Rabu, 22 Juni 2011

Superblok Ujung Tombak Bisnis Properti




Mengintegrasikan apartemen, perkantoran, ruang komersial, dan hotel dalam satu lokasi akan mencipta suatu kawasan yang dikenal sebagai superblok.

Menurut Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Bakrieland Development Tbk, Hiramsyah S Thaib, idenya adalah one stop living: menyediakan berbagai fasilitas dalam satu lokasi demi menciptakan kualitas hidup lebih baik.

"Bekerja di situ, tinggal di situ, cari hiburan juga di situ," kata Hiramsyah yang menjadi delegasi Indonesia di Real Estate Investment World Asia 2011 di Singapura, Selasa.

Dia menuturkan, di Jakarta, ada tiga superblok yang cukup potensial, yakni Sudirman Central Business District (SCBD), Mega Kuningan, dan yang tengah berkembang yaitu Rasuna Epicentrum. "Superblok tumbuh menjadi ujung tombak bisnis properti, sebagai lokomotif. Kalau superblok berhasil, yang lain juga akan ikut," kata Hiramsyah.

Hiramsyah menambahkan, superblok muncul sebagai solusi atas buruknya infrastruktur di Jakarta. Sebab, dengan konsep yang terintegrasi diharapkan akan menekan tingkat stres akibat macet yang kian parah, moda transportasi yang tak layak, atau lokasi hunian yang terlampau jauh dari tempat kerja.

Di tengah keinginan masyarakat Jakarta yang ingin lepas dari kekacauan itu dan ingin hidup lebih sehat, menurut dia, tak heran jika superblok membuka peluang investasi yang cukup menjanjikan.

Dengan harga properti yang masih 1/10 dibandingkan di Singapura, Hiramsyah pun mencoba memancing investor asing untuk masuk ke Indonesia.

Sementara itu, untuk menggarap sisa lahan seluas 12 hektare di kawasan Rasuna Epicentrum, Hiramsyah juga berencana melibatkan mitra strategis. Meski masih enggan mengungkap mitra yang tengah dijajaki, akhir tahun ini ditargetkan sudah akan tergarap sekitar 3-8 persen untuk apartemen dan perkantoran kelas premium.

Konsep serupa superblok juga dipaparkan delegasi Malaysia, Managing Director & Chief Executive Officer UEM Land Holdings, Berhad. Di sejumlah titik strategis di negaranya, mereka juga membangun kawasan yang mengintegrasikan sejumlah komponen utama properti.

Bagus Adikusumo, Direktur Collers International, salah satu konsultan properti nasional menambahkan, potensi superblok yang kian menanjak memang tak terhindarkan. Bukan hanya di Jakarta, tapi juga sejumlah kota besar di Asia Tenggara.

Menurut Bagus, superblok tak harus memuat empat komponen utama properti. Sebab, memadukan dua komponen di atas lahan sekitar dua hektare saja sudah dapat mencipta superblok. "Karena tanah semakin mahal, mau tak mau arahnya ke sana (superblok)," katanya di sela konferensi tahunan yang berlangsung hingga 22 Juni 2011 itu.


Sumber : www.bisnis.vivanews.com/superblok-ujung-tombak-bisnis-properti

Cari Rumah ?? Gak perlu 123, Hanya KITA Ahlinya  :-)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar