Senin, 22 Oktober 2012

"Jembatan Tiup", Pereda Stres Pejalan Kaki


PARIS, Kota Paris memiliki banyak jembatan yang mampu "menemani" pejalan kaki menikmati pemandangan indah. Sebentar lagi, para pejalan kaki akan dimanjakan dengan jembatan inovasi baru yang modern dan unik.

Firma desain Atelier Zündel Cristea (AZC) yang berbasis di Paris baru saja mempublikasikan ide mereka mengenai "jembatan tiup". Jembatan ini akan membentang di atas Sungai Seine.

AZC sengaja mendedikasikan desainnya bagi pejalan kaki yang kaku dan sibuk. AZC merasa, para pejalan kaki membutuhkan waktu istirahat dari kesibukan sehari-hari untuk melepaskan stres dan kejenuhan.

Firma ini membuat jembatan yang mampu menjadi tempat bermain bagi siapa pun. Jembatan ini membentuk tiga trampolin raksasa. Setiap trampolin raksasa berdiameter 30 meter.

Trampolin-trampolin raksasa yang membentuk jembatan itu berisi 3.700 meter kubik udara. Jembatan ini menggunakan material-material sangat ringan. Dengan jembatan trampolin ini, para pejalan kaki juga dapat menikmati indahnya Sungai Seine tanpa perlu menceburkan diri di dalamnya.


Cari Rumah Dijual Depok   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.
Follow Us : @Propertykitacom

"Bom Waktu" Rumitnya Masalah Perumahan....

YOGYAKARTA, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) mengharapkan agar Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang merupakan amanat dari UU No 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun dapat mendorong pembangunan rumah susun.

Backlog semakin hari semakin besar, antara lain karena pemerintah belum membangun kebijakan politik dari sisi target sehingga kebijakan terkait perumahan juga belum efektif.
-- Panangian Simanungkalit

"Kami berharap RPP dapat mendorong pembangunan rusun karena investasinya cukup besar," kata Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera, Pangihutan Marpaung, dalam siaran pers Kemenpera yang diterima di Yogyakarta, Minggu (21/10/2012).

Menurut Pangihutan, RPP untuk mendorong pembangunan rusun tersebut jangan dicemaskan akan terjadi overheating karena kebutuhan perumahan sangat tinggi terutama di kota-kota besar di Indonesia. Ia juga menuturkan, substansi yang terdapat dalam RPP terkait rusun tersebut akan mewajibkan para pengembang untuk membangun rumah susun umum 20 persen dari luas lantai. Selain itu, lanjut dia, UU No 20/2011 itu juga mengamanatkan tidak diperkenankan menjual gambar.

"Waktu itu ramai diperbincangkan dan menjadi polemik di DPR, tapi UU ini juga memperbolehkan untuk menjual gambar dengan sejumlah syarat tertentu, ada kepastian sertifikat tanah, tata ruang, perizinan sudah ada. Padahal, faktanya di lapangan tidak seperti itu," katanya.

Dengan adanya sejumlah peraturan dimaksud, menurut Pangihutan, pemerintah pada intinya tidak ingin menghambat pembangunan rusun. Ia mengemukakan, penyusunan RPP tersebut diharapkan dapat segera selesai agat tidak melebihi target penyusunan yaitu satu tahun setelah diundangkannya UU No 20/2011 pada bulan November 2011.

"Bom waktu"

Sebelumnya, pengamat properti Panangian Simanungkalit mengatakan, pemerintah harus membuat kebijakan yang dapat mengatasi dan memetakan angka backlog atau kekurangan perumahan di Indonesia.

"Backlog semakin hari semakin besar, antara lain karena pemerintah belum membangun kebijakan politik dari sisi target sehingga kebijakan terkait perumahan juga belum efektif," kata Panangian.

Padahal, ujar dia, jumlah keluarga di Indonesia adalah sebanyak 62 juta sedangkan jumlah keluarga yang memiliki rumah baru mencapai sekitar 49 juta.

"Berarti ada kekurangan sebanyak 14 juta, itu menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2011," katanya.

Ia juga menyesalkan, pemerintah telah melakukan reformasi yang dinilai berhasil di bidang perekonomian. Namun demikian, keberhasilan itu tidak terjadi dalam bidang perumahan yang merupakan salah satu sektor ekonomi paling krusial. Bila ini terus terjadi, kata Panangian, hal itu akan menjadi semacam "bom waktu" yang dapat menimbulkan keresahan sosial dan peningkatan gambaran kemiskinan yang tidak bisa diantisipasi oleh pemerintah.


Cari Rumah Dijual Depok   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property
Follow Us : @Propertykitacom

Kamis, 18 Oktober 2012

KONDOMINIUM HAK MILIK: Penjualan Meningkat 66% Selama Kuartal III


JAKARTA:  Penjualan kondominium hak milik (strata title) di Jakarta pada kuartal III/2012 mencapai  3.915 unit atau  naik 66% adibandingkan dengan kuartal sebelumnya.  Penjualan ini merupakan yang tertinggi per kuartal sejak 2007 lalu.

Kepala Riset Jones Lang LaSalle Indonesia Anton Sitorus menuturkan besarnya  penjualan kondiminium tersebut, terjadi karena endahnya tingkat suku bunga, banyaknya masyarakat yang ingin tinggal di tengah kota, dan menjamurnya proyek-proyek kondominium baru.

"Penjualan kondominium strata title pada kuartal III/2012 terbesar per kuartal sejak 2007. Dari Januari hingga September 2012 sebanyak 8.300 unit kondominium strata title sudah terjual. Pada 2007 selama satu tahun terjual 6.200 unit," kata Anton dalam paparan Jakarta property market review kuartal III/2012, Rabu (17/10).

Dia menjelaskan sebagian besar kondominium strata title yang terjual pada kuartal III/2012 yakni pada segmen menengah bawah sebanyak 1.893 unit atau 48%, diikuti segmen menengah sebanyak 1.562 unit atau 40%, dan segmen menengah atas sebanyak 460 unit atau 12%.

"Kami memperkirakan hingga akhir tahun ini akan kondominium strata title yang terjual mencapai lebih dari 10.000 unit hingga 11.000 unit," imbuhnya.

Dia menambahkan harga jual rata-rata kondominium pada kuartal III/2012 naik 5% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya karena besarnya permintaan kondominium. Pada kondominium segmen menengah atas harga jual naik 4,7%, kondominium segmen menengah naik 5,5%, dan kondominium segmen menengah ke bawah naik 3,6%.

Luke Rowe, Residential Project Marketing Group Head Jones Lang LaSalle Indonesia, menjelaskan penjualan kondominium strata title di pasar primer meningkat fantastis. Menurutnya, penjualan kondominium selama 9 bulan pertama tahun ini sudah hampir menyamai penjualan sepanjang tahun lalu yang mencapai 8.600 unit.

"Agresifitas pengembang juga terlihat dari makin maraknya peluncuran proyek baru belakangan ini. Dalam triwulan III saja, lebih dari 10 proyek baru kondominium diluncurkan di Jakarta dimana unitnya mencapai lebih dari 4.000 unit,"  tuturnya.

Arief Rahardjo, Head of Research & Advisory Cushman&Wakefield Indonesia, juga mengatakan aktivitas penjualan kondominium pada kuartal IV/2012 diperkirakan terus meningkat menyusul permintaan dari calon pembeli masih tinggi.

Menurutnya, saat ini banyak pengembang yang menawarkan pemesanan unit pada saat pre-launching sehingga mendorong konsumen untuk membeli kondominium dengan jumlah yang banyak. (if)2, membutuhkan waktu untuk fitting-out," katanya. (if)


Cari Rumah Dijual Depok   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property
Follow Us : @Propertykitacom

PARAMOUNT GROUP Bangun Dan Operasikan 99 Hotel Hingga 2024


JAKARTA: Paramount Group berencana mengembangkan dan mengoperasikan total  99 hotel dalam jangka waktu 12 tahun mendatang.

Tanto Kurniawan, CEO Paramount Groip, mengatakan ke- 99 hotel tersebut akan menggunakan brand Atria dan Fame, serta terdiri dari hotel bintang dua hingga lima yang tersebar di seluruh Indonesia ataupun luar negeri.

"Pada Desember 2012, kemitraan kami dengan jaringan operator hotel Aston berakhir, dan kami membentuk divisi operator hotel sendiri dengan brand Atria dan Fame. Selain Indonesia, kami juga sedang menjajaki pasar hotel di Myanmar,"ujarnya saat ditemui Bisnis, Senin (15/10/2012).

Dia menambahkan, pihaknya belum menghitung total investasi yang diperlukan untuk mengembangkan hotel-hotel tersebut karena masih memastikan berapa kelas-kelas hotel berdasarkan lokasinya. Namun, formulasinya, investasi yang dikucurkan untuk membangun hotel bintang dua sekitar Rp50 miliar, dan bintang tiga berkisar Rp65 miliar hingga Rp70 miliar.

Satu hotel bintang empat diprediksi menelan dana sebesar Rp100 miliar, sedangkan hotel bintang lima yang nantinya hanya ada di kota-kota provinsi memerlukan investasi sekitar Rp150 miliar.
"Kesemuanya nanti berada di bawah pengelolaan PT Paramount Propertindo, salah satu anak usaha Paramount Group yang memang bergerak di bidang perhotelan atau hospitality," terang Tanto.

Hingga saat ini, terdapat lima hotel yang dimiliki pengembang kota mandiri Paramount Serpong itu, salah satunya adalah Atria Hotel di Magelang dan Aston Paramount Hotel di Serpong, Tangerang Selatan. Tahun depan, perseroan akan membanguntiga hotel baru, disusul enam hotel tambahan pada 2014.

Gencarnya ekspansi Paramount Group di bidang perhotelan ini merupakan salah satu upaya perseroan untuk memacu kontribusi recurring income (pendapatan berkelanjutan) terhadap total pendapatan group tersebut.

 "Kami memacu recurring income ini karena semakin lama lahan yang kami miliki semakin berkurang dan biaya untuk membebaskan lahan baru semakin mahal. Supaya tetap ada revenue jangka panjang dan stabil, kami membangun proyek-proyek komersial seperti hotel, apartemen sewa dan perkantoran sewa," tutur Tanto.

Tahun lalu, total lahan yang digunakan oleh Paramount Group mencapai 72 hektare dan didominasi produk rumah tapak. Tahun ini,group tersebut berhasil menekan penggunaan lahan hingga hanya 50 hektare, karena lebih banyak membangun proyek vertikal.

Kontribusi recurring income terhadap pendapatan group saat ini masih kurang dari 8%, yang disumbang dari hotel dan rumah sakit Bethsaida. Diharapkan setelah rencana 99 hotel terwujud, kontribusi tersebut dapat mencapai 35%.

Paramount Group saat ini sedang membangun tiga hotel di kompleks superblok Paramount City di Slipi, Jakarta Barat, yang dijadwalkan beroperasi pada 2014. Superblok dilahan seluas 5 hektare itu diperkirakan menelan investasi senilai Rp1,2 triliun. (bas)


Cari Rumah Dijual Depok   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property
Follow Us : @Propertykitacom

SUPERBLOK: Grand Banua City Telan Lebih Dari Rp2 Triliun


JAKARTA: Pembangunan the Grand Banua City di Banjarmasin, Kalimantan Selatan diperkirakan akan mencapai lebih dari Rp2 triliun sebagai superblok pertama di provinsi tersebut. Dengan total area mencapai 20 hektare, total proyek akan rampung pada 2015.
Direktur Utama Banua Group Hendri Setiadi mengatakan pihaknya akan menyelesaikan keseluruhan pembangunan superblok pertama di provinsi itu pada 2015 dengan menghadirkan konsep properti dari kondotel hingga mal. Saat ini pihaknya telah menyiapkan  kondotel yang memiliki 175 unit (21 lantai), apartemen dengan 100 unit (12 lantai). Citywalk sendiri sudah siap untuk dioperasikan. Khusus kondotel telah terjual habis, sementara harga apartemen per unitnya berkisar pada Rp300 juta hingga sekitar Rp5 miliar.
"Grand Banua akan menjadi superblok pertama di Kalimantan Selatan, investasi yang dikucurkan lebih dari Rp2 triliun. Investasi terbesar pada mal berlantai empat dan small office home office [SOHO] hingga 200 unit," ujar Henri menjawab pertanyaan Bisnis di Banjarmasin, Kamis (11/10/2012). "Keseluruhan proyek diperkirakan selesai pada 2015."
Grand Banua City akan menjadi kawasan hunian terlengkap yakni dimulai dari kondotel, apartemen, pusat konvensi, Citywalk, pertokoan, town house hingga mal. Kawasan itu terletak di jalan Ahmad Yani kilometer 11,8 Banjarmasin, Kalimantan Selatan.  Pihak Aston International akan khusus mengelola kondotel dan apartemen di kawasan tanah gambut tersebut.
Dalam keterangan resminya, tahap pertama pembangunan yang dilakukan oleh Banua Group di kawasan itu adalah Tower I Aston kondotel dan apartemen, Tower II apartemen eksklusif, Citywalk dan pusat konvensi yang memuat hingga 2.000 orang. Sedangkan tahap berikutnya adalah perumahan eksklusif (town house), rumah toko, kompleks festival makanan dan mal perbelanjaan.
"Kami akan memfokuskan pada pembangunan superblok di pelbagai wilayah nanti. Di Banjarmasin sendiri, daya beli masyarakat sangat bagus terhadap produk properti," papar Henri. 
Grand Banua City juga menyebutkan bahwa sekitar 30% lahan di kawasan tersebut digunakan untuk taman dan ruang terbuka hijau. Berdasarkan keterangan resminya, ruang terbuka tersebut diharapkan memberikan dampak yang baik terhadap kesehatan kepada penghuninya serta lebih ramah lingkungan.
Salah seorang pelanggan asal Banjarmasin, Mursidah, mengatakan fasilitas yang lengkap akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para tamu yang akan menginap di kondotel di Grand Banua City. Menurutnya, kelengkapan, kemewahan serta ruang privasi yang terjaga adalah sejumlah alasan untuk membeli unit di kawasan tersebut.
"Ini juga adalah investasi jangka panjang yang ditunjang oleh fasilitas lengkap, tentu akan menjadi senjata ampuh menarik tamu," kata Musidah dalam buletin resmi Grand Banua City. "Saya juga bisa menginap kapan saja saya mau. Saya menemukan investasi yang cocok selama ini saya butuhkan." (faa)



Cari Rumah Dijual Depok   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property
Follow Us : @Propertykitacom

Perum Perumnas Angkat Dua Direktur Baru


JAKARTA – Perusahaan pelat merah  di bidang perumahan Perum Perumnas memiliki 2 direksi baru yang akan menjabat pada periode 2012-2017.
Formasi Direksi Perumnas periode 2012-2017 yakni Himawan Arief Sugoto tetap menjadi Direktur Utama, M. Kamal Kusmantoro tetap sebagai Direktur Produksi, Hakiki Sudrajat tetap menjadi Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia.
Dua Direksi baru yakni Herry Irwanto yang menjabat sebagai Direktur Korporasi dan Pertanahan menggantikan Sunardi dan Muhammad Nawir sebagai Direktur Pemasaran yang menggantikan Teddy R. Siahaan.
Corporate Secretary Perumnas Rini Isrofiyah mengatakan pengangkatan direksi baru Perumnas tersebut berdasarkan Surat Keputusan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI No.SK-367/MBU/2012 pada 10 Oktober 2012 tentang Pengangkatan Direksi Perum Perumnas.
"Akan dilakukan serah terima jabatan besok [Senin, 15 Oktober], dua direksi yang baru Pak Herry Irwanto yang menggantikan Pak Sunardi dan Pak Muhammad Nawir yang menggantikan Pak Teddy R. Siahaan," tuturnya saat dihubungi Bisnis, Minggu (14/10).
Sebelumnya Muhammad Nawir merupakan Komisaris di PT Wijaya Karya Realty (WIKA Realty) anak usaha perusahaan pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk yang fokus pada pengembangan bisnis realty. Dia juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (WIKA Gedung).
Selain itu Muhammad Nawir juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI).
Sementara itu Herry Irwanto sebelumnya menjabat sebagai General Manager Regional III Perum Perumnas.



Cari Rumah Dijual Bintaro   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property.
Follow Us : @Propertykitacom

Rabu, 17 Oktober 2012

Sampai Kapan Bisnis Properti DKI Akan Tumbuh?

JAKARTA - Pasar properti di Indonesia tumbuh pesat dalam dua tahun belakangan ini. Fenomena ini menuai sejumlah pertanyaan, di antaranya, apakah pasar properti di Jakarta masih akan tetap berkelanjutan dan sampai berapa lama pertumbuhannya?

Menurut konsultan properti global Jones Lang LaSalle Indonesia, ada beberapa faktor kunci yang bisa dilihat berdasarkan perspektif makro dan mikro. 

"Dari segi makro, kekuatannya adalah ekonomi yang stabil yang cenderung mendorong permintaan dari konsumen domestik, bisnis dari berbagai sektor juga cenderung meningkat, demografi bagus, kekuatan financing (misalkan suku bungan KPR yang ditawarkan bank), transformasi gaya hidup masyarakat urban, dan developer yang semakin pintar dalam mengembangkan proyek properti," jelas Head of Research Jones Lang LaSalle Anton Sitorus saat pemaparan Jakarta Property Market Review Q3, di Jakarta, Rabu (17/10/2012). 

Sementara, skenario terburuknya adalah dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti krisis ekonomi global, spekulasi investasi tinggi, kenaikan harga yang tidak terkontrol, perbedaan produk-produk mayor, dan kebijakan pemerintah yang tidak tepat sasaran. 

"Untuk level mikro pada dasarnya masih dipengaruhi faktor suplai-demand, serta tren historis (pergerakan pasar). Misalnya untuk perkantoran di Jakarta dulu harganya tidak tinggi seperti saat ini, jadi sejarahnya memang belum ada," kata Anton.   

Selain itu juga dipengaruhi faktor lain, yang bersumber dari kebijakan regional dan ketersediaan tanah. 

"Di sisi lain Jakarta masih termurah propertinya di Asia dalam enam tahun belakangan, jika dibandingkan dengan Singapura atau Hong Kong dan negara Asia Pasifik lainnya," kata Country Head Jones Lang LaSalle Indonesia Todd Lauchlan. 

Tanda-tanda pelambatan pasar yang dikhawatirkan mungkin terjadi akibat lesunya pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis di Asia Pasifik sama sekali tidak terlihat hingga September ini. Sebaliknya, animo pasar yang cukup tinggi, membuat pengembang kian agresif meluncurkan proyek-proyek barunya. 
(rhs)

Cari Rumah Dijual Bintaro   ?? 
Kunjungi juga rumah123-asli.blogspot.com untuk lebih tau informasi rumah dan property
Follow Us : @Propertykitacom