Kamis, 21 April 2011

Furnitur Warisan, Haruskah Dibuang?


Kuno dan ketinggalan zaman adalah dua kesan yang kerap melekat pada furnitur-furnitur warisan. Bagi orang-orang berusia muda dan bergaya modern, furnitur warisan rasanya kurang pas. Apa benar demikian?

Hilangkan anggapan bahwa furnitur warisan pasti tidak cocok dengan rumah-rumah modern. Coba berpikir sebaliknya, furnitur bergaya old school dipadu dengan gaya rumah-rumah modern, akan tercipta tampilan yang menarik. Yang perlu Anda lakukan hanya sedikit "mantra" untuk membuat furnitur-furnitur lama tak kalah pamor dengan furnitur baru.

1. Cat ulang. Furnitur lawas biasanya tampak usang karena catnya yang sudah mulai memudar atau mengelupas. Daripada membuangnya dan membeli yang baru, jauh lebih hemat jika Anda mengecat ulang.

Warnanya pun bisa disesuaikan dengan tatanan interior ruangan. Menyenangkan, bukan?

2. Ganti kain pelapis (upholstery ). Seringkali kita merasa kurang cocok dengan motif atau warna upholstery dari furnitur yang diwariskan, pasalnya bukan kita yang memilih. Tapi ini bukan perkara besar, hingga harus membuangnya. Tinggal mengganti upholstery -nya dengan motif dan warna yang kita suka. Beres perkara.

3. Untuk yang berbajet terbatas, trik ini paling jitu. Mempercantik sofa atau kursi lama dengan cushion berwarna cerah. Cushion tak hanya membuat duduk lebih nyaman, tapi juga jitu untuk mengubah tampilan furnitur lama menjadi tampak baru. Tinggal ganti sarungnya dengan yang berwarna cerah atau bermotif menarik, kursi dan sofa lama pun siap bergaya.

Siap tampung furnitur warisan? Coba aplikasikan satu di antara ketiga "mantra" di atas, dan lihat hasilnya!


Sumber : www.properti.kompas.com/Furnitur.Warisan.Haruskah.Dibuang.
Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar