Agung kelak?

    Saya beruntung perusahaan ini sudah berjalan dengan sangat solid. Saya dan saudara saya Herman Nagaria aktif dalam perusahaan ini. Kami fokus menjaga kultur perusahaan yang sudah ditanamkan ayah saya. Kami menjaga sumber daya manusia di Summarecon agar mereka bisa berkarier dengan optimal. Kami fokus pada strategi inti yang perlu dilakukan. Kami mempersiapkan planning ke depan. Kami bertanggung jawab mempertahankan dan membesarkan Summarecon Agung dengan fondasi yang kuat.

    Apakah suatu hari Anda akan menjadi CEO Summarecon Agung?

    Menjadi CEO? Sampai sekarang belum ada rencana untuk itu. Yang penting saya dan Herman sudah terlibat secara menyeluruh di perusahaan ini. Saya kira posisi CEO sebaiknya dipegang profesional. Yang penting keluarga Nagaria memberikan yang terbaik agar Summarecon mampu bertahan dalam jangka panjang. Namun jika suatu hari saya memang dibutuhkan, saya dan adik saya siap. Kalau suatu hari Summarecon membutuhkan tenaga dan pikiran saya lebih banyak, saya siap mempertahankan kultur yang baik yang sudah ada sejak awal.

    Summarecon Mal Serpong II akan beroperasi 27 Oktober 2011. Apa yang baru dari SMS II?

    Luas SMS II ini 60.000 meter persegi, belum termasuk luas gedung parkir. Kalau digabungkan SMS I dan II, luas totalnya adalah 110.000 meter persegi. Dan jika termasuk gedung parkir, luas totalnya 193.000 meter persegi. Kapasitas gedung parkir di SMS akan menjadi 4.000 mobil.

    Pengalaman Summarecon Agung yang sukses mengelola Mal Kelapa Gading I, II, III, IV membuat kami lebih mudah mengelola SMS I. Saat ini ruang tersewa di SMS I sudah 100 persen, sedangkan ruang tersewa di SMS II sampai April 2011 sudah 70 persen. Artinya jika digabung, ruang tersewa total sudah 85 persen.  Beberapa penyewa utama SMS II adalah Centro Department Store, Do It Best Pongs Home Center, dan Eat and Eat Food Market.

    Setelah SMS I dan II beroperasi, ada rencana membangun SMS III?

    Ya, kami sudah merencanakan itu. SMS III akan dibangun delapan tahun mendatang. Selain itu kami juga akan membangun apartemen, hotel, dan convention center di kawasan ini.

    Suksesnya Summarecon Serpong juga diikuti pengembang lainnya di Serpong seperti Paramount Serpong, Alam Sutera, dan BSD. Anda melihat properti di Serpong makin "hot"?

    Ya benar, daerah Serpong merupakan daerah properti sangat hot saat ini. Kami senang apa yang kami tanam sudah mulai berbua. Yang penting, kami harus menjaga kepercayaan dan kredibilitas, nama Summarecon. Karena itu sangat penting membuka Summarecon Mal Serpong tepat waktu. Ini akan membuat konsumen makin percaya pada kami.


    Sumber : www.properti.kompas.com/Soegianto.Nagaria.Buka.Tepat.Waktu.Gratis.Sewa.3.Bulan.
     Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Ardi Joanda: Interior, "New Selling Point" Bagi Properti


           Bagaimana tren furnitur high-end saat ini? "Tren furnitur rumah-rumah kelas atas akan kembali ke tren tradisional klasik yang lebih ringan, yang sering kali disebut sebagai american classic. Tren warna furnitur tetap pada warna hitam, putih, dan warna kayu. Sedangkan tren warna material, kombinasi warna metal stainless dan warna silver," kata Ardi Joanda, President Medici Living, perusahaan furnitur high-end dalam percakapan dengan Kompas.com belum lama ini.

    Menurut Ardi, informasi mengenai produk interior yang tersebar di dunia maya dan di berbagai media massa cetak, membuat pengetahuan pemilik rumah semakin maju. Selain itu, makin banyak orang Indonesia yang berkunjung ke rumah-rumah indah di luar negeri dan dalam negeri sehingga pengetahuan tentang rumah pun makin luas. "Saat ini dan di masa mendatang, peran desain interior dan arsitek akan semakin penting dalam menangani rumah-rumah kelas menengah atas. Untuk itulah furnitur juga penting mengikuti tren. Kami bukan lagi sekadar toko furnitur, tapi kami ingin bersama-sama arsitek dan desainer interior, ingin mewujudkan rumah idaman mereka. Ini sesuai slogan kami Live Your Life Best," ungkap Ardi Joanda, yang sebelumnya pernah bekerja di Da Vinci.

    Setelah 13 tahun bergabung dengan Da Vinci, dan terakhir pada posisi sabagai CEO Da Vinci, Ardi memutuskan keluar dengan alasan pribadi. "Saya ingin pindah kuadran, menjadi pengusaha," katanya. Bulan Januari 2006, Ardi merintis usaha es Charmy Ice bersama Lawrence Pan, saudara angkatnya dari Taiwan.

    Akhir tahun 2007, Ardi menerima telepon dari pemasok furnitur dari Amerika Serikat. "Mereka mempercayakan saya untuk memasarkan produk-produk mereka. Tahun 2008, Medici Living, perusahaan baru furnitur high-end didirikan. Nama Medici menentukan filosofi perusahaan karena keluarga Medici adalah patron dari berbagai bidang aspek kemanusiaan, politik, seni, agama, arsitek," ungkap pria kelahiran Pontianak, Kalimantan Barat, 15 Januari 1970 ini.

    Tahun 2008, Medici Living membuka ruang pamer di Belezza, Permata Hijau, Jakarta Selatan, dan diresmikan oleh perwakilan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Medici memang mengkhususkan diri memasarkan produk-produk Amerika. Klien Medici pada umumnya keluarga kalangan atas, yang mengetahui produk ini dari mulut ke mulut.

    Mengalami banyak pengalaman dalam hidupnya, Ardi selalu menyampaikan pendapatnya bahwa pengalaman pahit adalah "guru" yang paling manis. "Karena justru pada saat iitulah, kita diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengeluarkan segala kemampuan yang ada. Tapi akan lebih baik jika dalam kondisi baik pun, kita bisa mengeluarkan kemampuan terbaik," kata Ardi.

    Menurut Ardi, banyak orang tidak menyadari kemampuan karena terlalu berhitung-hitung. "Banyak orang berpendapat, ngapain saya harus kerja begini, begitu. Padahal setiap hal yang dilakukan, harus dianggap sebagai ujian, sampai sejauh mana kemampuan kita. Begitu diuji, baru tahu kemampuan kita luar biasa sehingga muncul kepercayaan diri," ujarnya.

    "Dalam hidup ini sebenarnya kita diberi kesempatan waktu oleh Tuhan untuk memanfaatkan talenta-talenta yang masih terpendam. Karena itu mari kita nikmati hidup, berbagi dan memanfaatkan talenta-talenta yang diberikan Tuhan," ungkap Ardi Joanda.

    Berikut ini wawancara khusus dengan Ardi Joanda, Presiden dan CEO Medici Living Indonesia bersama Robert Adhi Kusumaputra.

    Mengapa produk interior sangat penting bagi industri properti? Menurut saya, konsumen membeli properti karena produk interiornya, bukan hanya pertimbangan lokasi dan nama besar pengembang. Interior bisa menjadi new strong selling point bagi sebuah properti.

    Memang ada orang membeli desain interior sesuai fungsinya. Tapi ada juga pemilik rumah, yang walaupun membeli mahal, untuk menunjukkan status finansial bahwa mereka orang mampu. Yang ingin dilakukan pengusaha furnitur sebagai salah satu produk interior adalah bagaimana pemilik rumah memahami pengetahuan tentang interior, mengerti keharmonisan dan fungsu interior.

    Jadi orang tidak sekadar membeli furnitur untuk menunjukkan status, tapi menunjukkan bahwa dia memiliki pengetahuan luas tentang interior dan furnitur. Bagaimana dia memahami bagaimana membuat arsitektur rumah dan interior menjadi harmonis. Jadi produk interior bukan menjadi cost lagi, tapi merupakan investasi yang menaikkan nilai rumah.

    Menurut Anda, apakah pemilik rumah di Indonesia sudah menghargai pentingnya produk interior?
    Dari pengalaman menangani rumah selama ini, sebagian besar orang Indonesia tidak berpikir untuk spend money di struktur. Tidak berpikir mengeluarkan uang ekstra untuk ini, bahkan kadang mereka menyebutnya sebagai hal berlebihan.

    Tapi pemilik rumah di Indonesia tidak keberatan untuk mengeluarkan uang ekstra untuk marmer. Di Indonesia, lantai marmer impor menjadi trademark rumah mewah. Bahkan orang Italia sendiri terkaget-kaget setelah tahu orang kaya Indonesia mencari marmer yang berukuran sampai 1 m x 1 m. Di luar negeri, marmer yang digunakan berukuran 60 cm x 60 cm.

    Jika kita bandingkan dengan di Italia, orang Italia mengeluarkan biaya 60 persen untuk furnitur dapur (kitchen). Sedangkan di Indonesia, biaya untuk kitchen ditekan.

    Yang ingin saya sampaikan kepada semua pemilik rumah bahwa kita ingin bersama-sama mengeskplor, menciptakan interior rumah mereka sesuai dengan status, dengan affordable. Saya ingin menekankan soal knowledge, pengetahuan tentang interior. Jadi mereka tidak akan malu, membeli barang bukan karena harganya mahal, tapi mengerti fungsi dan desainnya.

    Memang banyak orang kaya di Indonesia belum mengerti. Karena itu, menurut saya, penting sekali hal ini dieksplor bersama-sama. Pemilik rumah perlu melihat ini bagian dari investasi.

    Coba Anda bayangkan, setiap hari di dalam rumah, yang paling disentuh kan furnitur. Jadi furnitur adalah investasi yang baik di dalam rumah.

    Satu poin lagi, knowledge tak hanya bicara soal desain, tapi juga mengenai teknologi, termasuk produk go green atau tidak. Sesuai slogan Medici, "Live Your Life Best", saya berharap furnitur bisa memberikan nilai lebih pada industri properti. Jika ada pilihan beli apartemen A atau B, orang akan pilih apartemen B karena interiornya diisi produk furnitur branded, misalnya Trump Home. Nilai jual properti itu akan tinggi. Ada plus, furniture by Laura Florence. Pengembang dengan mudah menjual properti ini. Harapan saya, di masa depan, orang beli properti bukan hanya karena pengembang atau lokasi, tapi juga furnitur dan interior yang dipilih.

    Apakah pemilik rumah sudah mulai mengajak desainer interior untuk memperindah rumah?
    Saya melihat, pemilik rumah mulai mengajak desainer interior memandu mereka mendapatkan produk yang benar. Walaupun begitu, keputusan akhir masih pada pemilik rumah. Karena interior sangat personal. Kalau mereka berpikir bahwa membeli furnitur sebagai investasi yang menaikkan nilai rumah, mereka akan memilih produk interior yang tepat.

    Banyak furnitur yang didiskon untuk menarik pembeli. Bagaimana menurut Anda?
    Ini tidak berlaku pada produk Medici sebab harga produk Medici makin lama makin mahal, sedangkan produk lain makin murah karena didiskon.

    Kami ingin mengedukasi pasar. Karena umumnya konsumen di Indonesia masih terbiasa dengan iming-iming diskon walaupun sebenarnya tidak semua diskon itu murni diskon.

    Bagaimana tren furnitur ke depan?
    Tren furnitur bolak-balik dari modern kontemporer ke klasik, dan sebaliknya. Jadi tren tetap ada di dua kutub ini dan pecinta dua kutub ini selalu ada. Sama seperti fashion industry, ada lingkaran. Yang penting, berapa lingkaran itu kembali ke desain awal? Kalau di Indonesia, kita melihat perbedaannya, desain klasik akan lebih lama bertahan dibandingkan dengan desain modern minimalis yang waktunya lebih pendek. Hal ini terjadi karena kebiasaan orang Indonesia yang suka berbelanja.

    Produk Medici ada modern maupun klasik. Spesialisasi Medici biasanya pada produk-produk Amerika. Kami membagi koleksi Medici jadi dua. Produknya on display, sehingga klien tidak keberatan walaupun terbatas, produk sama dengan orang lain. Juga produk yang customize. Klien dapat memilih produk-produk yang sesuai dengan keinginan persis, terutama program Me and My Sofa. Mereka bisa memilih kain sofa, model, dengan finishing sesuai keinginan yang pas dengan rumah mereka.

    Kami sekarang juga bermain furnitur Eropa, yang kami namakan Euro Direct. Kami bekerja sama dengan beberapa perusahaan top di Italia. Saya sudah lebih dari sepuluh kali mengikuti pameran furnitur di Milan, Valencia, sampai kota-kota di Amerika.

    Kami juga mencoba memulai bekerja sama dengan pemilik hotel dan lighting manufacturer untuk menata lampu hias di ballroom dan lobi. Furnitur didesain khusus sesuai dengan tema hotel tersebut.


    Sumber : www.properti.kompas.com/Ardi.Joanda.Interior.New.Selling.Point.Bagi.Properti 
     Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Rabu, 19 Januari 2011

    Belajar tentang Lokalitas dari Arsitek Kenamaan Jepang Kengo Kuma

    Bagi para arsitek, nama Kengo Kuma tentu sudah tak asing lagi. Arsitek Jepang yang berpengalaman lebih dari 10 tahun ini membagi wawasannya melalui kuliah umum, yang diselenggarakan oleh Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Senin (17/1/2011).

    Jika Anda mencari nama Kengo Kuma di mesin pencari, seperti Google, Anda akan menemukan banyak artikel yang mengaitkan namanya dengan gaya arsitektur yang natural, berkelanjutan (sustainable), dan satu hal lagi, kata lokal. Pada kunjungannya kali ini, untuk memberikan kuliah umum, tak salah jika ia bercerita seputar tema "Lokalitas".

    Dari sekian banyak karya yang dipresentasikannya, ada beberapa poin yang bisa disimpulkan. Pertama, Kengo Kuma tidak pernah menebang pohon atau tumbuhan yang ada di sekitar lahan di mana bangunan akan dibangun.

    Kedua, ia selalu memerhatikan lingkungan sekeliling lahan, sejarah, bangunan lama, keadaan alam, iklim, dan sebagainya, yang menurut Kuma, sangat berpengaruh pada karya arsitektur yang akan dibuatnya. Ketiga, ia selalu menggunakan material lokal, yang diproduksi paling dekat dengan lokasi pembangunan, kalau perlu tanpa menggunakan transportasi atau pengangkutan sama sekali.

    Menurutnya, seorang arsitek tidak bisa hanya ingin mewujudkan kreativitas. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mempelajari lingkungan, ia mengambil istilah "berteman" dengan lingkungan sekitar. Setelah itu barulah membuat desain yang sesuai dengan lingkungan, yang sudah menjadi "teman" kita. Konsep seperti ini, menurutnya, akan membuat bangunan menjadi bagian menyatu dengan lingkungan.

    Kuliah umum Kengo Kuma ini merupakan pembuka bagi kuliah-kuliah umum oleh arsitek dunia lainnya, yang akan diselenggarakan oleh IAI pada waktu-waktu berikutnya.

    "Kuliah umum seperti ini akan diselenggarakan sebagai rangkaian acara yang diselenggarakan IAI hingga akhir tahun nanti," ujar Ketua IAI Nasional, Endi Subijono. Diharapkan para arsitek Indonesia dapat mengambil pelajaran, seperti poin-poin yang disampaikan Kengo Kuma hari ini, dan dapat memacu perkembangan arsitektur Indonesia.

    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

    Jumat, 03 Desember 2010

    Pria Santun Berinsting Bisnis Tajam

    Pebisnis properti yang satu ini dikenal sangat kental aksen Jawanya. Selain santun dalam bertutur kata, ia ternyata juga humoris dan yang terpenting, memiliki insting bisnis yang cukup tajam.

    "JORR itu dulu saya bilangnya bukan Jakarta Outer Ring Road tapi Jalan Ora Rampung-Rampung." canda Trihatma Kusuma Haliman, yang sontak disambut tawa membahana waktu mengisi sesi talkshow di Investor Summit 2010. Pemilik Agung Podomoro Grup ini dengan muka sumringah menyambut listingnya saham Agung Podomoro (APLN) pada Bursa Efek Indonesia.

    Trihatma, demikian ia akrab dipanggil, merupakan salah satu pemain utama di bidang bisnis properti selama 12 tahun terakhir, terutama dalam penyediaan hunian vertikal di Jakarta. Dengan market share untuk apartemen di atas 50% dan kebutuhan hunian di perkotaan yang besar, seiring pertumbuhan penduduk, ia memberanikan diri mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia.

    Perseroan resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan melepas 6,150 miliar lembar saham baru ke publik atau setara 30% dari jumlah saham yang dicatatkan yakni 20.500.000.000 lembar saham.

    Harga pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau initial publik offering (IPO) ini Rp365 dengan nilai nominal Rp100 per lembar saham. “Dari pelepasan saham itu, dana yang berhasil dihimpun dari IPO ini sebesar Rp2,244 triliun dengan kapitalisasi pasar Rp7,482 triliun,” katanya.

    Sebanyak 35% dari dana hasil IPO itu akan digunakan untuk membayar pinjaman bank perusahaan properti. Kemudian 35% lagi untuk menyelesaikan konstruksi apartemen, hotel, dan kantor di proyek Central Park. Sisa dana untuk akuisisi dan pengembangan proyek baru.

    "Kita akan tetap melakukan terobosan land bank di lokasi strategis pada akhir tahun, dan kita memiliki konsep recyle sehingga terus dibangun secara berkesinambungan," kata Trihatma.

    Banyak kisah penyemangat yang ditularkan Trihatma kepada para entrepreneur maupun pelaku usaha. Salah satunya adalah keberaniannya memulai usaha di usia belia. Ia menuturkan, ketika ia masih berusia 23 tahun, ia mengajak ayahnya ke bank untuk memperoleh pinjaman pertamanya.

    Saat itu, semua pihak, termasuk ayahnya, meremehkan kemampuannya berbisnis, "Apa kamu yakin bisa mengembalikan pinjaman itu?" tanya ayahnya pada waktu itu.

    Namun insting bisnis Trihatma ternyata tidak meleset. Dalam waktu 3 bulan, ia berhasil melunasi semua pinjamannya kepada bank lewat jual beli tanah secara konvensional di daerah sunter.

    Kisah keberanian lain yang diungkapkan adalah ketika Trihatma memilih bertahan, saat pengembang lain meninggalkan pasar atas imbas krisis multidimensi 1997-1998.

    Sukses diraih atas keputusan yang bertentangan dengan developer lain, didukung pemilihan jitu tentang bisnis yang akan digarap. Nama Agung Podomoro pun semakin berkibar sebagai salah satu pengembang terdepan masa kini.

    “CEO-CEO saya sudah punya firasat yang sangat mengkhawatirkan tentang dampak serius terhadap properti dunia. Mungkin saat itu saya sendiri yang tenang. Banyak teman-teman lain yang stop saat itu, namun saya memutuskan maju terus," kenang Trihatma.

    Kisah sang raja apartemen ini dimulai selepas ia merampungkan pendidikan di Jerman pada 1973. Ketika itu, sebagai generasi kedua penerus perusahaan yang dibangun ayahnya, Anton Haliman, pada 1969, Trihatma diminta kembali ke Indonesia untuk mulai belajar mengendalikan Agung Podomoro.

    Berbekal kerja keras, Trihatma pun akhirnya dipercaya untuk mengendalikan Agung Podomoro sepenuhnya sejak 1986. Ia mengelola 27 proyek properti berskala besar di Jakarta dan sekitarnya dengan total kapitalisasi Rp15 triliun.

    Perkembangan jaman membuatnya terus berekspansi. Trihatma pun menjajal bisnis pusat perbelanjaan. Di tengah persaingan antar-pusat perbelanjaan yang makin keras, ia justru melihat di situlah daya tariknya. “Para pebisnis akan makin kreatif menghasilkan inovasi tatkala kompetisi makin ketat,” ujarnya.

    Berkat tangan dinginnya, hingga kini Trihatma telah menuntaskan proyek di Mangga Dua Square dan Plaza Semanggi. Selain proyek Forum di seberang Plaza Senayan dan STC Senayan. Forum mengemban misi menjadi salah satu ikon baru pusat perbelanjaan Indonesia. Desainnya, kabarnya, merupakan yang terdepan saat ini di Indonesia.

    Sukses Podomoro tak terlepas dari strategi pemasaran yang baik. Strategi pertama adalah dari segmentasi pasar yang membidik konsumen menengah ke atas. Strategi kedua adalah brand image. Di sini ada dua brand image. Pertama, sebagai umbrella image, adalah trademark Mediterania.

    Kemudian, yang kedua, sebagai value brand, adalah perusahaan Grup Agung Podomoro, yang track record-nya sangat baik. Strategi yang ketiga adalah penjualan. Podomoro menggunakan jasa agen-agen penjualan yang profesional.


    Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
    Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !