Rabu, 08 Desember 2010

FLPP KPR Sebaiknya Untuk Bank Pemberi KPR

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk berharap dana program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) diprioritaskan untuk bank pemberi Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Kalau kita mau bunga rendah, tentunya kita mendukung agar pengelolaan FLPP juga diberikan kepada bank yang memberi kredit KPR.
-- Iqbal Lantaro

"Kalau kita mau bunga rendah, tentunya kita mendukung agar pengelolaan FLPP juga diberikan kepada bank yang memberi kredit (KPR)," kata Direktur Utama Bank BTN, Iqbal Latanro di Jakarta, awal pekan ini.

Namun, tegasnya, hal itu jangan diartikan bahwa bank pemberi kredit KPR selama ini seperti BTN ingin memonopoli. "Kalau (dianggap) mendominasi, itu karena infrastruktur kita memang sudah siap," katanya.

"Idealnya bank penyalur kredit KPR, mendapatkan dana yang lebih besar dibanding bank yang tidak menyalurkan," katanya pada Media Business Talk "Mendorong Percepatan Program FLPP untuk Suksesnya Pembangunan Perumahan ke Depan" oleh Forum Wartawan Perumahan Rakyat, beberapa hari lalu.

Dengan demikian, tegasnya, ada insentif bagi bank tersebut untuk menyalurkan KPR, khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). "Kalau BTN punya dana lebih banyak, ekspansi kredit tentu akan lebih besar," katanya.

Data Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera), program FLPP yang digelar sejak 1 Oktober 2010 ini, akan menggunakan dana APBN sebesar Rp2,6 triliun. Dua bank yang sudah komit menyalurkannya adalah PT BTN Tbk senilai Rp1,7 triliun dan sisanya akan disebut-sebut akan dibagi dengan 5-6 perbankan lainnya.

Dua bank yang sudah menandatangani nota kesepahaman adalah BTN dan BNI. BTN sudah terlihat ke publik penyalurannya via FLPP, sedangkan BNI belum.

Bahkan, Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa pada kesempatan yang sama, menyebutkan, sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) juga disebut-sebut berminat.

Iqbal melanjutkan, pihaknya juga menduga pemerintah akan menempatkan dana FLPP juga kepada bank yang tidak menyalurkan KPR.

Oleh karena itu, kata Iqbal, pihaknya berharap, jika ada dana FLPP tidak dipakai, maka sebaiknya dana itu ditempatkan di Bank BTN. "Tentu, kita bisa menyesuaikan dengan bunga pasar yang ada, misalnya bunga pasar di bank lain lima persen, kita juga siap," katanya.
                                                   Realisasi KPR    
Menyinggung realisasi penyeluaran KPR Sejahtera dengan pola FLPP hingga Oktober 2010, Iqbal mengatakan, pihaknya telah menyalurkan KPR Sejahtera 2.735 unit dengan nilai KPR sebesar Rp133,6 miliar.

Untuk KPR sederhana sehat (KPRSH), sebanyak 2.810 unit dengan nilai KPR sebesar Rp128, 2 miliar. "Hingga Oktober ini, masih lebih banyak debitur dengan memanfaatkan pola lama (subsidi selisih bunga, red) dibanding pola FLPP," katanya.

Hal itu karena pola lama hingga akhir tahun ini masih berlaku, konsumen masih banyak yang sulit sediakan dana uang muka sebesar 10 persen, kendala melengkapai NPWP dan SPT, PPN harga jual rumah di atas Rp55 juta dan terbatasnya penyediaan rumah siap pakai.

Pola FLPP dipatok bunga kreditnya di bawah satu digit selama masa cicilan. Untuk KPR Rumah Sejahtera Tapak plafon kreditnya hingga Rp80 juta, sedangkan untuk rumah susun hingga Rp135 juta.


Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)
Pengen punya rumah sendiri? kini bukan hal yang susah. klik DISINI semua jadi mudah !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar