Senin, 30 Mei 2011

Kemenpera Ajak Kadin Malaysia Berbisnis Properti di Indonesia






JAKARTA, Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) terus berupaya mengajak berbagai pihak baik dari dalam dan luar negeri guna meningkatkan pembangunan perumahan yang terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Salah satu kegiatan yang kini dilakukan oleh Kemenpera adalah mengajak anggota Kamar Dagang dan Industri Malaysia yang tergabung dalam Associated Chinese Chambers of Commerce and Industry of Malaysia (ACCCIM) dan Chinese Chambers of Commerce and Industry of Kuala Lumpur and Selangor (KLSCCCI) untuk menanamkan investasinya di bidang pembangunan properti di Indonesia.

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) Suharso Monoarfa mengungkapkan, adanya penanaman investasi baik dari para pengembang yang tergabung dalam Kadin dari dalam dan luar negeri tentunya memiliki potensi yang cukup besar bagi program perumahan di Indonesia. Oleh karena itu, Kemenpera akan terus berupaya menjajaki kerjasama di sektor properti ini dengan Kadin Malaysia.

"Kerjasama di sektor properti khususnya perumahan di Indonesia sangat terbuka bagi Kadin Malaysia. Sebab,

kebutuhan perumahan di Indonesia memang masih cukup besar," ujar Suharso Monoarfa saat menerima kunjungan bisnis delegasi Kadin Malaysia di Hotel Sultan, Jakarta, Senin (30/5) pagi.

Tampak hadir dalam pertemuan kunjungan bisnis tersebut Sesmenpera Iskandar Saleh dan sejumlah jajaran Eselon I, II dan III Kemenpera serta asosiasi pengembang seperti REI dan Apersi dan Perum Perumnas. Sedangkan delegasi Kadin Malaysia yang berjumlah sekitar 10 orang dipimpin oleh Presiden ACCCIM dan KLSCCCI Tan Sri William Cheng Heng Jem.

Menurut Suharso mengungkapkan, Kemenpera ke depan juga berupaya membuat program pembangunan sejumlah kota-kota baru di Indonesia. Hal itu sesuai dengan Pencanangan Pembangunan Koridor Ekonomi Indonesia yang dilakukan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono beberapa waktu lalu.

Untuk itu, Kemenpera akan menyesuaikan program kebijakan program pembangunan kota baru tersebut dengan enam lokasi Koridor Ekonomi yang ada yakni Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali dan Nusa Tenggara, dan Papua serta Maluku.

"Pembangunan kota baru di Indonesia nantinya akan direncanakan dan di desain dengan cermat sesuai dengan Koridor Ekonomi Indonesia. Oleh karena itu, adanya investasi dari Kadin Malaysia tentunya bisa ikut mendukung pelaksanaan program pembangunan perumahan di kota baru tersebut," ujarnya.

Sementara itu, Presiden ACCCIM dan KLSCCCI Tan Sri William Cheng Heng Jem mengungkapkan, kerjasama antara Malaysia dan Indonesia dari tahun ke tahun memang terus mengalami peningkatan. Oleh karena itu, dengan adanya penjajakan kerjasama di bidang properti ini, Kadin Malaysia berharap bisa ikut serta dalam program yang direncanakan oleh Kemenpera. ACCCIM dan KLSCCC adalah asosiasi pengusaha-pengusaha besar yang berbagai sektor ekonomi di Malaysia.

Seperti halnya Indonesia, imbuh Cheng Heng Jem, Malaysia juga pernah mengalami masalah dalam hal penyediaan perumahan bagi masyarakat. Namun demikian, dengan adanya perhatian khusus dari pemerintah dan dukungan sektor swasta, masalah tersebut bisa ditangani dengan baik. Saat ini, nilai properti di Malaysia bahkan cukup tinggi dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

"Kami berharap melalui kunjungan bisnis ini dapat mempelajari perencanaan, implementasi serta bantuan yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia sekaligus menjajaki peluang dagang serta investasi dan kerjasama bisnis dengan pengusaha setempat. Kami melihat Indonesia berpotensi besar untuk lebih dikembangkan khususnya di sektor properti," terangnya.

Lebih lanjut, Cheng menambahkan, salah satu hal penting yang menjadi masukan Kadin Malaysia terhadap program pembangunan properti di Indonesia adalah masalah infrastruktur. Belum adanya infrastruktur yang memadai tentunya akan menghambat proses pembangunan sebuah wilayah.

"Kami siap menanamkan investasi di sektor properti Indonesia karena di dalam Kadin Malaysia juga tergabung sejumlah pengembang dari Malaysia. Namun, kami berharap pemerintah Indonesia bisa membangun infrastruktur serta sumber daya air yang memadai agar tranportasi masyarakat untuk mencapai lokasi pembangunan bisa berjalan dengan baik dan lancar," katanya

Sumber : www.properti.kompas.com/Kemenpera.Ajak.Kadin.Malaysia.Berbisnis.Properti.di.Indonesia

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar