Kamis, 28 Oktober 2010

Apartemen Belum Kelar, Pembeli Minta Refund

Penyelesaian pembangunan sejumlah proyek apartemen terhambat. Akibatnya, konsumen yang telah membeli unit apartemen marah dan meminta refund atau pengembalian uang.

Dua proyek apartemen milik PT Bakrie Swasakti Utama, yaitu apartemen The Wave dan The Grove, sebagai contoh. Kedua apartemen yang mulai dibangun tahun 2007 tersebut seharusnya kelar awal tahun 2011. Perkiraan terbaru, penyelesaian proyek ini akan molor setahun menjadi awal 2012.

Ansen Wahyudi Syam, Manajer Penjualan Bakrie Swasakti, mengungkapkan, gara-gara keterlambatan itu, ada sekitar 5 persen dari pembeli kedua apartemen ini meminta pengembalian uang. "Pengerjaan pada tahun 2009 berjalan lamban karena terimbas krisis," tuturnya.

The Wave memiliki dua menara. Satu tower setinggi 40 lantai berisi 335 unit, dan tower yang lain setinggi 41 lantai berisi 341 unit. Harga apartemen seluas 40 meter persegi (m2)-60 m2 ini berkisar antara Rp 600 juta-Rp 1 miliar per unit.

The Grove memiliki tiga menara yang terdiri dari 39 lantai 237 unit, 45 lantai 200 unit, dan kondotel 15 lantai 151 unit. Sekitar 60 persen dari unit-unit tersebut telah terjual. Tak mau merugi akibat pembatalan pemesanan, Bakrie Swasakti mengutip kompensasi 3 persen dari harga jual dan tidak mengembalikan uang muka dan biaya administrasi sebesar 7,5 persen dari harga. Alasannya, Bakrie Swasakti harus menanggung kenaikan harga jual yang mencapai 50 persen - 60 persen.

Ansen mengklaim, tahun 2007, harga jual The Wave Rp 8 juta-Rp 9 juta per m2, sekarang Rp 13 juta-Rp 15 juta per m2. Harga The Grove kini Rp 21,9 juta per m2 dari sebelumnya Rp 15 juta per m2 tahun 2007.

Keterlambatan pembangunan apartemen akibat krisis juga diakui Jumpama Pemilu Limbong, Manajer Penjualan PT Mitra Abadi Sukses Sejahtera, Grup Gapura Prima, pengembang apartemen CBD Serpong. Hanya, menurut Jumpama, tingkat refund terhadap Apartemen CBD Serpong sekitar 1 persen.

Apartemen yang menyasar segmen menengah atas tersebut terdiri dari lima menara , masing-masing setinggi 25 lantai. Tiap menara berisi 500 unit apartemen.

Jumpama menambahkan, penjualan apartemen CBD Serpong ini juga lambat. "Proyek ini bisa dibilang salah konsep," katanya. Konsumen juga kecewa akibat rencana pembangunan tol ke Bandara Soekarno-Hatta di dekat apartemen ini belum juga kelar.

Agar konsumen kembali bergairah, Bakrie Swasakti kembali berusaha menggenjot penjualan The Wave dan The Groope membuka stan di pameran Real Estate Indonesia (REI) Expo di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, 22-31 Oktober 2010. "Kami menargetkan penjualan Rp 10 miliar," katanya.

Gapura Prima juga menerapkan strategi serupa. Dalam pameran REI, perusahaan ini menargetkan omzet Rp 50 miliar dari penjualan 300 unit apartemen CBD Serpong.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar