Rabu, 25 Mei 2011

Pembangunan mal tak disertai perbaikan transportasi


JAKARTA: Pembangunan pusat perbelanjaan di Jakarta secara massif dinilai makin memperparah kemacetan di Jakarta karena tidak diiringi dengan perbaikan moda transportasi umum dan daya dukung lainnya.

Direktur Indonesian NGO on Transportation Issues (Instran) Darmaningtyas mengatakan pembangunan properti secara massal seringkali tidak didukung dengan penambahan kapasitas transportasi.

Hal itu, sambungnya, menimbulkan kemacetan yang lebih parah di sejumlah titik di Jakarta.

Seharusnya pembangunan proyek-proyek properti baru disertai dengan larangan membangun tempat parkir, yang artinya 'memaksa' konsumen menggunakan angkutan umum," ujar Darmaningtyas kepada Bisnis, kemarin.

Dia menuturkan pihaknya mengusulkan terjadi moratorium pembangunan properti baru yang bersifat massal sampai dengan dibangunnya transportasi umum lebih baik. 

Menurut dia, pembangunan yang tanpa memperhatikan daya dukung lainnya, mengakibatkan tidak terserapnya oksigen dan air tanah dengan baik.

Sedikitnya delapan pusat perbelanjaan di Jakarta akan dipasok pada akhir tahun ini dan tahun depan menyusul semakin meningkatnya bisnis properti di sektor tersebut serta kinerja pertumbuhan ekonomi yang terus membaik.

Dalam survei Collers International disampaikan terdapat tiga pusat perbelanjaan yang akan rampung pada tahun ini yaitu Kuningan City yang berlokasi di Jalan Doktor Satrio, Jakarta Selatan; Area 51 yang berlokasi di Pondok Indah, Jakarta Selatan dan Green Tebet, MT Haryono, Jakarta Selatan.

"Total pasokan ruang ritel Januari-Maret lalu mencapai 3,93 juta m2 setelah adanya tambahan sekitar 2.663 m2. Di Jakarta, diperkirakan sekitar 89.000 m2 untuk ruang perbelanjaan hingga akhir tahun ini," ujar Ferry Salanto, Research Division Manager Colliers International, beberapa waktu lalu.

Sumber : www.bisnis.com/pembangunan-mal-tak-disertai-perbaikan-transportasi

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar